
Kiara masih dengan tidurnya, tak peduli dengan jam yang sudah semakin dekat dengan penghujung hari, abizar leluasa melakukan pekerjaannya
bahkan ia baru kembali dari supermarket bersama Linda, Kiara masih tertidur, abizar mendekati istrinya, ia memeluk istrinya seolah nanti gak bertemu lagi
"sayang....bangun yok, kamu belum makan siang lohh," abizar membangunkan kiara secara perlahan, hingga kiara terbangun dari tidurnya
"sayang...." kiara berhasil membangkitkan gairah sendiri bagi abizar karena suaranya yang mendayu
"pakailah bajumu, lalu turun untuk makan" ucap abizar segera pergi ke walk in closet mereka untuk mengambil baju kiara, kiara langsung berdiri dan masuk ke kamar mandi
setelah sepuluh menit ia berada di kamar mandi, kiara segera keluar, ternyata abizar sudah menyiapkannya baju, kiara bergegas memakainya, lalu turun
ia melihat sosok yang duduk di samping abizar, kiara segera turun dan mendekati abizar "sayang...ini tempat dudukku kan??" tanya Kiara memastikan
abizar menatap kiara lalu wanita di sampingnya, "tolong pergi pratesya" abizar menyebutkan nama wanita tersebut, wanita yang di panggil pratesya tetap tak ingin pindah
"sayang...." rengek kiara pada abizar, "kamu duduk di pangkuanku saja" abizar tak mau mencari masalah, kiara tersenyum, segera duduk di pangkuan abizar seperti yang abizar inginkan
tiba tiba, seorang pria masuk ke dalam ruang makan tersebut, abizar segera membuka bajunya untuk menutupi rambut kiara
"santai broo, santai" pria tersebut duduk di samping abizar, menatap punggung kiara yang membuatnya hampir tergoda
"jaga matamu dion" abizar bangkit dari duduknya, menggendong kiara yang masih diam karena kepalanya di tutupi oleh baju abizar
"saya permisi dulu" abizar pergi berjalan ke arah kamarnya, kiara tetap diam
"kenapa??" suara itu...benar benar imut untuk sekarang, "diamlah sayang, kau harus menutup rambut mu" abizar mempercepat langkahnya
••••••
"aku gak mau pake gamis..." keluh kiara yang masih menolak abizar memakaikannya gamis, "sayang...turutin atau hukuman??" abizar berhasil memakaikan baju itu pada Kiara
"pintar..." abizar mengancing baju kiara, dan segera menggandeng tangan kiara, "beneran gak ada hukuman kan?" pastikan kiara pada abizar
"beneran" ucap abizar segera membawa langkah kiara, yang kini kembali ceria
••••
__ADS_1
acara makan malam diisini dengan wajah cemberut kiara yang tak bersahabat, selesai dengan makannya kiara langsung membawa piringnya kebelakang,
ia meminum beberapa teguk air hingga merasa emosinya sudah mulai mereda, kiara pergi ke kamarnya meninggalkan semua orang,
"wanita ****** itu!!, ck" kiara mengunci pintu kamarnya, duduk di balkon menatap langit, kini bintang mulai datang
menyinari malam agar tak terlihat gelap, "gw benci wanita itu" ucap kiara,
•••••
sudah jam dua belas malam tapi abizar tidak kunjung mengetuk pintu, akhirnya kiara keluar dengan dress selututnya, ia mencari cari dimana suaminya
rumah sudah gelap, yang tersisa hanyalah lampu kolam taman belakang yang masih nyala, karena itu lampu sensor
"apakah dia di situ??" batin kiara, kiara berjalan pelan, sepertinya perkiraannya salah, itu adalah laki laki tadi, "d...dion??" ia mengingat nama itu
kiara segera masuk ke dalam lemari di sampingnya, ia mengunci dari dalam, untungnya dan pintarnya kiara, ia membawa ponselnya
kiara mengaktifkan mode senyap pada ponselnya, ia mencari kontak abizar, ia sedikit ketakutan
enxiety dan panick attack membuatnya hampir menangis, setelah lama mencari, akhirnya ketemu
"Kiara melihat kembali ke luar dengan lobang yang ada di lemari, ia melihat dion sedang berjalan ke arah dapur
kiara memanggil nomor darurat, dimana nomor darurat itu adalah nomor 911, pada deringan ketiga panggilan di angkat
sepelan mungkin Kiara berbicara, "ku mohon....aku kiara fausta abimana, ada seseorang yang berada di rumahku, na...namanya dion....a...aku ada di rumah s...suamiku abizar, ku mohon pak!! dia masih ada disini" panggilan langsung di matikan oleh kiara,
kiara berusaha tidak bernafas sama sekali, sedangkan perutnya mengalami kram, yang membuatnya menutupi mulutnya sendiri agar suaranya tidak terdengar
dion terlihat pergi kembali ke taman belakang, kiara kembali memanggil 911
"halo...saya Kiara....ya..." kiara benar benar mencari aman
"......."
"aku tinggal di perumahan hetvia," jawabnya
__ADS_1
"......"
"nomor 2035" jawab kiara kembali
"....."
"gak ada seseorangpun yang aku temukan, aku lagi berada di lemari" ucap kiara
"....."
"b... baik" kiara mematikan ponselnya, polisi akan sampai satu jam lagi, karena kantor polisi sangat jauh dari perumahan elit hetvia
kiara menunggu dengan hati gelisah, jika biasanya saat enxietynya kumat atau panick attack, ia akan memainkan ponselnya untuk mengalihkan perhatian, tapi kali ini??
menelpon polisi saja, kiara sudah ketakutan, oh tuhannn, jantung Kiara hampir copot
•••••
sirine polisi terdengar, ia kembali melihat dari lobang kecil, polisi harus mendobrak pintu masuknya, dion terlihat keluar dari taman belakang
"angkat tanganmu, ini pihak kepolisian" ucap salah satu polisi,
dion malah mengarahkan pistol yang ia pegang pada polisi, dion berhasil membuat gaduh, ia menembakkan peluru pada polisi
alhasil tembak tembakan terjadi, antara dion dan polisi, sedangkan yang membuat kiara kaget adalah, suaminya abizar keluar dari ruang gudang yang ada di pojok ruangan dengan
darah di punggungnya, dan di bagian bahunya, kiara membuka kunci lemari segera berlari ke arah abizar,
abizar kaget akan hal itu, "dimana abyaz??" tanya kiara, "sudah di bawa oleh momy" abizar memeluk kiara, menenangkan ratunya,
tak lama dari itu, dion jatuh dari pertarungannya, kiara tak melepaskan pelukannya
•••••
hai, maaf baru update ya guys, maaf banget kerjaan aku banyak...belum lagi akhir akhir ini aku ujian dan banyak kegiatan sekolah
sekali lagi aku minta maaf, dan maaf kalo ceritanya random, aku bener bener blank habis ujian, semoga memuaskan, jangan lupa tinggalkan suka dan komen jika ingin lanjut
__ADS_1
see you on the next part, semangat puasanya bagi yang menunaikan, aku fifi/bumi dada semuanyaaa