
Hari yang ditunggu tunggu haris sudah tiba...
Semalaman ia tidak nyenyak tidur memikirkan hari ini.
Sesuai rencana haris akan memberikan hukuman mesra pada gadis pujaannya itu.
"Tunggu aku honey.." ucap haris yang sedang bercermin melihat penampilannya.
Dion melihat sang kaka yang terlihat aneh menjadi penasaran. Tidak biasanya kakanya itu tersenyum ke arah cermin dan berangkat pagi pagi sekali ke kantor.
"Kak... Apa ada sesuatu terjadi di kantor?" tanya dion yang masih tergeletak di ranjang.
"Tidak ada" sahut haris
"Lalu kenapa kau pergi ke kantor pagi pagi sekali.. Bahkan ini baru jam 6 kurang kak, di kantor juga belum ada siapapun" seru dion
"Aku sengaja datang pagi pagi... Karna akan menghukum seseorang" jawab haris santai
"Jadi ucapanmu semalam benar?.. Kau harus hukum seseorang.. Siapa?" tanya dion penasaran
"Bukan urusanmu.... Sudah sana bersiaplah ke kantor.. Pekerjaanmu sudah menunggu" ucpa haris berjalan keluar kamar
Haris mengendarai mobilnya dengan perasaan tak sabar dan senang.
Lain dengan manda yang masih tertidur pulas di ranjang kamarnya.
Sampainya di kantor haris langsung duduk di kursi kerjanya dengan gaya arogan dan tak sabar menunggu manda datang
"Hoaahemm..." manda terbangun merenggangkan otot ototnya sambil melirik jam.
"Masih jam set 8 ternyata"
"Hah... Jam set 8, ya tuhan.. Gimana ini, aku telat" manda buru memasuki kamar mandi.
__ADS_1
Dikantor haris sudah mondar mandir menunggu manda yang tak kunjung datang ke ruangannya.
"Kemana gadis itu... Ini sudah siang kenapa dia lama sekali" ucap haris hawatir
Tok..tok..tok
"Masuk" ucap haris dingin
"Maaf pak... Meeting akan segera dimulai" ujar sarah sekretaris haris
"Ya.. Kau boleh pergi, sebentar lagi aku kesana" sahut haris
Manda yang sudah terburu buru memasuki area kantor, saat membuka pintu ruangan ceo ternyata kosong.. Ia bernafas lega
"Untung aja pak haris belom datang" manda terduduk lemas di kursi kerjanya
Tanpa bertele tele manda mengerjakan file file yang ada di meja kerjanya.
2 jam kemudian
Dengan langkah cepat haris membuka pintu dengan kasar dan langsung melihat sosok yang ia tunggu tunggu sepagi tadi dengan amarah yang meluap
"Sejak kapan kau datang?" tanya haris melipat tangan di dada
Manda menelan salivanya gugup..
"Seperti biasa kok pak.. Kenapa pak haris baru datang.. Apa ada masalah di rumah?" ucap manda yang mengira haris baru tiba di kantor
"Kau bilang aku baru tiba, pengetahuanmu sungguh lemah?" haris tersenyum licik
"Me..memangnya pak haris kapan tiba di ka....kantor?" tanya manda terbata
"Aku di kantor pukul 7 pagi.... Dan kau bohong padaku nona amanda" sentak haris mengagetkan manda
__ADS_1
"Ma...maaf pak" manda menunduk takut
"Ini bukan kantormu... Jangan seenaknya saja kau bisa semaumu" bentak haris membuat manda mengeluarkan butiran bening dari matanya.
"Maaf.." ucap manda lirih
"Sebaiknya kau keluar" usir haris yang masih emosi
Manda langsung keluar dari ruangan haris tanpa banyak bertanya.
"Hiksss... Aku kan sudah minta maaf kenapa dia masih bentak bentak" gumam manda menangis
"Kau baik baik saja?" tanya sarah
"Baik mbak" jawab manda
"Abaikan saja perkataan boss kita, dia sedang ada masalah karna di perushaan ada penghianat" bisik sarah
"Hah.... Siapa?" tanya manda kaget
"Pak rusdy... Manager di perushaan kita korupsi.. Untung saja cepat ketahuan" ujar sarah
"Pantas saja dia masuk masuk langsung emosi kepadaku" sahut manda sedih
"Nanti juga pak haris seperti biasa...asalkan kau jangan mengganggunya dulu" ujar sarah di angguki cepat oleh manda
"Baiklah.. Aku akan ke ruangan ryo dulu mbak" pamit manda
"Iya..."
Haris yang terdiam di ruangannya mengepalkan tangannya kuat kuat... Emosinya membuat gadisnya menangis.
Walaupun masalah sudah terselesaikan tapi ia harus tetap waspada pada pegawai pegawai kantor lainnya.. Siapa tahu masih ada rusdy ke dua atau ke 3.
__ADS_1
"Aku sudah membentaknya, pasti dia marah padaku" gumam haris
Haris menghubungi dion agar ke ruangannya segera untuk menanyakan sesuatu