
setelah membersihkan diri, ternyata ponsel kiara sudah berbunyi semenjak mereka mulai mandi tadi, kiara pun segera mengangkat panggilan tersebut, yang berasal dari anak nomor dua dari keluarga Abimana
"ya kak? kenapa nelpon?" tanya kiara saat panggilan tersambung
" bagaimana si bajingan itu? apakah.... dia sudah masuk di penjara?" bukannya menjawab tujuan dirinya menelpon, kayana malah bertanya
"dita?, dia sudah masuk penjara tadi malam, pukul satu dini hari sampai dua dini hari" jawab kiara dengan santainya
"apakah polisi keluarga yang menangkapnya?" tanya kayana kembali
"sepertinya bukan, tenanglah pengawal keluarganya masih banyak, kita bisa menyiksa adiknya yang pernah melecehkan kak vanan, dan pernah membuly bang genta" jawab kiara tanpa ada rasa sedih kali ini
akhirnya mereka pun mematikan panggilan tersebut, di karenakan kayana di panggil untuk mempersiapkan penerus tahta selanjutnya
acara penerusan tahta akan di adakan dua hari lagi, dengan memperkenalkan anggota keluarga baru, serta anak anak kiara
abizar pun memeluk kiara dari belakang, sembari menghirup aroma rambut yang sangat harum dari rambut tebal milik kiara
"ada acara keluarga sayang?" tanya abizar
"iya, lusa acara bakal di mulai, bagaimana kalo hari ini kita nyusul mama dan papa, lalu besok kita kembali ke sini untuk mempersiapkan acara?" tawar kiara yang berencana akan mengenalkan anak anaknya kepada publik
"baiklah, ayo kemasi biar aku urus tiketnya" ucap abizar yang pergi membawa ponselnya untuk menyuruh reno membelikan tiket untuk mereka, juga menanyakan apa yang terjadi dengan dita
kiara segera mengemasi barang barang mereka, sampai ponselnya berdering kembali, kiara pun segera mengangkat panggilan tersebut yang berasal dari ryan, anak ketiga
"kenapa bang?" tanya kiara
"dita di bayar oleh seseorang agar bebas, genta hampir membunuh semua pelayan di mansion besar, bawa dita ke hadapan genta" ucap ryan tanpa menjawab pertanyaan kiara si anak paling kecil
"sudah ku bilang!, berikan dia obat penenang!" ucap kiara yang merasa tugas untuk mencari dita begitu berat
"kau gila?! genta akan mati! jika kau ingin mati!, kehadapan ku dengan pistol kesayangan mu! aku akan membunuhmu dengan pistol itu!" ucap ryan mulai marah, ketika mendengar usulan dari kiara yang tak pernah beres pikirannya
kiara segera mematikan panggilan secara sepihak, dan kembali mengemas ngemasi barang barangnya, tepat saat dia mengemasi barang barangnya, abizar juga sudah menyelesaikan pekerjaannya
__ADS_1
________
kini kiara, abizar dan abyaz sudah sampai di gedung dimana pengenalan penerus abimana yang tidak selalu di publik, bahkan pernikahan kiara di lakukan dengan megah, tapi tidak banyak yang mempublikasikan ke media sosial
agar pernikahannya hanya sebagai rumor saja, semua keluarga abimana pun naik ke atas panggung, begitu juga dengan abizar dan anak anaknya
karena harus leluasa untuk bergerak di atas panggung, jadinya abyaz di taruh di atas stroller baby
dimas pun memulai pembukaan dengan pidato, begitu juga dengan kalea
"saya ada kalea saputri zivanka abimana, pasangan dari muhammad dimas hanggara abimana, kami berdua memutuskan untuk memberikan hak kepemimpinan di usaha kami, yang akan kami lepas, mengingat jika umur kami tidaklah muda lagi, apa lagi sudah memiliki cucu yang sangat cantik dan ganteng" ucap kalea sembari menatap ke arah kiara dan abizar
"di sini saya muhammad dimas hanggara abimana, akan memberikan perusahaan pusat, yang mengelola bisnis makanan ringan kepada anak pertama saya yaitu muhammad dewa saputra abimana" ucap dimas, dewa yang di panggil namanya pun segera mendatangi dimas
