
kiara masih terdiam, apa yang salah dengan dirinya, si saat tengah malam abizar kembali masuk ke kamar kiara
"aku akan tetap menikahi dita" ucap abizar, entah mengapa air mata kiara menetes begitu saja, lalu mengangguk
"jika itu yang terbaik, aku akan menerimanya, aku akan mengurus surat cerai" ucap kiara yang sudah lelah dengan semuanya
"gak akan ada kata cerai!" ucap abizat menentang untuk bercerai dengan kiara, kiara segera berdiri dan membereskan barangnya
setelah barang barangnya beres, tidak lupa kiara meninggalkan kartu atm yang pernah di berikan abizar untuknya, lalu segera pergi
abizar pun mengejar kiara, lalu menyeret kiara masuk kembali ke kamar, kiara ingin menjerit tapi malu rasanya jika membiarkan orang lain melihat rumah tangganya yang rusak
"untuk apa kau menahanku?" tanya kiara
"perjanjian kontrak belum selesai, kau masih butuh dua bulan lagi, baru kita berpisah." jawab abizar kembali mengingatkan tentang perjanjian kontrak
kiara sudah lelah, membiarkan abizar sesuka hatinya untuk bertindak semaunya, jika ingin bertanya salahnya apa, sudah sangat telat
abizar sudah marah, akhirnya abizar memutuskan untuk tidur di kamar kiara, sedangkan kiara memilih duduk di kasur, dengan alasan belum mengantuk
abizar sudah terlelap berbeda dengan kiara yang masih menangis dengan diam di balkon hotel yang langsung berhadapan dengan laut yang indah
"kenapa harus begini lagi? tak pantaskah aku merasakan cinta?" tanya kiara pada dirinya sendiri
_________
pagi pun tiba, mereka memutuskan untuk kembali ke mansion, mengurus semuanya dengan baik dan matang, kiara kembali lagi ke kamar tamu, begitu juga barang barangnya
bahkan kiara di minta membantu abizar memilih dekorasi yang megah dan mewah, selama dua hari berturut-turut kiara mengajarkan bagaimana mengurus abyaz kepada dita
entah batin abyaz mengerti atau tidak, abyaz tidak rewel selama berada di pangkuan dita, selayaknya mengerti perasaan kiara saat ini, abyaz tidak ingin menyusahkan
begitu juga dengan reya yang tidak mau terlalu banyak tingkah jika bersama dita, walau rasanya dia menolak dita tapi reya tau jika kiara sudah menyerah
__ADS_1
akhirnya waktu makan malam tiba, kiara dengan pelan memasak untuk menu makan malam, setelah dua jam di dapur, akhirnya makanannya pun selesai
begitu juga dengan makanan abyaz yang siap di berikan, kali ini kiara akan beranjak pergi ke belakang
"kau tidak makan disini?" tanya abyaz
"aku tidak pantas tuan" ucap kiara yang memberikan senyumannya lalu pergi duduk dengan pekerja yang lain
mereka berbincang bincang tentang kehidupan masa depan akan bagaiman, kiara hanya mendengarkan yang lain, tidak ikut berbicara
akhirnya jam makan malam selesai, para pekerja segera membereskan meja makan, begitu juga dengan kiara
abizar melihat ke arah jari milik kiara, kiara masih setia memakai cincin pernikahan mereka, sedangkan abizar sudah menggantinya dengan cincin tunangan dengan dita
'sebegitunya kah kau kiara? bahkan melepaskan cincin saja kau belum, apa aku salah mempercayai gambar kau sedang berdua dengan pria lain?, maafkan aku kiara, rasanya tak mungkin dita berbohong' monolog abizar di dalam hati
akhirnya kiara pun kembali ke kamarnya, sebelum itu kiara menyiapkan perlengkapan reya untuk kesekolah barulah dia ke kamarnya
duduk di ujung kasur, tenggelam di pikirannya, semenjak pulang dari hotel kiara sudah tidak tersenyum, tersenyum pun hanya tersenyum tipis kepada anak anak
