
kiara menunggu di dekat parkiran rumah sakit, karena abizar menyuruh supirnya untuk pulang, mood dari kiara semakin melayang entah kemana
tak lama dari kiara yang berencana memesan taxci abizar menepuk pundaknya dari belakang, kiara otomatis menoleh ke arah abizar
"mau jalan atau gendong?" tanya abizar mencoba mencari topik dan marahnya kiara
"dimana mobilmu??" tanya kiara dengan pelan
"di ujung dekat pintu keluar" jawab abizar, setelah mendapatkan jawaban itu kiara langsung pergi tanpa menunggu abizar
abizar yang melihat itupun langsung bingung dengan perubahan kiara, abizar segera mengikutinya setelah berfikir beberapa menit
kiara terlihat sudah memelankan jalannya ketika sudah mendekati mobil abizar, abizar segera berlari ke arah kiara
"bisa tidak mengingat suaminya??" tanya abizar pura pura marah
"maaf" jawab kiara lalu mendekat ke pintu samping pengemudi, abizar segera ke bangku pengemudi dan naik, setelah kiara juga naik
--
mereka sudah sampai di rumah, kiara turun dan terlihat sudah ada abyaz yang menunggu mereka, tapi kiara mengacuhkan abyaz dan langsung masuk ke kamar
dan itu terlihat oleh linda, linda yang mengetahui mood orang hamil langsung mengikuti kiara yang sudah duduk di tepi kamar
"ada apa lagi menantu mama??" tanya linda mendekati kiara dan segera duduk di samping kiara
"abizar pergi ke makam mantan istrinya, aku mau cemburu tapi dia pemenang dari abizar, aku bingung maa" kiara menceritakan apa yang ia rasakan
"kiara sayangggg, kamu itu berhak cemburu tapi jangan berlebihan, karena gimanapun kan ara wanita pertama bagi abizar" ucap linda menasehati
kiara mengangguk dan linda segera pamit untuk mengantarkan abyaz kursus, tak lama dari kepergian linda abizar pun masuk
"hei....ada apa??" tanya abizar menutup pintu dan mendekati kiara
"kau menemui makam Ara kan!!" ucap kiara
"iya, kenapa??" tanya abizar
"tidak ada" ucap kiara dan segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya
abizar terus berperang dalam pikirannya sendiri, antara harus meminta maaf atau menanyakan kiara tau darimana perihal dia yang pergi ke makam ara
tak terasa setengah jam sudah berlalu dan kiara sudah keluar dari kamar mandi, wangi antara perpaduan vanilla dan lemon segera keluar dari kamar mandi
"sayang, aku ingin berbicara denganmu sebentar" ucap abizar, kiara segera duduk di samping abizar
"kau tau darimana soal aku pergi ke makam Ara" tanya abizar
__ADS_1
"aku adalah kiara, aku bisa memerintahkan siapapun untuk melakukan apa yang aku mau" jawab kiara dengan datar
"tapi itu termasuk tindak pidana, kau membuntuti seseorang" ucap abizar
"kan bukan aku yang melakukannya" jawab kiara
"siapa yang melakukan itu?' abizar ingin melihat seberapa tangguh kiara
"namanya naka " jawab kiara
"baiklah aku akan menghukum mati naka" ucap abizar dan segera bangkit menuju ke pintu, kiara yang mendengar itu langsung berlari ke arah pintu dan menghalang pintu dengan badannya
"tidak ada yang boleh menghukumnya kecuali aku" kiara tau dia salah, tapi orangnya hanya boleh di hukum oleh dirinya
"maka.... apakah kau mau menggantikan posisi naka?" tanya abizar mendekati kiara, kiara segera mengangguk mantap
"baiklah" ucap abizar segera menggendong kiara ke tempat tidur, "kau terlihat manis dari dekat" ucap abizar dan segera menciumi leher kiara hingga kiara memanggil namanya dengan suara yang indah
