Hanya Sebagai Ibu Sambung Dari Anak Sang Ceo

Hanya Sebagai Ibu Sambung Dari Anak Sang Ceo
part 5


__ADS_3

akhirnya mereka memutuskan pulang ke rumah, setelah berada di rumah, reya juga terlihat baru pulang.


kiara pun mendekati reya, dan memberi instruksi agar reya membuka sepatunya, setelah membuka sepatu, mereka pun masuk


ternyata linda dan ravindra sudah ada di dalam, menunggu kedatangan mereka, linda langsung mendekati kiara


dan merebut abyaz dari gendongan kiara, linda segera kembali ketempat duduknya ketika berhasil mendapatkan abyaz, bahkan ravindra menghasut reya agar mendekatinya


"urus anak gak becus, emang ternyata abizar milih dita gak salah!, sudahlah abizar lamar lah Dita hari ini, mama ingin punya menantu SE talenta dita" ucap linda


kiara hanya bisa bengong, bahkan abizar pergi tanpa membela istrinya, kiara pun ijin untuk masuk ke kamarnya


lalu pergi entah kemana dengan perasaan yang campur aduk, dia pergi ke club milik temannya, mereka memang sudah janjian, dan kiara hanya tinggal meminta ijin kepada suaminya


kiara segera ke ruangan gracellyn, dan rachel, kiara langsung duduk dengan raut wajah susah di artikan


rachel yang sedang melihat berkas segera menghentikan pekerjaannya dan duduk di samping kiara begitu, juga dengan gracellyn


"ada apa? ada masalah dalam rumah tanggamu?" tanya rachel


"apakah suamimu memilih dita?" tanya gracellyn menimpali


kini kiara hanya bisa mengangguk, saat kiara sedang menceritakan kejadian tadi, terdengar suara ribut ribut di luar, mereka bertiga pun segera mengecek


ternyata sedang ada perkelahian, mereka tidak bisa melakukan banyak, hanya bisa melihat, karena yang berkelahi adalah dewa dan abizar


kiara hanya bisa menatap tanpa melakukan apapun, begitu juga dengan gracellyn, tetapi rachel sedang mencari cara bagaimana menghentikan perkelahian mereka


ternyata rachel tidak perlu repot melakukannya, dita sudah menenangkan abizar, rachel segera mendekati dewa dan menahan dewa


gracellyn juga serta mendekati dewa, hanya kiara lah yang tetap pada tempatnya


"Lo lepasin kiara sekarang!! dia gak pantes sama Lo yang bejat!!" teriak dewa


"siapa Lo nyuruh nyruuh gw?!" tolak abizar

__ADS_1


"kiara gak pantas jika harus bersanding dengan lo, kiara bukan sampah, kiara itu emas, dia gak boleh di rusak oleh Lo!" ucap dewa


"enggak! kiara itu sampah! yang berlian cuman dita!, kiara itu wanita murahan yang taunya ngerusak hubungan orang!" ucap abizar


kini air mata kiara menetes, kiara kembali ke ruangan tersebut dan mengambil barang barangnya, setelah merapikan penampilannya, kiara pun pergi tanpa melihat ke belakang


"bajingan Lo zar!!" teriak gracellyn, sembari mengejar kiara


"gw tandain lo!!" ucap rachel, sambil berjalan di depan dita dan abizar,


kiara masuk ke mobilnya, dan segera melajukan kecepatan mobilnya, ia bingung harus ke mana, mungkin akan ke tempat dimana tidak seorang pun mengetahuinya


kiara memutuskan ke pinggiran pantai milik keluarga, kiara duduk di pinggir pantai dengan ayunan, lalu menatap pantai dengan tatapan kosong


"aku kembali, aku kembali dengan sedih, jika biasanya aku akan senang jika kesini, dan menceritakan bagaimana dan sedalam apa aku mencintai abizar, sekarang aku membawa luka.." kiara menggantung ucapannya


