
Manda masuk ke kantornya dengan perasaan bahagia.
Teman teman kantornya belum mengetahui acara pernikahan manda dan haris.
Manda sengaja ingin merahasiakanter lebih dahulu sampai pengedaran undangan nanti ia sendiri yang akan membagikan kepada teman temannya.
Manda langsung masuk keruangan kerja teman temannya yang dulu pernah satu tim dengannya.
"Pagi... " sapa manda ceria
"Manda..." teriak ayu
"Dasar... Seperti tidak pernah bertemu saja" ucap ryo
"Kemana saja kau... Jarang sekali berkumpul dengan kami" sambung ryo lagi
"Maafkan aku ryo tampan... Aku sangat sibuk, tau sendiri aku sekarang menjadi asisten ceo" ucap manda pelan
"Apa kau tertekan?" tanya ayu
"Sedikit.. Tapi tidak apa apa ,sudah terbiasa" kata manda tersenyum
"Kau tambah cantik nda... Aku begitu pangling melihatmu" goda ryo
"Aaaaaa... Kau bisa saja, aku merindukanmu ryo" manda memeluk ryo
"Ryo....." panggil seseorang yang membuat ke 3 orang itu menoleh. Dan terlihat haris yang sedang berduri di ambang pintu dengan tatapan tajamnya.
Ryo tersenyum " pagi pak haris" sapanya.
"Menjauh dari manda..." seru haris. Ryo yang mendengar itu melirik ke arah manda, dengan cepat ia menjauhkan diri dari manda.
"Sudah pak" ucap ryo takut
Haris mendekati manda dan memeluk pinggangnya posesif..
"Apa kau sudah memberitahu mereka tentang pernikahan kita?" tanya haris
Manda yang mendengar itu melototkan matanya... Gagal sudah memberikan suprise pada temannya.
"Kau ini merusak rencanaku..." kesal manda
__ADS_1
"Maksudmu?" tanya haris yang tak mengerti
"Aku maunya memberitahu mereka saat undangan sudah tersebar, tapi kau malah membocorkannya" kesal manda
"Tudak perlu.... Biar aku yang beri tahu mereka" ucap haris tegas
"Dengarkan aku baik baik.... Sebulan lagi, aku dan manda akan mengadakan pernikahan dan untukmu... Jangan terlalu dekat degan calon istriku... Jaga jarak mu" tegas haris
Manda memukul legan haris "kau ini berlebihan" ucap manda
"Aaaa....apa itu serius pak?" tanya ayu yang masih tercengang
"Iya..." sahut haris
"Aaaaaaaaa.. Manda, kenapa kau tidak pernah cerita padaku, kalau kau menjalin hubunhan dengan pak haris" teriak ayu memeluk manda
"Selamat ya pak.. Manda, semoga lancar" ucap ryo yang masih takut dengan tatapan haris
"Makasih" sahut haris. Manda yang ingin bicara selalu gagal.
"Maaf ya yu... Aku baru memberitahu ini... Aku tidak ingin hubungan kami diketahui oleh orang kantor" ucap manda.
"Baiklah tak apa... Yang jelas kau harus mengundangku" ucap ayu
"Sudahlah... Kalian bisa mengobrol nanti lagi, aku harus membawa manda ke ruanganku" ucap haris dingin
"I..iya pak silahkan" ucap ayu dan ryo
Mereka masuk keruangan ceo untuk menyelesaikan pekerjaan kantor ,karna mereka akan disibukan nantinya dengan urusan pernikahan.
"Kita harus menyelesaikan ini dengan cepat... Besok kau harus mencoba gaun pengantin honey" ucap haris
"Iya... Aku juga tau, ya sudah aku bekerja dulu.. Kau juga ,jangan melihatku terus" ucap manda
"Baiklah baiklah.. Kali ini aku serius bekerja" kata haris duduk kursi kebersarannya.
Mereka benar benar serius kali ini, tidak ada obrolan dan kekesalan...karna besok mereka akan sibuk mengurus pernikahan impian mereka berdua.
Tok tok tok
"Masuk " ucap haris
__ADS_1
Sarah sekretaris haris masuk menyerahkan dokumen untuk meeting diluar.
"Jam berapa?" tanya haris
"Jam makan siang pak.. Di cafe berlian" kata sarah
"Baiklah.. Nanti biar manda yang mendampingiku.. Kau urus
Pekerjaanku yang belum selesai nanti" ucap haris
"Baik pak... Saya permisi" ucapnya pergi meninggalkan ruangan
"Honey... Kau harus menemaniku meeting di luar" ucap haris menoleh ke arah manda
"Aku sudah dengar.." sahut manda pelan
"Ya sudah ayo kita harus buru buru pergi.." seru haris yang sudah berdiri dari duduknya
"Sekarang?" tanya manda polos
"Tentu.." jawab haris
"Baiklah... Ayo" ucap manda
Mereka sudah ada di dalam perjalanan menuju cafe berlian, tempat dimana haris harus bertemu klien kerjanya.
"Apa masih jauh..." tanya manda
"Kenapa... Apa kau sakit?" tanya haris hawatir
"Tidak... Hanya saja aku lapar" manja manda
Haris tersenyum "sebentar lagi kita sampai... Sabarlah" sahut haris
"Hmmmnn...." dehem manda kembali memperhatikan jalanan
Haris yang melihat itu merasa kasihan. Dipikirannya manda sudah benar benar lapar.
"Apa kau sudah sangat lapar honey?" tanya haris menaruh kepala manda di pundaknya.
"Urusan makanan aku tidak akan pernah berbohong" ucap manda
__ADS_1
"Bersabarlah honey... Sebentar lagi" haris mengelus kepala manda