kiara pun segera berjalan ke arah meja rias, dan menyembunyikan sesuatu di laci, lalu kembali melihat ke arah abizar yang duduk di ujung kasur menatap ke arahnya
"apa yang kau sembunyikan?" tanya abizar, kiara hanya menggelengkan sebagai jawaban
"zahra menemukan testpack di tong sampah," ucap abizar, lagi lagi kiara hanya mengangkat bahunya
"apakah ini punyamu?" tanya abizar sembari menunjukkan testpack yang menggambarkan garis dua, kiara hanya menggeleng, sambil terus menjaga laci meja rias
abizar segera mendekati kiara dan menarik agar kiara menjauh dari meja ria, dengan cepat abizar membuka laci tersebut, yang di temukan abizar adalah testpack yang positif sama seperti testpack yang berada di tangannya
"kiara aku tanya sekali lagi! apa ini milikmu?" tanya abizar kembali dengan suara tegas
kiara membuang mukanya, ia tidak ingin menjawab, yang ia takutkan hanya abizar akan memintanya untuk menggugurkan kandungannya
__ADS_1
abizar pun segera meninggalkan kamar kiara, kiara tetap diam di tempatnya, entah mengapa air mata kembali menetes
selang beberapa waktu dari abizar pergi, abizar kembali lagi dengan buah buahan di tangannya serta susu ibu hamil, kiara tetap diam di tempatnya
abizar pun menarik tangan kiara untuk duduk di tempat tidur, tepat di sampingnya, abizar menyuapi kiara buah apel yang sudah di kupas
"bicaralah!" pinta abizar, kiara tetap diam dan setia menguyah makanannya
"aku tidak akan menceraikanmu!, tapi ketika bayimu lahir, berikan bayimu kepada diriku, dan baru kita bercerai" ucao abizar
"kau jangan gila! yang mengandung dan melahirkan adalah aku! kau pikir anakku ini apa? mainan?!" sanggah kiara yang tidak menerima usulan dari abizar, abizar pun tersenyum
"akhirnya kau mengakui jika itu anakmu, apakah harus aku pancing dulu agar kau mau mengaku?" ucap abizar, kiara merasa bodoh karena telah terpancing
abizar menunjukkan gambar kiara dengan seorang laki laki tiga hari yang lalu, kiara nenatapnya
"cakra arjuna?" tanya kiara sembari tersenyum
"dia adalah adiknya dita, dia pernah membully kak genta, serta hampir melecehkan kak vanan" sambung kiara kembali memasukkan potongan buah apel ke dalam mulutnya
"adiknya dita?* abizar membeo, kiara hanya mengangguk, lalu kembali lagi dengan mode seriusnya, kiara langsung berubah menjadi dingin
dan segera membereskan buah buahan ke dapur, lalu membuatkan dirinya sendiri teh hangat di malam hari, terdengar suara tangisan abyaz
yang membuat kiara berlari ke kamar atas, kiara langsung masuk begitu saja, melihat abyaz yang jatuh dari tempat tidur, kiara langsung menggendongnya dan menenangkannya
segera kiara membawa abyaz berjalan jalan, melihat bekas percintaan abizar dan dita masih begitu terlihat, kiara segera pergi, ada perasaan hancur di hatinya
kiara pun membawa abyaz ke taman belakang, menenangkan abyaz sampai abyaz kembali tenang dan tersenyum
akhirnya kiara mengajari abyaz jalan dengan lancar, kapan lagi dia akan dekat abyaz setelah ini?, jika bukan dengan dita nantinya, entahlah selagi ada waktu seharusnya di luangkan
kiara takut jika waktunya bersama dengan anak anak tidak akan ada lagi karena sudah memiliki ibu baru, walau sebenarnya kiara juga tau jika kedua anak anaknya tidak menyukai dita
__ADS_1
tapi mau bagaimana pun jangan pernah menilai orang dari tampangnya.