
Haris sedikit sedikit melirik ke manda yang begitu fokus dengan pekerjaanya.
Dari tadi ia berfikir keras tentang salahnya sehingga manda marah dan mendiamkan dirinya
"Ekhemmm" dehem haris
Manda melirik sekilas lalu melanjutkan kerjanya lagi
"Ekhem ekhem.." dehem haris lagi
"Batuk?... Misagrip saja" ucap manda keras
"Kau kenapa sebenarnya... Kenapa langsung berubah sikap padaku?" tanya haris. Manda yang mendengar menjadi malas.
"Honey...." panggil haris
"Ada yang bisa saya bantu pak haris?" tanya manda
" kau kenapa ..?" tanya haris
"Kau menyebalkan.. Kau pombohong, kau bilang mencintaiku dan tidak pernah dekat dengan wanita lain, tapi sering berkencan dengan beberapa wanita..."
Haris tersenyum mendengar ucapan manda yang terlihat cemburu padanya.
"Kenapa kau senyum senyum... Aku sedang marah, bukam melawak"
"Kau cemburu hmmm.." hari berjalan mendekati manda
"Tentu saja... Aku calon istrimu, aku tidak ingin di madu nantinya" ceplos manda
Astaga.. Apa yang aku katakan..
"Aku berkencan karna mom yang menyuruh honey... Bukan aku yang meminta... Ikut aku, kita akan pergi ke rumah, kau bisa bertanya sendiri dengan mommy" ucap haris mengecup kening manda
"Tidak... Aku sudah cukup mendengar penjelasan dari adik ipar dion soal dirimu" ucap manda
Sudah ku duga.. Dion kau cari mati dengan kakamu rupanya..
"Jangan dengar dion honey... Kita ke rumah mom sekarang... Biar mom yang menjelaskannya padamu" ucap haris menarik manda
__ADS_1
"Tidak mau..." ucap manda. Haris hanya tersenyum melihat kekesalan manda.
"Aku sudah berjanji alanembawamu ke rumah dan bertemu dengannya, demi mommy, ayolah" dengan terpaksa akhirnya manda mau berkunjung ke rumah haris
Haris menggenggam tangan manda erat, sepanjang berjalan hingga lobi, semua karyawan melihat kemesraan boss dan juga asistennya itu.
Banyak tatapan iri dan juga benci dari para karyawan wanita khususnya.
"Kenapa mereka melihatku begitu?" gerutu manda
"Mereka hanya iri.. Biarkan saja" bisik haris
"Tapi aku tidak suka.." ucap manda
"Apa kalian tidak ada kerjaan lain hah, kembali bekerja" teriak haris keras membuat manda terkejut
"Kau ini membuatku hampir jantungan" bisik manda
®®®
Mereka sampai di kediaman utama wirata, haris membuka pintu mobil untuk manda dengan senyum mengembang di wajahnya.
"Ayo kita masuk" ucap haris melingkarkan tangannya di pinggang manda dengan posesif.
"Harus... Agar orang tuaku yakin dengan hubungan kita" bisik haris
"Hmmm... Baiklah aku percaya"
Haris mengajak manda masuk ke rumah dan menyapa keluarganya.
"Hai mom.." sapa haris mencium pipi sang mommy
"Hai son... Akhirnya kau datang juga, mana gadis itu" ucap mom
"Honey kemarilah" pinta haris
Manda berjalan anggun ke arah haris...
"Kenalkan mom..dad dia manda, calon istriku" ujar haris tersenyum
__ADS_1
"Kau serius son...,?" tanya daddy
"Yes.." tegas haris
"Bagaimana bisa gadis cantik ini mau dengan es kutub sepertimu" ledek mommy
Manda yang mendengar berusaha menahan tawanya..
Es kutub.. Julukan yang bagus batin manda
"Jangan menjelekanku di depan istriku mom" tegur haris.
"Hai... Nikahkan dia dulu, baru kau bebas menyebutkan kata istri" ucap mommy
"Sebentar lagi kita akan menikah" sahut haris
"Kemarilah nak... Siapa namamu?" tanya daddy pada manda
"Aaaa...aku ma....manda om" gagap manda yang merasa malu sekaligus gugup.
"Hahahaha... Kau lucu sekali, tidak perlu tegang begitu, anggap kami seperti orang tuamu di rumah" ucap daddy merangkul manda
"Iiii..iya om" manda tersenyum
"Dad... Jangan menyentuhnya" sinis haris
"Kau ini... Dia calon menantu keluarha wirata, apa yang salah" ucap mommy memukul kepala haris
"Tentu saja... Dia milikku" kesal haris
"Terserah kau saja.. Belum menikah sudah posesif" sindir mommy
"Jangan kau hiraukan ucapan haris nak... Dia memang seperti itu" ucap daddy
"Aku tau om..., dia juga sangat galak padaku jika dikantor" bisik manda di telinga daddy
"Benarkah...?" tanya daddy tak percaya
"Aku serius.. Bahkan aku sering mendapatkan amarahnya" adu manda kesal
__ADS_1
"Biar nanti om akan memarahinya... Kau tenang saja, jangan takut" daddy mengelus kepala manda dengan sayang
haris yang melihat kedekatan manda dan kedua orang tuanyaenjadi senang dan kesal.