Hantu Villa

Hantu Villa
Mbah Raju Part 1


__ADS_3

Kisah ini berasal dari seorang narasumber yang bernama Rifki, oh ya ini hanya nama samaran dan semua nama yang ada di sini sudah disamarkan oleh penulis, karena permintaan dari narasumbernya, jadi jika ada nama yang sama itu cuma kebetulan aja.


Jadi kisah ini dari sudut pandang Rifki, yang mana dia menceritakan kisah yang dialami bapaknya, yang bernama pak Hanbi dan terjadi pada tahun 2010 lalu.


Jadi saat itu pak Hanbi ini tinggal di Jakarta dengan istri dan 3 anaknya, salah satunya si Rifki ini, dan sebelum diceritakan kejadiannya, aku ceritakan dulu latar belakang keluarganya supaya kalian bisa paham dengan alur ceritanya.


Mulanya saat pak Hanbi masih muda sebelum pak Hanbi ini berkeluarga, dia tinggal dengan orang tua angkatnya di sebuah perkampungan yang jaraknya 6 jam perjalanan dari Jakarta, pak Hanbi tinggal dengan orang tua angkat karena memang kedua orang tua kandungnya sudah meninggal sejak pak Hanbi masih kecil, maka dari itu dia diangkat jadi anak oleh salah satu keluarga, itu keluarganya mbah Raju.


Mbah Raju sebagai bapak angkatnya pak hanbi, dan Mbah Raju ini sangat sayang sekali dengan pak Hanbi yang bener-benar dianggap layaknya anak kandung, bahkan Hanbi muda juga dibiayai hingga lulus sekolah, dan mbah Raju tidak membedakan pak Hanbi dengan anak kandungnya sendiri.


Tapi sayang, istri mbah Raju yaitu eyang Sumi, sebaliknya tak pernah suka dengan pak Hanbi, bukan Cuma eyang Sumi tapi ada beberapa keluarganya yang juga tidak suka dengan pak Hanbi, itu karena ada masalah keluarga mereka yang katanya tak bisa diceritakan.


Karena itu, dia merasa tidak diterima dan sering tak dihargai. Malah gara-gara hadirnya pak Hanbi ini, mbah Raju dan eyang Sumi sering sekali betengkar, akhirnya saat pak Hanbi berusia 19 tahun, di sekitaran tahun 90 dia memutuskan pergi meninggalkan keluarga angkatnya di desa, pergi merantau hidup sebatang kara dan berakhir dia stay dan berkeluarga di Jakarta.


Sejak itu sampai di tahun 2010 atau kurang lebih sekitar 20 tahun, pak Hanbi ini bener-benar sudah tak terdenger kabar keluarga angkatnya lagi, bukan karena lupa tapi pak Hanbi selalu takut atau segan nmemberi kabar keluarga angkatnya. Karena dia ingat bagaimana mereka memperlakukan pak Hanbi.


Jadi di tahun 2010 itu pak Hanbi ini mulai sering terpikirkan dengan mbah Raju, karena beberapa kali dia memimpikan mbah Raju, dia tak bisa ingat bagaimana mimpinya, tapi yang dia ingat muka mbah Raju yang sangat jelas sekali.


impi itu pak Hanbi ini merasa seperti memori yang kembali terpanggil, dan karena itu pak Hanbi ini selalu melamun memikirkannya, yang akhirnya membuat pak Hanbi memberanikan diri berangkat menjenguk keluarga angkatnya di desa dengan istrinya berharap kedatangan mereka bisa diterima.Pak Hanbi mengambil cuti dari pekerjaannya selama seminggu yang dia pikir masalah akan beres di waktu yang tepat, lagi pula, cuti seminggu sudah tergolong lama menurut pak Hanbi.


Dalam perjalan ke desa itu ada kejadian aneh, yang mana terjadi di sebuah lokasi yang terbilang ya sangat ramai oleh kegiatan manusia, yang pasti ini ada hubungannya dengan mbah Raju.


Sepanjang perjanan pak Hanbi ini beberapa kali seperti terbayangkan oleh sosok mbah Raju, yang pertama saat mereka mengisi bahan bakar di pom bensin, pak Hanbi ini sekilas melihat mbah Raju dari kejauan, ada bapak-bapak yang lumayan tua tapi belum setua kakek-kake, yang menggunakan baju garis-garis mirip sekali dengan mbah Raju.


Tapi di sini, pak Hanbi gak begitu yakin dan ia memendamnya tanpa mengutarakan keresahannya tersebut ke sang istri.


Kali kedua kejadian aneh lainnya kembali terjadi, kali ini saat mereka berhenti untuk makan di perjalanan (rest area) yang masih beberapa jam lagi untuk sampai di desanya, pak Hanbi ini kembali melihat sosok bapak paru baya yang ada di pom bensin tadi dengan penampilan dan pakaian yang sama.


Untuk kejadian yang kedua ini, pak hanbi mengatakan ke sang istri


"Bapak-bapak itu kok mirip banget dengan mbah Raju," ucap Hanbi.


