
merek akhirnya sudah sampai di mall, bahkan dewa juga sudah menunggu di dalam cafe yang sudah mereka rencanakan, dewa tampak senang melihat kehadiran kiara
bahkan dengan senang hati reya memamerkan gigi kelincinya kepada dewa, mereka memutuskan untuk makan terlebih dahulu, bahkan dengan rencana yang sudah mereka siapkan
dewa sengaja memotret kiara saat menyuapi abyaz dan reya, bahkan mereka mengambil gambar bersama, tanpa sadar jika itu akan mengundang masalah bagi Kiara kelak
setelah makan mereka mulai membeli pakaian di pusat perbelanjaan, bahkan dua kartu kiara dan satu kartu dewa tidak bisa terpakai lagi
setelah puas dan melihat jam jika malam semakin larut, yang pastinya abizar sudah pulang, akhirnya dewa dan kiara harus berpisah, reya memang belum mengantuk karena harus belajar,
sedangkan abyaz sudah lama tertidur dalam gendongan kiara, mereka pun pulang, dengan persiapan sebelum pergi, kiara membantu reya belajar di mobil sampai reya menghapalnya
akhirnya mereka pun sampai, dengan pelan pak supir menggendong reya, karena reya sudah tertidur, sedangkan kiara sibuk dengan tas belanjaannya dan tas abyaz
kiara mengekori pak mamang dari belakang, setelah sampai di kamar reya, kiara terlebih dahulu masuk ke kamarnya dan meniduri abyaz, lalu mengganti pakaiannya dan menaruh rapi belanjaannya
setelahnya ia kembali ke kamar reya, menyiapkan tas sekolah reya dan menggantikan baju reya, tanpa sadar jika abizar sudah berada di belakang kiara
"dari mana saja nyonya adytia" bisik abizar tepat di kuping milik kiara, baru saja ingin menjauh abizar sudah menahan tubuh kiara dengan kuat, hingga membuat kiara menjadi diam di tempatnya
"l....lepas tuan... bagaimana jika reya bangun...." ucap Kiara sebagai alasan, walau sebenarnya reya melihatnya pun tidak akan mengerti bahwa ibu sambungnya ini sedang tertekan
"reya atau dewa..." ucap abizar masih dengan posisi yang sama
"aku mohon....lepaskan" ucap kiara masih ingin melepaskan diri
"reya atau dewa nyonya adytia" tanya abizar kembali
"apasihhh" jawaban kiara tidak sesuai dengan pertanyaan abizar, bahkan itu bukan jawaban itu hanya perkataan agar mengganti topik saja
"jawab aku nyonya kiara fausta adytia" ucap abizar sembari membalikkan tubuh kiara agar menghapad ke dirinya,
diam, kiara tidak berani menjawab bahkan tidak ada niatan untuk menjawab, yang bisa ia lakukan hanya. mendorong badan abizar agar tak menempel dengannya
__ADS_1
abizar pun memegang tangan kecil yang tak terlalu berisi milik kiara, lalu menariknya dengan sedikit kasar, jika begini kiara hanya bisa pasrah saja
abizar pun membuka pintu kamar mereka dengan kasar, dan langsung menarik tangan kiara dan mendorongnya ke kasurnya, semua abizar lakukan dengan cepat
bukannya malah terjatuh di kasur, malahan perut milik kiara harus mengenai ujung kasur yang berbahan kayu dan terjatuh ke lantai
abizar pun memutuskan untuk keluar dan menutup pin reya, tetapi bukan itu tujuannya, dia pergi menuju dapur
dan membuat dua minuman, yang berasal dari telur, susu, dan madu, setelah minumannya selesai, baru ia kembali ke kamar dengan dua gelas minuman yang ada di tangannya
saat abizar sudah sampai di kamar, terlihat kiara bertelponan dengan dewa, abizar mengetahui itu karena kiara memanggil namanya di akhir telpon
abizar pun menaruh gelasnya di meja panjang yang dekat jaraknya dengan pintu, lalu mengunci pintunya,
kiara langsung menatap ke arah abizar dan menyembunyikan ponselnya, abizar segera mendekatinya, dan tersenyum
