Hanya Figuran Cadangan

Hanya Figuran Cadangan
Praktik Sistem Ganda


__ADS_3

Detik demi detik berlalu, berganti menjadi menit bertukar jadi jam. Selalu saja Shari berusaha mengalihkan pikiran, agar melupakan Irul dari ingatannya. Walau pun yang lain menjadi seperti alarm, yang berisik tiap saat tertentu.


Waktu praktik kerja industri mulai dilaksanakan, Shari, Yuli, Ningsih, dan Maria memilih tempat yang sama. Mereka magang di satu tempat, sedangkan yang lainnya praktik di perusahaan lain. Shari bersyukur, karena dia berpisah dengan Irul. Hanya beberapa orang, yang menjadi temannya.


Sebuah pesan masuk ke dalam ponsel Yuli, saat sedang berada di kontrakan. Shari makan telur bersama Ningsih, dan juga Maria. Tiba-tiba berganti jadi saling menelepon, karena bisa berbicara lebih leluasa.


"Eh Yuli, tolong kamu ke sini sekarang. Aku ingin mengajak kumpul bersama, kangen tidak bertemu." ujar Ratia.


"Heheh, baru juga seminggu." jawab Yuli.


Maria dan Ningsih ingin pergi ke apotek, untuk membeli obat sakit gigi. Sedangkan Shari tertinggal bersama Yuli, hanya berdua dalam ruang tamu.


"Shari, temani aku iya. Aku ingin bertemu teman-temanku." ucapnya.


"Maaf Yuli, aku tidak bisa." Shari menolak halus.


”Aku bukan tidak mau membantumu, aku sakit hati dengan perlakuan teman-teman kamu.” batin Shari.


Sulit sekali menjelaskannya, di sisi lain malas. Namun Shari juga tahu, bahwa mereka adalah teman-teman akrabnya Yuli.


Yuli mengerucutkan bibirnya. "Masa si, kamu sama teman sendiri menolak. Aku ingin pergi denganmu, ayolah!"

__ADS_1


"Baiklah, ayo kita pergi." jawab Shari.


Shari ikut melangkahkan kaki, lalu naik ke atas motor. Yuli yang menyetir motor, dengan menggunakan helem. Shari ikut hanya untuk menemani Yuli, karena dia butuh teman. Kalau tidak karena paksaan dan permohonannya, Shari juga tidak akan ikut untuk kumpul bersama.


"Eh, ayo kita pergi dan bersantai." ujar Yuli.


"Di kedai saja, bisa sekalian makan-makan." Kiras mengusulkan idenya.


Saat sedang makan bersama, tiba-tiba Shari ingin ke toilet. Dia pun berjalan dengan pelan-pelan, tanpa mengetahui Irul juga hendak ke toilet. Cekka dengan usil mendorong Shari, lalu tidak sengaja memeluk Irul dari belakang. Shari membulatkan kedua bola matanya refleks, lalu melepaskan telapak tangannya yang lancang.


"Widih, memang benar dugaan ku. Pasti Shari mau mengajak macam-macam." ujar Cekka.


Irul menoleh ke belakang, sudah ada teman-teman sekelasnya. "Sudahlah Cekka, bosan mendengar celotehan kamu."


"Sudahlah, jangan berdusta! Akui saja, kalau kamu yang melakukannya." jawab Shari.


Shari melihat ke arah Irul, yang sedang cemberut. Entah apa permasalahannya, hingga Irul berubah drastis.


Shari menundukkan kepalanya. "Aku benar-benar tidak sengaja, maaf!" ujarnya.


"Hmm..." Irul langsung pergi, mengabaikan yang tertinggal.

__ADS_1


Nikna yang sejak tadi berada di kejauhan, memilih berjalan mendekati Irul. Shari cemberut saat diinterogasi oleh tukang bully, dengan merongrong secara paksa. Nikna berjalan ke arah Cekka, lalu melihat Shari dengan tidak suka.


"Dia merebut pacar kamu Nikna, sampai memeluk dari belakang lagi." ujar Cekka, sengaja mengadu.


Nikna berpangku tangan. "Kalian pergi saja, nanti dia menangis."


"Siap Nikna!" Bara mengangkat telapak tangan hormat.


"Ayo cepat pergi!" ajak Gundi.


Bara dengan cepat berjalan, sambil bergandengan tangan dengan Gundi. Cekka dan Gugus melewati Irul sambil tersenyum. Nikna melihat Shari dari atas sampai bawah.


"Kamu menggoda pacarku iya, apa sudah kehilangan harga diri." ujar Nikna.


"Nikna, yang memulai rombongan Cekka. Kamu jangan asal bicara, diajak pacaran pun aku tidak akan mau. Apalagi, sampai melakukan hal yang tidak pernah terlintas sebagai niat." jelas Shari.


Nikna mendorong pundak Shari dengan jari telunjuknya. "Aku ingatkan kamu, berhenti mengejar pacarku."


Shari menatap tajam ke arah Nikna, karena berani seenaknya menyerang. "Tolong kondisikan jari telunjuk kamu, karena aku bisa melawan jika terus disudutkan."


"Kalau kamu memang tidak menggoda, mengapa pergi ke sini? Kamu magang itu di perusahaan lain." ujar Nikna.

__ADS_1


"Aku ke sini bukan menemui pacar kamu. Aku ingin menemani Yuli bertemu, dengan teman-temannya."


__ADS_2