
abizar memilih masuk, dan duduk di samping kiara yang sedang memeluk abyaz, abyaz terlihat lelah
"setelah abyaz masuk kamar, aku perlu bicara" abizar bimbang dengan keputusannya, abizar kembali berdiri di balkon
ia menatap langit malam, begitu indah dan tenang, kadang abizar menyesali perbuatannya, tapi perbuatan abizar benar
"tuhan....ku mohon bantu aku dalam kebimbangan ini..." abizar benar benar memohon, ia butuh sandaran
sudah lima menitan abizar berdiri di balkon, kiara menyusul seperti ucapan abizar tadi
"ada apa sayang?" tanya kiara halus sambil mengusap pelan punggung suaminya
"aku sedang bingung sayang" abizar mulai bercerita
"dewa adalah keturunan dari musuhku, tapi selama tujuh tahun dia mengurus perusahaan dan menjagaku" abizar kembali bercerita
"jika kau bingung, mau percaya atau tidak, berikan dia misi yang sulit, jika musuh-musuh mu tau tentang misimu, maka langsung pecat dewa, aku percaya dewa setia terhadap mu" kiara memberikan usulan
"dalam hubungan harus ada kesetiaan, begitu juga di kantor," kiara kembali memberikan usulan, abizar memeluk kiara, ia sangat pusing
"aku pusing..." abizar mengadu, kiara tersenyum dan mengelus punggung abizar
"ayo ke kamar, aku pijit" kiara ingin membantu, abizar memberikan anggukan lalu melepas pelukannya
secara tiba tiba abizar menggendong kiara ala bridal style, kiara tak bisa membantah
abizar berjalan sambil membawa bobot tubuh kiara yang tidak ringan
akhirnya mereka sampai di kamar juga, kiara menaruh abyaz di kasur bawah
"ternyata kau ingin merayu" abizar sudah memiliki pikiran yang liar
dengan pelan abizar menaruh kiara di kasur, ia langsung menindih tubuh kiara hingga tidak bisa bergerak
baru ingin memulai aksinya, abyaz menangis dengan kencang
"aishh" abizar mendengus kesal lalu turun dari tubuh kiara, sedangkan kiara tersenyum dan langsung berdiri
kiara mendekati abyaz dan menenangkannya, untungnya abyaz kembali tertidur setalah kiara memeluknya
"sayang....kangen nih" abizar mencoba rayu
"abyaz lagi tidur, nanti dia bangun kan gak enak" kiara menolak
"tapi kan..pelan aja..." abizar mencari cara
"no, nanti abyaz lihat" masih menolak
akhirnya abizar memutuskan untuk tertidur karena kesal dengan penolakan kiara, kiara mengelus perutnya
__ADS_1
-besok paginya
kiara bangun lebih dulu, ia sedang merias wajah di depan cermin, karena cermin di kamarnya hanya ada di lemari, jadinya dia harus berdiri
kalo duduk dia akan kesusahan untuk mengambil ini dan itu, apa lagi di mejanya banyak pilihan
sepertinya abizar keganggu dengan aktivitas kiara, abizar terbangun dari tidurnya
kiara terlihat memegang pinggangnya yang sakit, abizar segera mendatangi kiara dan menggendong kiara
abizar membawa kiara untuk duduk di kasur, saat sudah duduk, kiara langsung membaringkan tubuhnya
"aku akan kemasi barang barangmu, kita hari ini pulang ke rumah mama dan papa" ucap abizar
ia segera mencari koper kiara, setelah ketemu abizar langsung menaruh asal baju baju kiara
"abizar!!! baju bajuku mahal!!" teriak kiara, abizar segera membenarkan baju baju kiara agar terlihat rapi
mood orang hamil emang berbeda.