"telponan sama siapa nyonya adytia" tanya abizar dengan suara beratnya, dan memeluk kiara
"tidak menelpon siapa siapa siapa" jawab kiara dengan suara ketakutan, abizar masih memeluknya dan entah bagaimana, abizar berhasil merebut ponsel milik kiara yang harganya puluhan juta
"apakah kau tidak rela ketika harus berjauhan dengan dewa?" tanya abizar yang kembali untuk mengambil dua gelas yang di taruh di meja panjang
lalu meminumnya satu gelas tanpa ada rasa ingin muntah sama sekali, lalu mendekati kiara yang sedang menatap ponselnya
abizar langsung menahan pinggang ramping kiara dengan tangan kekarnya, kiara ingin rasanya melarikan diri, dan tertidur bersama reya
"aku mau tidur di kamar reya boleh tuan?" tanya kiara dengan senyum manisnya memperlihatkan gigi taringnya yang imut dan putih
"boleh, setelah meminum ini" tawar abizar, kiara pun mengangguk, satu kesalahan yang dibuat oleh kiara, ia tak sadar jika miliknya sudah di campur dengan obat perangsang
kiara mengambil gelasnya dengan suka rela dan meminumnya secara perlahan, satu tegukan. dia ingin memuntahkan minumannya
baru saja kepalanya ia tundukkan untuk memuntahkannya, abizar sudah menarik pinggangnya agar kembali tegak, dan mengambil alih gelasnya
__ADS_1
lalu meminumkannya ke dalam mulut kiara, setelah gelasnya kosong kiara pun mendorong tangan abizar, agar bau dari gelasnya tidak tercium
lalu melepaskan tangan abizar dari pinggangnya, dan pergi ke kamar reya, tapi ia berhenti di depan pintu, ia merasakan panas yang luar biasa dan sesuatu yang tak pernah dia rasakan sebelumnya
sedangkan abizar masih tersenyum dan merapikan tempat tidurnya, tak lupa ia menggosok giginya, setelah selesai ia pun kembali ke tempat tidur
hanya untuk bermain ponsel saja, kiara merasakan pusing di kepalanya, lalu memutuskan untuk masuk kembali ke kamarnya
kiara hanya diam di depan pintu, melihat ke arah abizar dengan tatapan menginginkan sesuatu, dengan pelan tangannya mengunci pintu
lalu berjalan ke samping abizar yang tengah memainkan ponselnya, kiara menaruh kepalanya di perut suaminya, dan dengan liarnya, tangannya mengelus pusaka milik abizar.
abizar terlihat tidak tahan dengan sentuhan itu, dan memutuskan untuk menahan tangan kiara, lalu menaruh ponselnya di meja samping tempat tidur
lalu menatap ke arah kiara yang sudah mengganti posisinya, kiara sudah berada di samping abizar, dengan tangan nakalnya membuka kancing baju milik abizar
"gosok gigimu dan tidurlah ini sudah malam" ucap abizar yang ingin menjaili kiara
"aku mauuuu" ucap kiara yang sudah tidak tahan untuk menahan hasratnya
"mau apa?" tanya abizar dengan senyum yang ia tahan
"ahhhh, sayanggg aku mau kamu!!" ucap kiara yang sudah tidak tahan dengan hasratnya kali ini kiara ingin mendapatkannya
"gosok gigi dulu sana!" ucap abizar
"enggak... aku mau kamu! setubuhi aku!!!" pinta kiara
abizar pun tersenyum dan langsung menindih tubuh kiara, lalu mencium bibir pink milik kiara, mereka tampak lama melakukan penyatuan bibir, hingga akhirnya abizar melepaskan tautan mereka
kiara tampak tidak rela, dan segera melepaskan tali pinggang yang masih abizar gunakan, kiara benar benar membutuhkan itu!
abizar pun tersenyum, abizar membantu kiara untuk membuka tali pinggangnya, dan segera mengikat kedua tangan kiara ke atas.
__ADS_1
lalu dengan cepat ia membuka seluruh bahan yang berada di tubuhnya, sedang kiara masih utuh dengan pakaiannya, secara perlahan abizar mengecup kaki putih milik kiara