---3 jam kemudian
"kau terlihat pucat" tanya abizar setelah melihat kiara terbangun
"aku belum makan" jawab kiara dengan suara lelahnya
"aku akan ambilkan makanan" abizar segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, setelah selesai abizar segera pergi ke dapur
semuanya siap abizar segera pergi ke kamar, terlihat kiara yang sedang memainkan ponselnya
"makanan datang" ucap abizar lalu segera duduk di kursi dekat kiara tertidur, melihat itu kiara segera bangkit dari tidurnya
"aku akan memberikan bayiku ini makan" ucap abizar dan segera menyuapkan satu demi satu sendok untuk kiara
"kau berhak cemburu kiara" abizar menatap kiara
"aku tidak cemburu!!" bantah kiara
"kalo begitu, aku akan menggagahi dirimu jika kau tidak cemburu" ucap abizar ingin segera menaiki tubuh kiara kembali
"berhenti!!" kiara menahan tangan abizar, "baiklaah, aku cemburu denganmu!!" ucap kiara
abizar segera duduk di tempatnya kembali dan melihat ke arah kiata "sampai kapanpun kau akan tetap menjadi pemenangnya" ucap abizar
"tidak percaya!!" ucap kiara segera mengabaikan abizar, ia mengalihkan perhatiannya dengan bermain ponsel
"sudah gak mau percaya lagi yah??" tanya abizar
"pikirin nanti aja" ucap kiara masih dengan ponselnya
__ADS_1
"ish!! aku bercanda!!" abizar merebut ponsel sang istri
"kenapa mama sama papa harus terus berdua?!" tanya abyaz
"mama dan papamu kan suami istri" jawab Linda
"tapi aku anak mereka!!" abyaz tidak pernah mau kalah
"mungkin sebentar lagi mereka akan keluar, sabarlah" ucap linda
"hh, sangat tidak senang dengan mereka" abyaz langsung pergi ke kamarnya untuk beristirahat karena baru pulang dari kursus
"tak pernah mau ngalah dengan papanya" ucap linda pusing
--- (jarang nih masukin part keluarga Kiara)
di kantor yang di buat di rumah besar Abimana, disana terdapat vanan dan ryan yang sedang berdebat tentang masalah nirmala dan Genta
"van....lo mau ngapain sama berkas berkas kehamilan nirmala, dia udah di penjara Van..." ucap ryan
"tapi dia gak salah kak, nirmala gak salah atas kehilangan calon istrinya genta!!" ucap vanan
"tapi semuanya udah sepakat, kalo nirmala udah terbukti bersalah kan??" tanya ryan
"Lo gak ngerti posisi nirmala kak!!, lo gak tau gimana ada di posisi nirmala!!" ucap vanan
"diam kalian!!, aku akan membalaskan dendam ku dengan nirmala!" tiba tiba genta berada di tengah tengah mereka membuat vanan dan ryan langsung melihat
"caranya??" tanya ryan
"gw bakal nikahin dia, tapi tentu gw bakal nyiksa dia!" ucap genta menatap vanan, yang di tatap pun langsung berdiri
"nirmala gak salah!!, dia di jebak!!" ucap vanan lalu segera pergi keluar menuju kamarnya, dan itu di saksikan oleh kayana
kayana segera mengejar vanan sampai di kamarnya, kayana mendekati vanan yang sudah duduk di tempat tidurnya
"ada apa nan??" tanya kayana
"nirmala gak salah kak!!, dia di tuduh dan di jebak!! gw tau itu!!" teriak vanan di depan kakaknya kayana
"nan...kita bakal bicarain ini ketika kepala kamu udah dingin, dan hati kamu udah tenang" ucap kayana memeluk adik perempuannya
"nirmala gak salah kak!! dia gak salah!!" ucap vanan yang menangis di pelukan vanan
"BUAT KALIAN YANG MAU TAU KELANJUTAN KISAH GENTA, KOMEN YAH BIAR AKU BUATIN CEIRTANA"
__ADS_1