Hanya Sebagai Ibu Sambung Dari Anak Sang Ceo

Hanya Sebagai Ibu Sambung Dari Anak Sang Ceo
part I


__ADS_3

"oek oek oek" terdengar suara tangisan bayi yang membuat dua pasangan yang baru saja menikah itu terbangun dengan cepat pengganti wanita langsung menggendong abyaz anak dari suaminya


sedangkan abizar masih terdiam di tempatnya, tapi pikirannya selalu dengan hal yang negative entahlah, baginya perempuan yang ia nikahi adalah wanita ular, walau dia hampir mirip dengan istrinya yang baru saja menghembuskan nafasnya setelah melahirkan


Muhammad abyaz adytia yang membuatnya membenci abyaz karena ia merasa bahwa abyaz pertanda buruk baginya, sedangkan wanita yang baru saja ia nikahi sudah berhasil membuat abyaz tenang dan kembali tidur


kiara istri barunya, istri? baru? mungkin istri baru hanya dalam kertas dan publik, walau sebenarnya kiara hanya akan menjadi baby sister abyaz dan shereya


kiara pun menaruh abyaz di kasur bayi yang terletak di samping pintu kamar mandi, segera kiara menutup kasur bayi abyaz dengan kelambu agar tidak di gigit nyamuk, kiara pun kembali ke tempat tidur


"secepat itu?" tanya abizar, abizar masih tidak percaya jika kiara melakukannya dengan cepat


"emang kenapa?" bukannya menjawab kiara malah bertanya, hanya gelengan kepala yang abizar berikan


mereka berdua pun kembali tertidur untuk melanjutkan aktivitas masing masing di hari esok, ingat 'MASING MASING'


-pagi-


belum lagi matahari menampakkan sinarnya, kiara sudah berada di dapur dari rumah besar tersebut, walau pelayan harus gemetaran takut jika kiara malah menghancurkan dapur tapi apa boleh buat


segera kiara menyelesaikan masakannya ketika jam menunjukkan pukul enam pagi, kiara segera menyajikannya di meja makan dan kembali ke kamarnya


kiara terlebih dahulu membersihkan dirinya, 30 menit berlalu kiara sudah keluar dengan mini dress, setelah merasa dirinya sudah terlihat rapih dengan skincare paginya


kiara kembali keluar dan masuk ke kamar shereya atau reya, dengan pelan namun pasti kiara membangunkan reya tak perlu ada drama pagi hari, reya sudah bangun dan segera kiara memandikan reya, setelah menyelesaikan mandinya


kiara segera memakaikan reya baju sekolah, dan menyusun perlengkapan reya untuk di bawa ke sekolah, kini kiara mengantarkan reya ke ruang tamu


tepat reya sudah duduk, ibunya abizar datang nyonya Belinda adytia, linda nampak kaget ketika melihat reya sudah bersih dan rapi dengan baju sekolahnya, linda segera tersenyum


"tak salah orang aku ternyata memilih Kiara"


ucap linda dalam hati, dan mendekati cucu perempuannya kiara pun menitipkan reya dengan ibu mertuanya dan segera kiara kembali ke kamarnya dan membangunkan suaminya


entah berapa kali kiara membangunkan suaminya, mungkin ini yang ke 15? kesabaran kiara sudah habis


"tuan! tuan!! tuan abizar! bangun kau sudah telat" ucap Kiara sedikit meninggikan suaranya, abizar pun terbangun dan mendudukkan dirinya di atas kasur


"jam berapa sekarang dita?" tanya abizar bukannya memanggil nama istrinya abizar malah memanggil nama kekasihnya

__ADS_1


"sekarang sudah jam 6:32 tuan" ucap kiara santai tak perlu sakit hati, toh emang istri di atas kertas dan publik kan??


abizar segera masuk ke kamar mandi sedangkan kiara sedang menyiapkan perlengkapan kantor sang suami


kiara pun mendekati abyaz ternyata abyaz baru saja terbangun dari mimpi indahnya, kiara segera membuka kelambu abyaz dan menggendong abyaz


merasa jika abyaz sedang bosan Kiara pun, membawa abyaz menuju teras rumah, dan duduk di ayunan yang tersedia di teras, linda pun menatap ke arah teras,


dan tersenyum, benar kata tuan ravindra adytia bahwa kiara fausta abimana, adalah wanita baik baik, kiara adalah wanita pertama yang berhasil membuat abyaz nyaman, dan berhasil membuat abyaz tertawa


entah jika dengan reya, reya pun menghampiri kiara dengan langkah kaki yang cepat


"jangan lari reyaa, tadi malam hujan nanti kamu jatuh" peringat kiara dengan suara tinggi tapi lembut


reya pun mendengarkan dan mulai memperlambat langkahnya,


"mama, besok reya mau ujian" ucap reya ketika sudah sampai di depan kiara, kiara pun tersenyum


"iya sayang nanti mama bantu" ucap kiara dengan tersenyum sedangkan di dalam rumah perang ibu dan anak sudah berlangsung dari dua puluh menit yang lalu


"apa sih ma!! kiara itu cuman wanita penjilat yang mau uangku saja!! paling setelah mendapatkan hati kedua anakku dia akan membawanya dan menyandra anakku dan membuat anakku benci kepadaku!!!" ucap abizar entah dari pemikiran anak autis mana