dimas pun memberikan berkas pemindahan hak kekuasaan yang sudah di tanda tangani, dengan percaya yang tinggi dimas berikan kepada dewa
kini semua peserta yang hadir pun, menjadi semakin semangat ketika anak terakhir dari keluarga abimana di panggil, dan di percayai menguasi perusahaan milik sang ayah yang mengelola bisnis kecantikan dan butik,
_________sedikit kepemmindahan kekuasaan dari dimas ke anak anaknya__________
anak pertama: muhammad dewa saputra abimana, mengelola bisnis makanan ringan yang di kenal hampir di seluruh negara
anak ketiga: ryan shankara gavindo abimana, mengelola bisnis senjata yang sudah mencetak ratusan bahkan ribuan senjata perminggunya
anak keempat: vanandya fara Ishana abimana, mengelola bisnis pertanian,
anak kelima: argenta baskara abimana, mengelola bisnis rumah sakit yang terkenal bahkan memiliki cabang di dua puluh lima negara
anak keenam: kiara fausta Abimana yang sudah mengganti nama belakangnya menjadi adytia, mengelola bisnis kecantikan dan butik yang sangat terkenal, bahkan mendapatkan prestasi sebagai pengeluaran gaun terbaik sepanjang masa, yang dulunya di kelola oleh kalea
_________________ segitu dulu lanjut ke kisahnya_________
acara pun masih berlangsung, keluarga abimana baru saja mulai untuk mengenalkannya menantu dan cucu cucu mereka
akhirnya selama berjam jam, acara pun selesai semua keluarga abimana masih berkumpul, kiara setia menggendongnya abyaz
__ADS_1
mereka terus berdiskusi bagaimana baiknya, tentang pengganti peraturan yang ada di perusahaan atau tetap seperti itu saja
"menerut gw ganti aja sih, soalnya gak semua peraturan yang di buat papa sesuai dengan kita" usul kiara sembari menenangkan abyaz yang merasa terganggu dengan suaranya
akhirnya mereka sepakat mengganti peraturan, tapi tidak semua peraturan mereka ganti, akhirnya kiara memutuskan untuk pulang lebih cepat
karena abyaz sudah menangis, kini abizar kiara dan reya sudah ada mobil, reya memang sudah terlihat sangat mengantuk
akhirnya mobil pun di jalankan dengan kecepatan sedang, agar reya bisa tertidur di bangku belakang
"sayang" panggil abizar
"ya?" sahut kiara menatap ke arah abizar
"mama katanya mau jaga reya untuk beberapa hari, soalnya mama udah ngasih kita tiket pribadi, dan nanti abyaz juga di jaga sama baby sister" ucap abizar memberitahu rencana ibunya
"amankah?, beneran? gak papa kan? gak ngerepotin kan?" tanya kiara
"aman sayang, iyaaa, gak papa kok, jangan khawatir" jawab abizar
akhirnya kiara pun mengangguk setuju, walau berat tapi kiara mengerti permintaan ibu mertuanya
akhirnya mereka pun sudah sampai di rumah, dengan linda yang sudah menunggu di depan rumah
"ma..." panggil kiara ketika sudah berada di depan ibu mertuanya
"iya sayang, gak papa biar mama jaga" sahut linda sembari meyakinkan menantunya kembali
kiara pun mengangguk, dengan rela tak rela, memberikan abyaz kepada ibu mertuanya, setelah memberikan wejengan kepada sang anka tertua yaitu reya, akhirnya kiara melepaskan kedua anak anaknya
mereka pun segera beberes beberapa pakaian karena mereka harus terbang tiga jam lagi
__________
akhirnya mereka sampai di pulau yang sudah di pesan oleh linda mereka segera masuk, entah apa yang merasuki abizar, abizar kembali memesan kamar untuk dirinya sendiri
__ADS_1
"apaansih?! kenapa tiba tiba?!" tanya kiara yang heran tentang perubahan suaminya abizar.
abizar tidak menggubris, hanya sibuk memisahkan pakaiannya dengan pakaian kiara yang berada satu koper