
kini abyaz sudah wangi, dan tampang begitu mirip dengan ayahnya, walau ayahnya tidak menyayanginya, kiara pun menggendong abyaz dengan gendongan bayi
dan menyiapkan alat alat abyaz ke dalam tas abyaz, lalu turun ke bawah dan menghampiri supir yang berada di rumah tersebut yang bernama mamang
"mang" panggil kiara mendekati
"iya neng?" sahut mamang yang baru meminum kopinya
"reya pulang kira kira jam berapa?" tanya Kiara
"jam sembilan non kalo gak salah" jawab mamang
"oh yaudah mang, kalo udah jam setengah sembilan jemput yaa, sama ini tolong tasnya abyaz bawa ke mobil" ucap Kiara
"baik non" mamang hanya patuh patuh saja dan mengerjakannya, mamang memang merasakan persamaan antara kiara dan nyonya yang lama
apa lagi wajahnya yang hampir mirip, kiara seperti renkarnasi dari seorang ara saputri kamila andini
kiara pun kembali ke dalam dan menuju ke arah dapur, menyiapkan bekal untuk suaminya, abyaz tanpak tenang dalam gendongan kiara
tidak seperti sedang bersama dita yang akan menangis dan merangkak kesana kesini, abyaz seperti sedang merasakan ibunya berada di samping
setelah satu jam di dapur kiara pun menata makanannya dan bersiap siap membawanya, saat kiara mau ke depan, reya terlihat sudah pulang dari sekolah
kiara pun menyambut reya dengan senyum dan membawa tas reya, lalu menggandeng tangan reya untuk masuk ke dalam kamarnya
saat di kamar kiara dengan cepat mengganti pakaian reya dengan pakaian yang bagus, walau abizar tak membelikan anak anaknya baju yang banyak
kedepannya kiara yang akan membelikannya karena abizar tetap menafkahinya, reya pun sudah siap, abyaz pun makin semangat
__ADS_1
mereka bertiga pun langsung ke kantor yang abizar bangun sendiri, mereka terus tertawa sepanjang perjalanan, karena kiara yang terus mengajak untuk berbicara
agar kiara dan reya semakin akrab, begitu juga dengan abyaz, beberapa saat berpacu di jalanan akhirnya mobil mewah itu terparkir di depan gedung adv milik abizar
kiara pun menggandeng tangan reya, dan masuk ke gedung itu, terlihat semua karyawan menunduk dan menyapa kiara
kiara pun membalas sapaan mereka dengan senyum dan berjalan menuju resepsionis
"mbak apakah tuan abizar ada?" tanya kiara ke resepsionis yang bernama rose,
"ada kok nyonya, silahkan masuk" jawab rose dan mengijinkan kiara reya dan abyaz masuk
abyaz pun masih tersenyum ketika kakaknya mengajaknya bercanda, dengan lift yang tersedia di gedung tinggi ini
mereka sampai di lantai tertinggi, yaitu lantai ke lima belas, kiara dan reya pun masih saling menyatukan tangan masing masing
dengan senyum yang masih berada di bibir mereka, kiara membuka pintu dengan lebar, yang terlihat adalah abizar sedang menyatukan bibir dengan dita
sekretaris abizar yang bernama reno pun mendekati kiara dan menutup pintunya, seakan merasakan sakit yang nyonya nya rasakan
"bawa anak anak dulu tuan" ucap kiara yang mantap selanjutnya dia akan melakukan apa
reno pun menggendong abyaz dan membawa reya dengan jaminan ice krim untuk reya, kiara yang melihat anaknya sudah sedikit menjauh, langsung memasuki ruangan tersebut kembali
kali ini abizar sudah terburu buru untuk membenarkan pakaiannya ketika mereka mendengar pintu tertutup dan melihat ada reya
kiara masuk ke ruangan itu dan langsung duduk di atas sofa yang tersedia, di dalam ruangan itu tanpa ada rasa kecewa, yang terlihat padahal hatinya sudah tersayat cukup dalam.
"lanjutkan saja tidak usah takut" ucap kiara dengan suara tegasnya, apapun caranya kiara tidak boleh menjadi istri yang tidak di anggap
__ADS_1
"ngapain kamu bawa anak anak kesini?" tanya abizar
"abyaz meminta aku untuk menemui mu, sekalian mengajak reya memilih pakaian yang pantas ia gunakan sebagai keturunan dari keluarga adytia" jawab kiara masih dengan nada yang tegas dan tatapan mata yang susah di artikan
"maafkan aku kiara, tapi aku sudah punya janji dengannya" jawab dita yang ingin memanas manasinya
kiara mengangguk seolah meremehkan ucapan dita yang menurutnya adalah kompor yang berusaha memanas manasinya
"baiklah silahkan, tapi aku minta kartu kredit pun tuan abizar," ucap kiara yang sudah berjalan mendekat ke arah abizar dan mengalungkan tangannya di leher milik suaminya
lalu mengecup bibir abizar, dan tersenyum, abizar pun terdiam atas tindakan berani istrinya, tapi ia juga tak bisa menolak
kiara pun memundurkan langkahnya, lalu mengarahkan satu tangannya untuk meminta kartu atm milik suaminya, abizar pun memberikannya
"masa kekasihmu di beri black card aku cuman kartu biasa, apakah istrimu ini tidak boleh mempercantik diri?, apakah hanya kekasihmu yang boleh?, apa kata publik nanti sayang, mereka akan mengatakan jika dirimu bukan suami yang baik, dan nama baikmu jadi hancur, jika nama baikmu hancur, apakah dita masih mau bersama mu?" ucap kiara dengan suara yang ia buat semanja mungkin
akhirnya abizar pun memberikan kiara kartu hitam tanpa batas milik dita, wajah kiara terlihat tidak senang
"ini bekas sampah ya?, gak jadi deh aku gak mau nerima barang bekas, aku balikan aja, aku bakal minta sama mamy papy ku aja" ucap kiara dengan melempar kartu hitam itu ke sembarang arah
pintu pun terlihat terbuka, ternyata abyaz menangis dan tak dapat di tenangkan oleh reno dan reya yang mulai merengek untuk bertemu dengan kiara
"papa sama wanita ini lagi? reya bakal aduin papa ke nenek!! papa jahat! reya gak mau sama Tante Dita! tante dita pernah cubit reya! reya gak mau sama tante dita!" teriak reya
kiara pun langsung menggendong abyaz, dan menggandeng tangan reya untuk keluar, setelah keluar dari ruangan haram itu, kiara duduk di depan reya sedangkan abyaz duduk di pangkuan kiara
"sayang, kamu tenang aja yaa, mama bakal buat tante dita jauh dari papa kamu, tapi ada syaratnya" ucap kiara sembari menenangkan reya
"apa ma?" tanya reya yang mau bekerja sama dengan ibunya
__ADS_1
"nanti kita bakal jalan sama kawan mama yang namanya dewa, saat papamu nanya nanti malam, kamu jawab aja kalo kita pergi dan beliin kamu baju sama om dewa, terus abyaz juga Deket sama om dewa" ucap kiara dengan rencananya
reya pun mengangguk setuju, mereka bertiga segera masuk ke mobil dan pergi ke mall yang masih menjadi bagian dari adv relastate