"untuk apa dia menjadi wanita penjilat?! dia sudah mama papa pilihin! dan pilihan mama papa gak pernah salah abizar! buka matamu, yang wanita penjilat itu adalah dita! wanita yang kau temui hanya dalam satu malam! akhirnya kau jatuh cinta!! itu cinta setan abizar!! sadar!" linda tidak mau kalah dengan anaknya


mereka menghapus semua berita tentang dita nirkala selama ini, agar anaknya tidak meminum minuman terlarang


kini abizar terdiam, apa yang di bilang ibunya benar, selama ini dita tak pernah mau mengangkat telponnya jika tengah malam, jika di angkat pun, suara dita terlihat menahan sesuatu


ibunya juga benar, bahwa hanya karena malam pesta bisnis abizar sudah mencintai dita, abizar memang sudah lama menyadari bahwa cintanya karena setan yang menghasutnya


tapi dita mampu membuatnya nyaman, walau sekarang cintanya mulai hampa ketika berjumpa dengan kiara, tapi ia masih tak mau meninggalkan dita


"putuskan dita" ucap linda kali ini tegas


"ma... jika mereka saling mencintai untuk apa dipisahkan? cinta sejati adalah cinta dimana pasangan saling mencintai satu sama lain, jika nona dita yang di pilih abizar, dan nona dita juga sudah di siapkan oleh sang pencipta untuk apa kita pisahkan? bukannya itu sama dengan kita melanggar takdir tuhan ma?"


kiara kini membuka suaranya, tapi sebelum itu kiara menitipkan reya dan abyaz kepada suster di rumah itu


linda pun melihat ke arah kiara yang masih berdiri di daun pintu, linda merasa jika kiara sudah ia bohongi

__ADS_1


"apa saja yang kau dengar sayang?" tanya linda


"semuanya mungkin? tapi itu tak penting, aku memang berhak tau kan? jadi ketika kontrak kami selesai aku tak perlu merasakan sakit hati, aku juga bisa menjaga jarak dari abizar" ucap kiara tanpa ada sakit hati yang ia rasakan


"tidak! Dita adalah wanita yang tidak baik! mana mungkin dia bisa masuk ke keluarga adytia! yang pantas adalah kamu! walaupun kalian di pertemukan setelah abizar sudah menikah dan di tinggalkan oleh istrinya, tapi kalian sudah menikah! dan Dita tak pantas dengan abizar!" ucap linda menekankan


"maaa cinta abizar dan nona dita akan menang dan tak akan pernah kalah dengan selembar kertas" ucap kiara meyakinkan linda


abizar dan kiara memang sudah di pertemukan oleh ravindra, di setiap pertemuan bisnis dengan keluarga abimana


bahkan kiara memang sempat mencintai abizar tetapi pernah mendengar bahwa abizar sudah meniduri dita membuatnya tak berharap dengan pernikahan mereka


tapi abizar baru saja merasakan perasaan yang tak bisa ia pahami di saat mereka menikah semalam, walau rasa hambar di hati seorang abizar tentang hubungannya dengan dita


tapi ia tak mau meninggalkan dita, sungguh abizar juga pernah meniduri dita walau dita sudah tidak perawan, dari situlah abizar sudah merasa hambar dengan hubungannya


karena bukan dia satu satunya yang memasuki goa milik dita, lama abizar diam


akhirnya abizar pun keluar dan pergi ke kantor, sebelum pergi ke kantor abizar mengantarkan reya ke sekolah dasar


lalu melanjutkan perjalanan nya menuju kantor sedangkan di rumah


"apakh kamu tidak merasa sakit hati?" tanya sang mertua


"mungkin aku sakit hati, tapi aku tak berharap tuan abizar akan mencintai ku ma" jawab kiara dengan air mata yang tak bisa di bendung lagi


kiara pun menghapus air matanya dan pamit untuk memandikan abyaz, kiara pun menghampiri abyaz dan menggendongnya


tak lupa berterimakasih kepada suster yang mau menjaga abyaz, kiara pun segera masuk ke kamar dan menyiapkan alat mandi abyaz


seakan abyaz mengerti permasalahan seorang kiara, abyaz pun menangis sekencang mungkin dan tak mau tenang


"sayang sayang, sayang abyaz ma, ini mama sayang udah udah udah, udah nangisnya ya?, laper ya? mama buatin susu ya sayang? ululu sayang mama sayangg" ucap kiara menenangkan abyaz sembari membuatkan susu untuk abyaz


abyaz memang sudah berusia 15 bulan, dan memang memakan bubur, untuk mengganjal perut abyaz dengan susu


abyaz pun masih menangis dan menolak susu pemberian kiara, abyaz memang tak terlihat perkembangannya, karena abizar sendiri menitipkan abyaz kepada suster


"pappa" teriak abyaz di sela sela tangisnya

__ADS_1


"iya papa ya sayang ya? kita ke kantor papa tapi habis mandi ya sayang? sekalian Ama kak reya ya sayang? udah di udah diem ya anak baikk" ucap kiara


entah di dalam ucapan kiara ada racun apa, akhirnya abyaz pun terdiam dan kiara memandikan abyaz dengan tenang


__ADS_2