Saat itu istrinya tidak terlalu panik karena belum pernah sekalipun melihat mbah Raju, jadi dia tak tau perawakannya seperti apa.


Lalu mereka pun melanjutkan perjalanan mereka, di perjalanan pak Hanbi terbesit sebuah pikiran yang aneh.


"Bapak-bapak yang dia lihat di pom bensin dan di rumah makan itu, mirip banget dengan mbah Raju, apa lagi bajunya juga sekilas kaya sama, pake baju garis-garis," ucapnya dalam hati.

__ADS_1


Pak Hanbi seketika langsung menepis pikiran negatifnya itu, ia menganggap gangguan penglihatan tadi hanya sekedar pengaruh rasa rindu semata.


Ketika mereka sampai di desanya waktu menunjukkan sudah selesai maghrib, tapi mereka tidak langsung ke rumah karena belum sholat maghrib dan mereka berniat untuk sholat di sebuah mushola di perbatasan desa tersebut, biasanya di sebut mushola ujung, yang mana pas mereka sholat di mushola sudah sepi karena orang-orang sudah selesai sholat magrib.


Selesai sholat maghrib, pak Hanbi dikagetkan denga hadirnya sosok lelaki misterius yang mirip mbah Raju tadi, kali ini mereka berdua berpapasan dengan pak Hanbi yang hendak keluar mushola, dan lelaki itu yag hendak masuk ke mushola.


Disitu mereka kaget, tapi senang juga, seketika Hanbi langsung mencium tangan mbah Raju dan disambut oleh ayah angkatnya itu. Lalu mbah Raju pun menyuruh langsung ke rumah.


“Ibumu ada di rumah, bapak sholat dulu di sini nak, di sana ada neneng juga dan suaminya," kata mbah Raju dengan senyum kepada pak Hanbi dan keluarganya kepada pak Hanbi dan keluarganya.


“iya pak, kami juga sudah Lelah di perjalanan nih, kami duluan ya pak," balas pak Hanbi.


Mereka pun pamit langsung ke rumah, di sini sebenarnya selain senang pak Hanbi ngerasa aneh, dan seperti ada sesuatu yang janggal, tapi tak tau apa, yang dipikirkan dengan pak Hanbi saat itu, si mbah masih kelihatan muda, masih keliatan seperti terakhir dia liat di tahun 90, mukanya itu tak menua dan fisiknya yang masih gagah


Lalu saat mereka sampai di rumah, syukurnya semua keluarganya sudah menerima, merekapun disambut dengan keluarga mbah Raju yang saat itu ada di rumah, di situ ada adik angkatnya pak Hanbi salah satunya yang kita fokuskan di sini yang bernama Neneng, sebetulnya ada beberapa adik angkatnya pak Hanbi lagi tapi mereka ada di lain desa tapi masih di kota yang sama.


Saat itu Neneng ini udah berkeluarga dia juga tinggal di rumah itu, dengan suami dan keempat anaknya. Mereka salam-salaman pastinya, dan terjadi begitu ssangat dramatis karena sudah 20 tahun tak bertemu, lalu Neneng pun mengajak mereka melihat eyang Sumi, yang saat itu eyang Sumi sedang terbaring di kamarnya, jadi karena eyang sudah cukup tua, umurnya sekitaran 70an, jadi eyang Sumi sudah sulit untuk berjalan, dia hanya menghabiskan waktunya lebih banyak berbaring, hanya sesekali jalan yang itupun harus dibantu atau pakai tongkat.


Eyang Sumi saat itu sudah kesulitan dengar dan berbicara, jadi dia kalo ngomong suaranya sudah tidak jelas lagi.


Di situ pak Hanbi pun langsung mencium tangan eyang Sumi, disitu eyang cuman menatap pak Hanbi, tak bicara apapun, tapi syukurnya eyang senyum melihat pak Hanbi, pada kejadian tersebut sepertinya eyang Sumi sudah pikun dan melihat sosok Hanbi hanya sekedar orang baru saja dan sudah tidak membenci Hanbi itu.


Setelah itu Neneng pun langsung menyuguhkan pak Hanbi dengan istrinya dan anak-anaknya makan malam. Saat sedang mau makan, di sini pak Hanbi menanyakan soal mbah Raju.


“Bapak masih lama pulang ndak?, tadi di musola ujung ketemu bapak, katanya mau sholat sek,” Neneng dengar itu kaget, dan langsung ngerasa lesu.


Akhirnya Neneng setelah tertegun beberapa saat, dia buka suara.


“Bapak sudah ndak ada bang sudah meninggal, sudah dari tahun 92 setelah kamu ninggalin omah, bapak meninggal karena sakit,” jelas Neneng dengan agak berkaca-kaca.


Pak Hanbi dan istrinya pun langsung kaget, merasa ketidak mungkinan, karena di musola itu dia bener-benar melihat mbah Raju dengan matanya sendiri, bahkan sempat tegur sapa dan bersalaman dengan mbah Raju juga. Tak mungkin selama ini pak Hanbi mengigau atau berhalusinasi, semuanya terasa nyata.


