Hanya Figuran Cadangan

Hanya Figuran Cadangan
Kelas Paling Berisik


__ADS_3

Ibu Zainab masuk ke dalam kelas, lalu meletakkan setumpuk buku di atas mejanya. Ibu Zainab menerangkan mengenai pembelajaran, sebuah kata kerja dalam bahasa Inggris.


"Bermain, memancing, menyapu, memotong, membersihkan, memasak, termasuk dalam kata kerja. Kata kerja ini contohnya accept berarti menerima, walk berarti berjalan, dan run berlari. Paham tidak?" ucap Ibu Zainab.


"Iya Bu, paham." jawab semuanya serentak.


"Bu, tidur merupakan kata kerja tidak?" tanya Cekka.


"Tidur itu kata kerja verbal dasar bebas." jawab ibu Zainab.


Mereka disuruh mengerjakan latihan bahasa Inggris, lalu dikumpulkan saat sudah selesai mengerjakannya. Yuli duluan selesai mengerjakannya, lalu mengumpulkan buku di depan. Semua orang keluar dari kelas, usai melaksanakan tugas sulit.


"Cekka, kita bermain gitar yuk." ajak Tommi.


"Ayo, ajak Babay juga untuk melemparkan ketapel." jawab Cekka.


Nikna sedang lewat bersama Ratia, Kiras, dan Yuli. Cekka dengan usil memainkan ketapel, hingga terkena jidat Nikna.


"Woi, kamu cari mati dengan anak preman." tegur Nikna, dengan spontan.


"Tidak ah, aku tertunduk minta ampun." jawab Cekka.


Nikna tertawa lantang, lalu tersenyum ke arahnya. Cekka menyatukan telapak tangannya dengan Nikna di atas udara.

__ADS_1


"Benar-benar teman yang asyik. Aku suka dengan sifat kamu Nikna." ucap Cekka.


"Bagus, aku memang seperti apa adanya." jawab Nikna.


Ibu Mihayu menjelaskan, cara mengelola buku besar. Semua siswa dan siswi duduk, mendengarkan apa yang dijelaskan. Ibu Mihayu mengetuk papan tulis tiga kali, saat mendengarkan suara sibuk semua siswa.


"Kalian tidak bisa menghargai Ibu iya." ucap ibu Mihayu.


"Tidak seperti itu Bu, namun memang ada hal yang membuat kami ingin bicara." jawab Cekka, mewakili suara yang lain.


"Katakan saja jangan bertele-tele, bila perlu berbicara saat jam istirahat tiba. Kalau bicara sekarang, sama saja kamu menantang Ibu." ujar ibu Mihayu.


"Maaf Bu, menurutku menahan untuk berbicara itu membuat nafas sesak." jawab Cekka.


"Kalau gitu, kamu ungkapkan saja saat jam istirahat. Khusus pembelajaran tolong diam, jangan sibuk berbicara tidak penting." jawab Mihayu.


"Ibu akan berikan contoh, bentuk laporan buku besar dengan akun T. Namun berbentuk tabel juga bisa, tidak jauh berbeda caranya. Nominal saldo tetap diletakkan berdasarkan perhitungan debit dan kredit. Maka dari itu, penjelasan tentang persamaan dasar Akuntansi dari Ibu Aima penting untuk dihafal. Itu merupakan sebuah rumus, supaya kalian bisa sampai balance. Apa kalian paham sampai di sini."


"Paham Bu." jawab semuanya serentak.


Jam istirahat tiba, Shari pergi bersama Maria dan Ningsih. Mereka membeli sosis bakar, dan juga pempek sambal. Shari diam saja, meski pun Qusna mengikuti mereka.


"Shari, kenapa kamu hanya beli satu pempek?" tanya Qusna.

__ADS_1


"Tidak apa-apa." jawab Shari.


"Biar aku yang traktir, tambah lagi sana." ujar Qusna.


"Kamu beli untuk diri sendiri saja. Nanti kalau kurang, kamu sibuk minta traktir dengan Yani." jawab Shari, dengan datar.


Shari dan seluruh siswa melihat ibu Aima masuk ke dalam kelas. Ada informasi penting, yang hendak diberitahu olehnya.


"Anak-anak, kalian disuruh membantu kelas Perkebunan memanen hasil lahan pertanian." ucap ibu Aima.


"Boleh Bu, tapi kami minta bagian." jawab Cekka, dibarengi dengan cengengesan.


"Soal ini kalian bermusyawarah dengan kelas mereka saja." ujar ibu Aima.


"Baik Bu, kalau ada bagian kami pasti giat." Cekka cengar-cengir.


Shari dan teman-teman sekelasnya baru saja datang, untuk membantu kelas Perkebunan memanen hasil pertanian. Siswa dari jurusan koki turut serta membantu, memetik kacang panjang bertujuan untuk dimasak.


Seorang laki-laki memulai pembicaraan. "Sana pergi, jurusan Akuntansi jangan ke sini. Kalian nanti bisa hitam, jika berdiri di tengah terik matahari."


"Tidak apa-apa, ini namanya solidaritas." jawab Cekka.


Gugus tersenyum mengejek. "Kami tidak akan hitam, berbeda dengan perempuan itu. Dia tampak dekil, jadi kasian bila berjemur lagi." Menunjuk Shari.

__ADS_1


"Hahah..." Semuanya tertawa serentak.


__ADS_2