
"ma... kenapa mama kesini?" tanya kiara kaget atas kedatangan mamanya,
"mama gak percaya sama kamu lagi! kalo kamu masih mau bertahan dengan laki laki brengsek ini, jangan datang ke keluarga abimana!, keluarga abimana tidak pernah menerima menantu laki laki yang bejat!" ucap kalea, dan segera keluar begitu saja
dengan sepelan mungkin kiara menitipkan abyaz kepada suster di sana, dan pergi menyusul ibunya yang akan masuk ke dalam mobil
entah apa yang ada dipikiran kiara, kiara bersujud di kaki ibunya, mungkin ia salah memilih untuk bertahan, tapi ia juga tidak bisa meninggalkan anak anak yang sekarang menjadi tanggung jawabnya
kalea pun membantu kiara berdiri, se marah marahnya seorang ibu, tidak akan pernah membiarkan anaknya menderita, apa lagi membiarkan anaknya dalam masalah,
"ma... kiara harus bertahan... demi anak anak, kalo abizar memilih nikah sama dita, setidaknya aku bisa tenang jika ada sosok ibu untuk abyaz dan reya, ada yang menjaganya ma... kalo mereka menikah, aku akan berpisah ma..." ucap kiara yang sudah berada di pelukan mamanya
pelukan dari seorang ibu begitu membuat kiara hangat, apa lagi yang di butuhkan kiara hanya bahu untuk dirinya bersandar seorang,
kalea pun mengusap air matanya, dan tersenyum kepada putrinya, jika ia bisa mungkin kalea akan menangis, tapi yang harus dia lakukan adalah menjadi bahu untuk kiara
"nak.... kalo kamu gak tahan, bilang sama mama, sama papa, sama kakak kakak mu dan abang abangmu, mama gak mau kamu kesusahan, jangan mendem semuanya sendiri, kami masih ada nak, walau papamu sedang berada di luar kota, papa akan menjadi sandaran bagimu, jangan merasa sendiri, mungkin ini ujian dari allah agar kamu bisa kuat, dan kamu mengingat tuhan, pesan mama cuman satu, kalo kamu ngerasa gak bisa lanjutin pernikahan mu, pulanglah kerumah, pintu rumah selalu terbuka" nasehat kalea panjang lebar
meyakinkan anaknya jika kiara tidak sendirian, kiara masih punya keluarga yang bisa menjadi sandarannya, kini kiara kembali menangis
kiara pun mengangguk merelakan ibunya pergi untuk sementara waktu, mungkin ini saatnya ia berdiri sendiri tanpa sosok bantuan ibu ataupun ayahnya
kiara menghapus air matanya, agar kalea tidak khawatir dengan kondisi dirinya, setelah kalea pergi, kiara kembali masuk,
segera kiara menggendong abyaz, dan pergi ke kamarnya, kiara mengunci kamarnya dan segera bermain dengan abyaz, reya tidak terlihat di matanya
kini kiara mulai mengajari abyaz untuk berdiri, dan memberitahukan abyaz benda apa saja yang boleh di mainkan dan tidak boleh di mainkan
dengan pelan abyaz bisa berdiri dengan sendirinya, walaupun bisa berdiri, tapi abyaz masih belum bisa berjalan
"pa..." ucap kiara pelan
"aaaa" abyaz mengikuti kiara
"papa, pa... pa" ajari kiara
__ADS_1
"pappa" abyaz kembali mengikuti kiara, kiara pun tersenyum melihat keberhasilan abyaz
baru saja ia bermain main dengan abyaz, terdengar suara ketukan pintu, kiara pun membiarkan abyaz berdiri dengan sanggahan tempat tidur
kini pintu itu terbuka, terlihat abyaz menggendong reya yang sudah berlumuran dengan muntah
kiara segera menggendong reya dan berlari ke dalam kamar mandi, dengan pelan kiara membuka baju reya dan segera membersihkan reya dari muntahannya
"apa yang harus aku lakukan?" tanya abizar kembali panik ketika reya mulai memuntahkan isi perutnya untuk yang kedua kalinya
"ambilkan dia baju, dan minyak kayu putih, baju yang lengan panjang dan celana, serta singlet dan ****** ********" ucap kiara mengarahkan abizar