"gitu dong suami yang baik" puji kiara, ia segera bangkit dari tidurnya, dan segera pergi ke depan cermin
ia melanjutkan make-up yang tertunda, sangat simpel, bahkan tanpa make-up dirinya sudah sangat cantik
kiara selesai dengan make-upnya, abizar juga selesai dengan mengemas, baru ingin duduk, abyaz sudah terbangun
"morning anak papa" sapa abizar, abyaz langsung tersenyum
"kenapa sayangku?" tanya kiara sambil mencium pipi abyaz
"mandi yokk" ajak abizar ingin segera pergi dari sini
"mau sama amma!!" abyaz mendekati kiara lalu berdiri
"nanti siap siap sama mama, tapi mandi sama papa ya?" tawar kiara jujur jika pinggangnya sakit
"oke amma" abyaz menyetujui dan langsung di gendong oleh abizar untuk pergi ke kamar mandi
sedangkan kiara mengambil barang bawaan dewa semalam, ia mengambil persiapan abyaz, kiara pergi ke kamar mandi
saat ia membuka pintunya ternyata abizar sudah telanjang bulat, kiara segera membalikkan tubuhnya, ia menjatuhkan shampo dan sabun abyaz ke lantai
lalu ia dorong menggunakan kakinya, dan segera pergi, malunya kiaraa
tak ingin merasakan malu yang luar biasa, kiara segera membentangkan handuk di tempat tidurnya, dan perlengkapan abyaz yang lain
ia duduk sebentar di tempat tidurnya, pinggangnya benar benar sakit, kiara terdiam sejenak,
"kenapa jadi sakit banget?" dia mengeluh tentang pinggangnya yang sakit
__ADS_1
ternyata abizar dan abyaz sudah selesai, kiara segera bangkit, lalu menggendong abyaz, ia membaringkan abyaz ke tempat tidur
sedangkan abizar mengambil pakaiannya di paperbag, lalu masuk ke kamar mandi untuk menggunakan bajunya, kiara segera menyiapkan abyaz
setelah memakaikan celananya, kiara segera memakaikan baju abyaz
"gantengnya anak mama" puji kiara berusaha menyembunyikan sakitnya
"makasih amma" abyaz memeluk kiara
"mama, kok di celat celatin" kiara tidak suka anaknya celat.
abizar sudah siap, ia berdiri di belakang kiara, ia mengelus pinggang istrinya, untuk saat ini kiara merasa sangat nyaman
"ayok keluar aku udah mau ketemu mama nih" kiara berpura pura
"yaudah" dasar suami gak peka, abyaz berjalan sendiri di dampingi oleh kiara sedangkan abizar membawa semua bawaan kiara
setelah berada di lift, ketiganya saling diam, kiara masih merasakan sakit di bagian pinggang
lagi lagi abizar mengusap pinggangnya, kiara menyandarkan kepalanya di bahu sang suami
setelah pintu terbuka, kiara menggendong abyaz dan berjalan di samping suaminya
jilbab kiara sedikit berantakan, dengan sigap abizar berhenti dan membenarkan rambut kiara yang keluar
kiara tersenyum begitu juga dengan abizar, mereka kembali berjalan, ternyata abizar sudah memanggil supir, kiara dan abyaz masuk ke mobil lebih dulu sebelum abizar
setelah abizar menaruh semua barang barang yang ia bawa ke bagasi, abizar pun mengikuti kiara dan abyaz
mereka duduk di kursi penumpang belakang, abyaz seolah tau jika dia akan dapat pesaing, abyaz terus menempel pada kiara
sedangkan kiara membiarkannya, kiara memangku abyaz di pelukannya, tak lama di perjalanan abyaz kembali tertidur
abizar tersenyum dan menempelkan tubuhnya pada tubuh kiara
"mas, masih lebar loh, jangan dempet lah" kiara merasa berat
"mau dekat istri tercinta" abizar sayang dengan istri nih
akhirnya kiara ikut tertidur, sedangkan abizar menciumi kiara tanpa henti
tak lama kiara tertidur, mobil pun sudah sampai di rumah linda dan ravindra
abizar lebih dulu turun, ternyata linda sudah menunggu
"abyaz tidur di pangkuan kiara mam, boleh tolong gendong gak? kiara juga tidur" ucap abizar, linda mengangguk, linda segera membuka pintu mobil di sisi kiara
dengan pelan linda menggendong abyaz, setelahnya, barulah abizar menggendong kiara, barang barang di bawa oleh ravindra dan supir
__ADS_1
setelah semuanya beres, supir di bayar, lalu di persilahkan pulang, kiara setia dengan tidurnya, padahal bajunya juga sudah di ganti, lebih tepatnya ia tidak memakai baju atas
perutnya yang buncit sangat kelihatan jelas