
Hari minggu adalah hari yang dimana sangat di nantikan oleh manda karna bisa menghabiskan waktunya di rumah... Berleha leha tanpa gangguan dan perintah dari haris yang membuatnya sakit kepala.
Tapi siapa sangka orang yang begitu di hindari manda ternyata sudah datang pagi pagi ke rumah untuk mengajak gadisnya berolahraga pagi.
"Naik lah ke atas nak haris... Manda mungkin saja masih tertidur di kamarnya, dia itu sangat malas jika hari libur" ucap papa
"Baik om.... Haris izin ke kamar manda dulu"
dengan sopannya haris meminta izin pada papa manda yang balas dengan senyuman tulus
Haris berjalan menaiki tangga ke lantai 2 tempat kamar gadisnya berada, jaris sudah nerada di depan pintu putih yang bertuliskan nama amanda. Itu adalah nama gadisnya.
Dengan cepat haris membuka pintu kamar yang memang tidak terkunci itu, harum vanila menyeruak di hidung haris... Ia sangat tau harum ini selalu ada di tubuh manda dan haris sangat menyukai itu.
"Sangat wangi..." gumam haris
Dilihatnya manda yang sedang bergelut dengan guling dan tertutup selimut tebal, tertidur pulas dan wajahnya sangat terlihat polos.
"Honey... Aku sudah tidak sabar melihatmu tertidur di sampingku" batin haris
"Honey... Bangun" haris mengelus pipi manda tapi tak kunjung bangun
"Hei..ayo bangun" ucap haris lagi dengan lembut
"Sepertinya kau tidak bisa dibangunkan dengan cara baik baik honey" ucap haris tersenyum licik dan pergi mengambil sesuatu.
BYUARRRRRR....
"Aaaaaaaa... Bocor.. Papa bocor pa" teriak manda yang langsung bangun dari tidurnya dan keluar kamar.
"Ya tuhan... Kau kenapa" panik mama manda melihat putrinya basah kuyup.
"Kamarku bocor ma..." ucap manda panik
Sedangkan papa hanya tertawa melihat kelakuan anaknya.
__ADS_1
"Kenapa papa tertawa... Kamarku bocor, kasurku juga basah pa" sahut manda
"Kau ini membuat mama kaget saja, mana ada bocor... Jangan mengada ngada, diluar juga tidak sedang hujan" ucap papa
"Hah... Mana mungkin"
dengan cepat manda keluar rumah dan benar saja tidak ada hujan yang turun. Tapi kenapa bocor di kamarnya
"Kau coba lihat lebih teliti lagi sana" kata mama
"Dasar kau ini..." Sambung papa
Dengan wajah kebingungan dan heran manda kembali ke kamarnya. Melihat kasurnya benar benar basah... Bukan hanya kasur tapi dirinya juga basah, tapi ada sesuatu yang membuat manda mengeluarkan matanya..
"Ka...kau" tunjuk manda pada haris yang sedang terduduk santai di kursi meja rias manda.
"Iya aku.... Kenapa honey" ucap haris tersenyum
"Kenapa bisa ada disini, apa lagi dikamar seorang gadis... Apa yang kau lakukan hah"
"Bair saja... Biar mereka mengusirmu dari sini, kalau perlu memukulmu hingga babak belur"
"Ternyata gadisku kejam sekali... Tapi tidak apa apa, mereka tidak akan memukulku tapi malah membuat kan kita pesta pernikahan" sahut haris tersenyum
"Apa yang kau lakukan pagi pagi di rumahku... Ini hari libur dan tidak ada jam kantor"
"Aku tau... Dan aku juga tidak memakai pakaian formal... Lihat dengan teliti" kata haris berdiri di depan manda
Manda langsung meneliti penampilan haris dari ujung kaki dan keujung kepala.
Aku baru sadar ternyata dia berbeda kalau memakai baju biasa seperti ini...
"Ekhem... Air liurmu menetes" sindir haris
"Hah..." Manda langsung mengelap bibirnya kasar
__ADS_1
"Aku hanya bercanda" haris menahan tawanya.
"Keluar kau dari sini.... Cepat keluar" ucap manda mengusir
"Aku tunggu 15 menit... Kita akan lari pagi bersama..., ingat 15 menit..tidak lebih" ucap haris sebelum keluar kamar manda
"Akh... Haris sialan, haris ********, awas kau" gumam manda
®®®
15 menit berlalu manda turun dari kamarnya dengan memakai baju kaos hitam menutupi celana pendeknya.. terkihat seksi.
Haris melihat itu langsung menatapnya tajam.
"Ganti pakaianmu.." Perintah haris
"Kenapa... Bukankah kita akan olahraga, ini cocok denganku.... Ayo" manda berjalan keluar rumah mendahului haris
"Tunggu aku gadis nakal" teriak haris
"Dasar pasangan aneh" batin mama manda.
"Aku menyuruhmu ganti pakaian, kenapa tidak menurut" kesal haris
Manda hanya diam dan terus berlari kecil.
"Manda stop..." Teriak haris
Tetap tak dihiraukan oleh manda hingga kesabaran haris habis dan sudah tidak bisa menahan amarahnya.
"Amanda aku bilang stop" teriak haris lagi membuat manda berhenti
"Kenapa?" Tanya manda
"Semakin aku berbaik hati kau semakin melunjak dan meremehkanku, Sepertinya sifat baikku membuatmu berani, aku tidak akan lagi bersikap seperti seorang pria yang mengemis cinta padamu.... Ikut aku" haris menarik manda kasar
__ADS_1