
pagi datang dan matahari juga sudah muncul, baik dari abizar dan kiara juga kesiangan, kiara kaget karena alarm di ponselnya tidak menyala seperti biasanya, akhirnya dia bangun dan berjalan keluar kamar
dengan langkah pelan ia pergi ke dapur ia membuatkan kopi untuk sang suaminya, setelah selesai barulah dia kembali ke kamarnya, ia mengambil ponselnya dan mulai memberi ijin atas tidak kehadiran abyaz hari itu
kiara duduk di samping abyaz, ia membangunkan abyaz dengan pelan tak lama abyaz pun terbangun dengan senyum
"morning sayang" sapa kiara
"morning too mama" abyaz kali ini tersenyum membuat kiara juga ikut tersenyum
"papa masih tidur mama??" tanya abyaz menatap sang ayah yang semakin pulas, mendengar itu kiara pun langsung mengangguk
"iya sayang, papa lagi cape kerja makanya tidur" ucap Kiara lalu mengelus kepala abyaz, "ayo kita ketemuan oma sayang" ajak kiara dan langsung berdiri menggendong abyaz
"ayo mamaaa" ucap abyaz antusias, akhirnya mereka pun keluar, tak lama dari mereka keluar abizar terbangun dari tidurnya, ia awalnya belum sadar kalo kiara tidak ada di sampingnya
abizar duduk dengan santai, ia melihat sekitarnya dan memperhatikan satu persatu bentuk rumahnya, akhirnya dia sadar bahwa tidak ada Kiara di sampingnya
abizar langsung bangun dan keluar dari kamarnya, ia berlari menuju ruang tamu dan saat dia sampai hatinya begitu lega
ternyata kiara sedang bermain dengan abyaz dan oma linda, karena tidak ada satupun yang sadar akan kehadirannya akhirnya abizar melangkah mendekat
"morning semuanya" sapa abizar
"morning sayang" jawab Oma linda, setelah mendapatkan jawaban dari istri dan anaknya kini abizar melihat sekeliling
"papa mana??" tanya abizar, Linda langsung menghentikan aktivitasnya dan menatap abizar
"tadi malam ada suara kaca pecah, dan papa lagi nyari tau kenapa bisa pecah" ucap linda menjelaskan semuanya dengan rinci
kiara tetap asik dengan permainannya bersama abyaz, sedangkan Linda dan abizar sedang berbincang
__ADS_1
"kamu udah nelpon keluarga kiara?" tanya Linda
"belum, emang ada apa?" tanya abizar bingung
"mereka punya masalah keluarga, kalian harus segera kesana" ucap linda, dan abizar mengangguk mengerti
"sayang, siap siap gih, kita bakal nginap di rumah mama kamu" jawab abizar ketika abizar sudah ada di samping kiara
"beneran sayang??" tanya Kiara antusias, dan abizar hanya menganggukkan kepala menandakan itu adalah jawabannya
kiara segera membawa abyaz untuk di mandikan, sedangkan abizar tetap ada di ruang tamu sambil berbicara dengan Linda, mungkin lebih tepatnya di beri wejangan
setengah jam kemudian, kiara dan abizar sudah keluar, mereka sangat rapi bahkan abyaz juga, setelah berpamitan dengan linda akhirnya mereka pun pergi ke rumah kiara
"kenapa kamu tiba tiba ngajak mas?" tanya kiara bingung
"kamu semalam kan bilang mau ke rumah keluarga kamu" untung ia masih ingat, setidaknya alasannya akan sangat sangat logis untuk kiara cerna saat ini
-sampai
kiara menggendong abyaz, sedangkan abizar membawa semua barang barang bawaan mereka, mereka masuk dengan ceria dan senyum
saat melangkah di ruang tamu, begitu terkejutnya kiara ketika ada sosok wanita lain di rumahnya, mukanya terlihat sangat merah, ia menurunkan abyaz di sofa
"dewa?!" teriak kiara menuju kamar dewa yang berada di lantai dua
sebelum tangan ramping kiara membuka pintu, pintu itu terlebih dahulu terbuka, dan terlihatlah dewa yang baru saja selesai mandi
"siapa wanita itu?" sebelum dewa bertanya, kiara lebih dahulu
"dia orang yang membunuh kekasihku" ucap dewa enteng, lalu berjalan ke arah nirmala
__ADS_1
"sekali saja kau menyakitinya, kau akan mati" ancam kiara tiba tiba, membuat dewa kaget, ada apa dengan adiknya tiba tiba??
"dia pasti di jebak bang..." ucap kiara dengan suara luruh
"ada apa denganmu sih kiara?! nyawa di balas nyawa!!" teriak dewa
"maka bagaimana dengan andita?!, tidak inginkah kau membunuhnya?!" teriak kiara, yang membuat langkah dewa sekali lagi terhenti
"dek?" panggil dewa dengan pelan
"andita pelaku atas kehilangan anak perempuanku tahun lalu!" teriak kiara, kiara langsung terduduk lemas di tangga, abizar sendiri sedang tidak mau mendekati istrinya, istrinya tidak akan bisa control emosi sejauh ini.
"gak. bukannya andita anak orang yang sukses? kamu nuduh jangan sembarangan ya!!" ucap dewa yang tidak percaya
sedangkan nirmala yang mendengar nama andita sedikit terkejut, bahkan ia sampai memegang dadanya sendiri dengan kuat
nirmala menatap kiara yang sedang terpuruk, melihat bagaimana penampilan kiara membuat nirmala percaya bahwa kiara akan ada di pihaknya selain vanan
"gila Ki!!, Lo nuduh pake otak juga dong!! , kan gak ada buktinya sih" ucap dewa yang tidak mau percaya hingga saat ini
abizar sendiri merasa bingung, siapa andita yang mereka maksud?, istrinya tidak pernah cerita tentang siapa andita dari awal, membuat hati abizar lagi lagi tidak tenang
abizar juga merasa yakin dengan kejadian pecahnya kaca di kamar abyaz, sedangkan seluruh kaca di rumah abizar itu anti peluru
maka apa yang membuat kaca di kamar abyaz pecah??
hatinya sungguh tidak tenang kali ini, ia takut semuanya akan ada sangkut pautnya dengan itu, abizar akhirnya duduk di samping abyaz yang masih tertidur
"apakah ada sangkut pautnya dengan kaca kamar abyaz yang pecah?" tanya abizar
membuat dewa dan Kiara langsung menoleh ke arahnya, kiara yang mengetahui hal itu berfikir sebentar, sedangkan raut wajah dewa kebingungan, meminta penjelasan dari pertanyaan abizar barusan
__ADS_1