
Dion datang keruangan haris dengan tergesa... Kakanya menelpon dengan suara yang sedikit sangar membuatnya takut.
"Kak.. Ada apa?" tanya dion
"Dimana manda?" tanya haris
Haisssss menyuruhku kemari hanya menanyakan manda saja
"Aku belum bertemu dengannya hari ini kak" sahut dion tenang
Kemana dia... Apa dia pergi keluar kantor
"Pekerjaanmu sudah selesai?, kalau belum kau boleh keluar dan mengerjakan pekerjaamu kembali" ucap haris
"Bilang saja mau aku pergi.. Tidak usah pekerjaan jadi alasan" gerutu dion lalu pergi dari ruangan haris.
Haris tersenyum melihat kepergian dion...
Tak lama pintu terbuka kembali dan membuat haris kesal.. Ia kira itu adalah dion adiknya. Karna haris membelakangi duduknya.
"Kenapa lagi kau kesini... Urus urusanmu sana.." ucap haris sinis
Manda hanya diam ... Pikirnya haris masih marah padanya
"Maaf mengganggu" manda melangkah keluar. Haris mengeritkan dahinya dan langsung berdiri.
"Diam disana" teriak haris. Dengan cepat manda diam tanpa bergerak sedikitpun.
Haris berjalan mendekati manda..
"Kau dari mana?" tanya haris lembut
"Aaaaa..aku dari ruangan ryo" manda menunduk takut
"Kemana wajah sangarmu itu.. Kenapa kau melihat kebawah"
"Tidak apa apa" ucap manda
"Ayo ikut aku..." haris menarik manda untuk ikut dengannya.
"Kenapa keluar kantor pak" ucap manda
__ADS_1
"Diam disini.. Dan tunggu aku" kata haris pergi meninggalkan manda sendiri di parkiran
Apa dia menghukumku berdiri disini seperti patung...
Lama manda menunggu haris yang tak kunjung datang membuatnya lelah berdiri.
"Lebih baik aku masuk ke kantor saja" manda melangkah masuk ke kantor kembali.
"Mau kemana kau" tanya haris ketus
"Mau masuk ke kantor" ucap manda begitu polos
"Ikut aku cepat.." perintah haris
Manda langsung membuka pintu penumpang mobil haris.
"Mau kemana kau hah" ketus haris lagi
"Katanya aku ikut denganmu.. Kenapa sekarang kau mengomel"
"Aku bukan supirmu... Duduk di sampingku" ucap haris. Dengan pasrah manda duduk di kursi depan samping haris
"Kenapa kau takut begitu.. Aku tidak ada niat apapun padamu, tubuhmu kurang menarik bagiku, kau tenang saja" haris menatap manda dengan intens.
"Dengan kau bilang seperti itu.. Tandanya kau menggodaku" ucap haris
"Lah... Saya gak ada niat buat goda pak haris... Pak haris saja yang cepat tergoda... Lagian saya kalau mau menggoda pria terlalua memilih.. Tidak akan sepertimu" seru manda
"Apa.... Jadi kau pernah menggoda pria lain.. Siapa, dari keluarga mana, apa nama perusahaannya?" tanya haris beruntun
"Pak haris kira saya wanita apa yang seenaknya menggoda pria... Saya bukan wanita gampangan yang mudah terhasut dengan uang atau ketampanan pria mata keranjang"
"Tadi kau bilang begitu"
"Itu kan kalau pak.. KALAU" tekan manda
"Bagus kalau begitu... Karna kau hanya boleh denganku" ucap haris
"Terserah pak haris"
Di dalam mobil kini hanya ada keheningan semata... Sejak berdebatan mereka tadi membuat keduanya bungkam.
__ADS_1
Haris menepikan mobilnya... Ia sudah tidak tahan dengan diamnya manda.
"Man..." panggil haris
"Hmmmmm"
"Apa kau sudah siap menikah?" tanya haris
"Tidak tau... Memangnya kenapa" ucap manda
"Kalau ada seseorang yang melamarmu... Bagaimana?" tanya haris
"Kalau aku mengenalnya dengan baik..aku akan menerima.. Tapi kalau orang asing no...... "
"Benarkah?" ucap haris senang
Kenapa dia....
"Kalau begitu kau akan segera menikah dengaku..."
"Aaaaa..apa ma..maksud pak haris" ucap manda bingung
"Iya.. Karna kau kenal baik denganku.. Maka kau harus menikah denganku.. Itu katamu tadi bukan" ucap haris
"Apa..." teriak manda
"Jangan berteriak honey.... Kupingku bisa bermasalah nanti" ucap haris
"Haissss..... Jangan bercanda pak"
"Kau lupa ucapanku kemarin hmmmmm... Jangan pakai kata pak padaku, kau harus dihukum" kata haris menyeringai
Asataga kenapa aku bisa melupakan itu... Matilah aku
"Emmmmm... Sebagai permintaan maafku, aku akan membantu semua pekerjaamu di kantor... Tidak apa jika aku harus lembur... Tapi jangan hukum aku" manda merengek seperti anak kecil pada haris.
"Tidak... Aku lebih suka menghukum calon istriku dengan mesra" ucap haris berbisik di telinga manda
"Aaa...a...aku tidak bilang menerimamu sebagai calon suamiku" manda memberanikan diri berucap.
"Aku tidak peduli itu honey"
__ADS_1
Honey...honey...honey, lihat saja besok dikantor dia akan berubah drastis kepadaku lagi dan kembali galak seperti macan.