"luka ini juga di sebabkan oleh abizar, lucu ya? tapi aku harus berharap apa?" lanjut kiara dengan tetesan air mata


ponsel milik kiara berdering, kiara langsung melihat siapa yang menelponnya adalah mamanya, kalea. kiara segera mengangkat panggilannya, dan berusaha untuk setenang mungkin dan menyembunyikan air matanya


"iya my...aku pulang" ucap kiara ingin mengalah


"hufttt, ada masalah nak?" tanya kalea


"gak my.. mamy tenang aja ok? anakmu ini bisa menjaga diri" jawab kiara berbohong


"kalo ada masalah ceritalah nak, kau masih bagian keluarga abimana, dan selamanya walau nama belakang mu sudah menjadi adytia, aku masih wanita yang mengandung dan melahirkan mu, dan ayahmu masih menjadi laki laki yang pernah jadi pahlawan mu di dogeng" ucap kalea tau jika anaknya ada masalah


"iya my.... aku akan cerita, tapi mungkin ini belum saatnya, aku akan tutup panggilan ya?, da my" ucap kiara dan segera memutuskan panggilan tersebut, lalu pergi ke mobilnya


dan segera menggendarai mobilnya dengan arah tujuan mansion abizar, lama ia di perjalanan karena terjebak macet


dengar dengar ada pasangan kaya yang baru saja lamaran, jadi harus mereka di duluankan


"gila? emang jalanan punya dia ya?, dasar mentang mentang ada duit sok sok an paling berkuasa dia mah" omel kiara

__ADS_1


akhirnya ia sampai di mansion abizar, buru buru ia masuk, karena melihat reya sudah menunggunya di depan pintu


"mama!!" ucap reya kesenangan


"reya sayang..." kiara pun menggendong reya, ia merasa bersalah meninggalkan reya dan abyaz


"mama.... tante dita kesini, terus abyaz selalu nangis sama tante dita" adu reya, kiara tidak jadi herah kenapa ada tangis bayi


kiara pun menurunkan reya dan menggandeng tangan reya, setelah masuk ke dalam rumah, tangis abyaz semakin terdengar


kiara segera menghampiri dita dan mengambil abyaz dari Dita, kini secara perlahan abyaz sudah tenang


"kalo gendong bayi jangan badannya aja, kepalanya juga, pantas ia menangis, karena kepalanya tidak di sanggah, walaupun dia sudah lima belas bulan, kepalanya masih belum kuat" ceramah kiara yang merasa bahwa dita tidak ada apa apanya jika di bandingkan dengan dirinya


abizar hanya bisa mendengar, lalu mendekat ke arah dua wanita yang tak mau ia lepas


"aku mau kamu pindah ke ruang tamu ra" ucap abizar memberikan koper yang isinya semua barang barang kiara


"jangan panggil aku ara!" peringat kiara dengan ganas, abizar pun segera mengambil abyaz, baru saja kiara jalan beberapa langkah, abyaz kembali menangis


abizar kewalahan menjaga abyaz jika terus begini, kiara pun masuk ke kamar tamu dan segera mengemas barang barangnya


lalu kembali keluar dan menggendong abyaz kembali, ternyata linda juga baru sampai, lalu alangkah kagetnya jika dita berada di rumah itu


"zar?" kini seribu pertanyaan sudah muncul di benak linda


"iya ma, aku lamar dita" seakan tau tentang pertanyaan apa yang akan dia dengar, abizar memilih memberitahu


"kita sepakat kalo ini hanya bercandaan karena ulang tahun kiara!!" ucap linda yang merasa anaknya tolol


"tapi aku gak bercanda sama dita ma!" terdengar nada bantahan dari suara abizar


"kalo gak bisa jaga kiara, dan hanya menjadikan anakku sebagai pekerja di rumah ini, balikan dia ke keluarga abimana!" kali ini bukan linda yang berucap, tapi kalea


ibu dari kiara, ia merasa bahwa anaknya mengalami sesuatu yang buruk, jadi ia datang kesini, ternyata dugaannya benar,

__ADS_1


__ADS_2