kiara dengan pelan membersihkan reya dan membiarkan reya memeluknya, abyaz yang merasa sendiri, segera merangkak berjalan ke arah kiara, dan berdiri dengan tumpuan tangan kiara,
reya kembali muntah di baju milik kiara, kiara segera mengelus pinggang reya, dan membiarkan reya muntah dengan puas
abizar sudah kembali, dan dengan cepat masuk ke dalam kamar mandi untuk memberikan perlengkapan reya
"tolong gendong abyaz, aku susah bergerak" titah kiara, abizar pun segera menggendong abyaz keluar, dengan pelan kiara membersihkan reya dari muntahan
kiara dengan pelan membasuhi seluruh badan reya dengan minyak kayu putih, dan segera memakaikan reya baju, setelah semuanya selesai, kiara pun keluar
dan menidurkan reya di tempat tidur, lalu mematikan pendingin di kamarnya, abizar pun segera mendekati kiara dan memberikan abyaz kepada kiara
"dia bau" ucap abizar, kiara pun segera menggendong abyaz dan menggeleng
"ambilkan baju ganti abyaz pempers serta salep" ucap kiara, abizar pun mengangguk dan mengikuti apa perintah kiara
kiara pun masuk ke kamar mandi, dan membuka seluruh pakaian abyaz, lalu membersihkan abyaz dengan pancuran air hangat
kiara membuka handuknya dan membiarkan atas badannya hanya menggunakan bra saja, tepat di saat itu abizar masuk ke dalam kamar mandi, dan memberikan sabun dan sampho milik abyaz
kiara pun menerimanya, dan segera membersihkan abyaz dengan rela membiarkan seluruh badannya terkena air karena ulah abyaz yang merangkak ke sana dan kesini, apa lagi sampai keluar dari tempat pancuran,
saat mengejar abyaz ternyata abizar menunggu di dalam kamar mandi, kiara segera menggendong abyaz dan kembali masuk ke dalam tempat pancuran lalu menutup pintunya
__ADS_1
"kenapa kau menunggu di luar?!" teriak kiara
"emang kenapa?" tanya abizar santai membuka pintu
"aku malu abizar!" teriak kiara kembali dan mulai masuk ke tepi tempat pancuran dengan abyaz di gendongannya
"sudah lihat semuanya juga, bahkan merasakannya" ucap abizar, dan memasuki tempat pancuran lalu menutup pintu
"itukan kesalahan mu!, karena tidak sengaja juga!" ucap kiara tidak mau salah dan segera membersihkan abyaz
"kamu juga mau!" ucap abizar menggoda kiara
"kan kamu yang ngasih obat!, kenapa jadi aku?!" kiara ternyata tau perbuatan abizar
akhirnya abyaz selesai di mandikan, kiara pun menggendong abyaz dan mematikan pancurannya, lalu keluar
kiara dengan cepat memakaikan abyaz baju tidak lupa dengan minyak kayu putih, lalu membedirikan abyaz di dekat pintu
"abyaz megang kayu aja ya, mama mau ganti baju ok?" ucap kiara mengarahkan tangan abyaz memegang kayu
kiara pun membuka seluruh pakaiannya dan memakai buthrobe, lalu menggendong abyaz, dan menidurkan abyaz di samping reya, lalu menaruh bantal dan guling di sekeliling tempat tidur
abizar pun ikut keluar dengan handuk di pinggangnya, lalu memeluk kiara dari belakang, kiara pun kaget dan segera melemparkan bantal ke arah muka abizar
"mesum! cabut sana!" usir kiara tak lupa dengan sebutan untuk abizar
"mesum sama istri sendiri gak papa kali sayang" ucap abizar yang masih betah berada di pelukan kiara
"alah tapi mesum sama cewek lain" sindir kiara
"mesum sama siapa aku emangnya?" tanya abizar
"sama si d wanita ular, yang sok cantik, udah sok cantik, sok lagi gayanya ihhh, najis kalo nengok mukak dia sih, wanita ular taunya rebut lakik orang!" inilah ucapan kiara, menyadarkan abizar
"udah berani ngomong ya kamu" ucap abizar, lalu segera mencium-
__ADS_1