Hanya Figuran Cadangan

Hanya Figuran Cadangan
Burung Hantu


__ADS_3

Nikna makan cilok hingga saos berlumuran di pipi, lalu Irul mengelapnya dengan tisu secara perlahan. Shari merogoh saku roknya, lalu melihat tisu yang diberikan Irul.


"Apa kamu memang seperti itu, pada semua perempuan?"


Cekka heboh melihat burung hantu, memanjat di atas genteng kelas. Dia memanggil semua teman-teman, sampai suaranya terdengar ke kelas lain.


"Kenapa burung hantu di atas sana oi?" tanya Cekka.


"Dia menunggu ditembak." jawab Bara.


Ratia melihat ke atas genteng, lalu tertawa dengan kuat. Nikna melompat-lompat, sambil menunjuk burung hantu tersebut.


"Hahah..." Ratia tertawa.


Gundi melihat ke arah Ratia. "Mengapa kamu ini tertawa terus? Cuma burung hantu, apa yang lucu."


"Cekka seperti ada gempa saja, heboh berteriak-teriak keterlaluan. Eh, tidak tahunya cuma burung hantu. Terlalu lawak, itu yang sebenarnya." Ratia nyengir, senyum-senyum sendiri.


"Hahah..." Yuli tertawa, bersamaan dengan Kiras dan Nuri.


"Aku kalau jadi guru, sudah sumpal mulut Cekka menggunakan batu giling." Gugus tegak pinggang.


"Seperti yang ngomong tidak cerewet saja. Kalian berdua itu sama-sama mulut besar." Agicy nyengir ke arah Cekka.


"Bagiku, di dunia ini yang harus dikasihani adalah closed. Dia demi membuat nyaman, rela berkorban terhina." Babay memperlihatkan raut wajah prihatin.


"Biarkan closed berkembang." jawab Nikna.

__ADS_1


Ande membuka mulutnya lebar, seperti mangap-mangap mengantuk. "Haduh, merasa gerah hari ini."


"Mandi sana, bebek sudah menunggumu." Tommi cengengesan.


Shari dan Maria diam saja, berdiri di depan pintu. Shari ingin ikut nimbrung gitu, tapi tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Haruskah dia melompat membawa sayap, agar bisa terbang lucu bagai kupu-kupu.


Dia 'kan memang pendiam, sama halnya dengan Maria. Seakan berbicara di depan umum, menjadi momok yang menakutkan. Sementara di sisi lain, Qusna dan Ningsih berbicara urusan mereka sendiri.


"Ningsih, aku tidak tahu Akuntansi. Bantu aku iya!" ujar Qusna.


"Iya, boleh kok." jawabnya.


"Bagian jurnal pembalik aku tidak tahu." Qusna menggaruk kepalanya, dengan raut wajah bingung.


"Ayo kita kerjakan di kelas." ajak Ningsih.


"Maria, aku nyiapin hadiah untuk kamu." ucap Shari.


"Hadiah apa?" Maria tersenyum.


"Hadiah boneka kanguru." ujar Shari.


"Hahah... seperti anak kecil saja." jawab Maria.


Shari tersenyum, sambil menggoyangkan boneka kanguru di tangannya. Maria tertawa terbahak-bahak, meski dengan suara lirih.


"Lucu 'kan? Kamu bilang hanya kanguru. Namun, dia hewan yang unik. Bayangkan saja, bisa mengantongi anaknya."

__ADS_1


"Mantap jadi pajangan." Maria menatap boneka itu kagum.


Irul melihat Nikna yang sedang ketiduran, wajahnya tampak sangat kelelahan. Irul mengusap jilbab Nikna, lalu menutupi tubuhnya dengan jaket. Dia tampak menggigil, dalam pejam pulas. Shari melihat dari kejauhan, lalu mengucapkan istighfar berulang kali.


”Ya Allah, jauhkan perasaan ini. Dia tidak menyukaiku ya Allah, biarkan aku mengikhlaskannya. Jangan sampai ada yang mengetahui perasaanku, biarlah hal ini menjadi rahasia antara aku dan Engkau. Biarlah cukup Engkau yang tahu, betapa sakitnya menaruh hati pada manusia.”


Yani dan Agicy melihat sebuah postingan lewat beranda Facebook. Hal itu memicu rasa penasaran, karena notabene Shari yang cuek dan pendiam.


"Eh, siapa yang Shari maksud?" tanya Agicy.


"Tidak tahu, dia 'kan orangnya tertutup." jawab Yani.


"Ada apa oi?" tanya Cekka, ikut heboh.


"Biasa anak misterius di kelas, sedang membuat sebuah caption." Gugus cengengesan.


"Oh iya, kita lupa ingin mengerjai Shari. Dia suka sama siapa, ayo kita cari tahu. Membuat drama yang bisa buat dia menangis. Seru juga tuh, kalau dia baper." Cekka tersenyum, dengan niat jahatnya.


"Malas ah, nanti dia marah." jawab Babay.


Gundi tiba-tiba mendengar bisikan di telinga kiri. "Kalau kita tahu siapa yang dia suka, kita bully saja lagi."


Agicy geleng-geleng kepala. "Kurang kerjaan kalian ini."


"Biar happy bro, ayo cari tahu dari Maria." Cekka bersemangat.


"Terserah kalian, aku ikut mengerjainya saja hihi..." Gugus cengengesan.

__ADS_1


"Jangan lupa beritahu aku, kalau kalian berhasil menjalankan rencana." Agicy tersenyum.


__ADS_2