Lalu Neneng menjelaskan lagi, kalau ada sesuatu yang aneh dengan mbah Raju, karena beberapa tahun terakhir, mereka juga sering melihat sosok mbah Raju, yang pasti mereka tak tau itu mbah emang mbah Raju atau sosok jin yang menyerupai mbah Raju.


Kadang mereka melihat itu di rumah atau di mushola, kadang mereka cuma dengar suara mbah Raju, itu sudah sering terjadi sejak beberapa tahun terkahir, yang mereka juga tak tau maksudnya apa, apa karena mbah gak tenang di alamnya atau gimana?.


Yang anehnya lagi, di waktu bersamaan juga, sejak mereka mulai sering melihat sosok mbah Raju, eyang Sumi juga mendadak merasa tubuhnya berat, makin sulit bicara dan jalan. Dan itulah kenapa eyang Sumi cuma bisa berbaring, cuma sesekali saja jalan, itupun kalo jalan cuma ke kamar mandi saja.

__ADS_1


Padahal sebelumnya eyang Sumi masih sering kesana kemari bahkan masih suka masak dan belanja. Semua terjadi begitu mendadak tentang sakitnya eyang Sumi, tanpa gejala sebelumnya.


Di sini pak Hanbi betul-betul tak menyangka dengan kenyataan yang terjadi, tubuh pak Hanbi menegang di meja makan dengan seribu pertanyaan, akhirnya pak Hanbi nanya lagi.


“Apa yg terjadi dengan bapak, sama ibu?, kok bisa kaya gitu neng?," tanya pak Hanbi.


Akhirnya Nenengpun menceritakan dari awal mulanya.


Awal mulanya sekitar 2 tahun yang lalu, eyang Sumi yang keadaannya masih normal, tiba-tiba tengah malam sering ngomong sendiri, mereka yang ada di rumah itu awalnya sempat mikir, mungkin eyang sumi ngelindur kali.


Tapi karena sudah terlalu sering, dan prcakapannya pun aneh, seolah-olah eyang sedang ngomong dgn mbah Raju. Akhrinya mereka beranikan tanya langsung ke eyang Sumi.


"Ibu sudah malem ngomong dengan siapa?" kata Neneng saat dulu awal dengar nenek bicara sendiri.


Eyang sumi dengan santainya cuma jawab.


“Oh bapak mu semalam datang, nanyain tikar," eyang jawab benar-benar santai, tanpa sedih tanpa takut sama sekali, yang seolah mbah Raju itu masih hidup.


Besoknya kejadian lagi, eyang sumi ngomong tengah malam lagi, paginya ditanyain lagi, semua jawabannya pokoknya itu selalu random tapi tetap dan selalu dia berkomunikasi dengan mbah Raju.


Dari situ juga dimulai eyang Sumi mengeluh kakinya sakit, badanya sakit, dan secara perlahan dan dalam waktu singkat eyang kesulitan bicara. Jadi tahapannya adalah eyang Sumi sulit berbicara lalu kemudian eyang sulit mendengar, disusul sulit berjalan.


Akhirnya eyang cuma bisa berbaring saja di kamar. Awalnya mereka mengira mungkin karen faktor usia eyang yang emang sudah tergolong tua, mungkin karena itu. Yasudah mereka pun (Neneng dan adik-adiknya) akhrinya merawat eyang.


Tapi setiap malam eyang masih terus ngomong sendiri di kamarnya, awalnya mereka semua menganggap mungkin karena udah tua, itu halusinasi eyang aja ketemu mbah Raju dan akhirnya orang-orang di rumah itu jadi terbiasa.


Sejak dari sini mereka itu mulai sering ngeliat sosok mbah Raju yang emang benar-benar jelas mereka lihat, sama kaya pak Hanbi ngeliat sosok mbah Raju.


Nah yang pertama ngeliat Neneng, jadi ceritanya saat itu sore si Neneng ini mau masak untuk makan malam, nah di dapurnya dia ada jendela kaca di samping, dari jendela itu atau di balik dinding dapurnya, itu beberapa kali terdengar suara langkah kaki, dan terlihat dari jendelanya seperti ada orang yang lewat.


Awalnya Neneng mengira itu suaminya, tapi aneh, yang lewat itu jalan bolak balik, karena penasaran begitu terdengar suara langkah kakinya neneng ini langsung segera melihat ke jendela, dan disitu dia ngeliat sekilas dari jendela dapurnya yang lewat itu adalah mbah Raju.


Di sini dia masi mikir apa dia salah liat?, akhrinya dia cek, tapi di situ gak ada siapapun. Yang anehnya kalopun itu orang lain, harusnya masih keliatan, tapi ini benar-benar gak keliatan lagi.


Sambil kebingungan Neneng ini pun lanjutin masaknya, malamnya dia cerita soal ini ke suami dan adiknya yang juga sedang berkunjung di rumah itu. Semua responya, ah paling salah liat.


Tapi besoknya, suaminya Neneng ini ngeliat juga, tapi di musola ujung, musola tempat pak Hanbi ngeliat mbah Raju juga.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2