
kini abyaz sudah tertidur, bahkan kiara sudah siap siap untuk tidur, tak meyangka jika abizar masuk ke kamarnya dan memilih tidur bersamanya
kiara memutuskan untuk tidur di sofa saja, abizar tidak mengijinkan hal itu, yang benar saja suami istri pisah ranjang padahal satu atap?
"apa sih?" tanya kiara
"tidur di sampingku!" ucap abizar
"nanti kebiasaan!" ucap kiara yang berusaha melepaskan pelukan abizar di pinggangnya
"biarin!" abizar makin mempererat pelukannya tidak peduli seberontak apa kiara kenapa dirinya
"abizar.... kau akan menikah, di dalam sebuah hubungan harus ada yang namanya kesetiaan, jika kau tidak setia pernikahanmu hanya akan penuh dengan kebohongan" ucap kiara dengan tatapan datar dan suara yang bergetar, abizar pun segera melepaskan pelukannya, dan membiarkan kiara tidur di sofa
"aku sejahat itu ra?" tanya abizar merasa bersalah, kiara yang sudah di sofa pun tersenyum dengan manis sembari menatap ke arah abizar
"kau tidak jahat, aku yang jahat" jawab kiara masih dengan senyumannya, lalu membaringkan tubuhnya, dan menutup tubuhnya dengan selimut sampai menutupi seluruh badannya, abizar pun mematikan lampu kamarnya
_________
tepat pada jam dua belas malam, abyaz terbangun yang membuat dita begitu murka, dita segera menggendong abyaz dan berlari ke kamar tamu
dita menggedor pintu dengan kencang, yang membuat kiara bangun, mendengar suara gedoran kiara pun segera membuka pintu, kiara yang melihat abyaz menangis dengan suka rela menggendong abyaz
dita segera pergi ketika abyaz sudah bersama kiara, abizar pun terbangun dan segera menghidupkan lampu, abizar kaget kenapa bisa abyaz di sini
"tolong buatkan susu" ucap kiara dengan suara seraknya, abizar pun mengangguk dan segera pergi ke kamarnya
________
jam dua malam abyaz masih juga menangis, kiara masih setia mengayun abyaz agar kembali tenang dan tertidur, kiara heran mengapa abyaz terus menangis, kiara pun mengecek suhu tubuh abyaz
dan benar saja abyaz demam, kiara segera mematikan pendingin di kamarnya, dan menyuruh abizar membuka bajunya, jika pun pergi ke rumah sakit, abyaz akan bertambah parah jika terkena angin malam
kiara segera membuka baju abyaz setelah abizar tertidur dan tanpa pakaian atas, kiara segera menaruh abyaz dengan telungkup di perut abizar
"untuk apa ini?" tanya abizar
"agar demamnya ke kamu" jawab kiara, abizar pun mengangguk dan menutupi tubuhnya
"kita kek orang susah" celetuk abizar
__ADS_1
"entahlah aku lelah" ucap kiara mengelus pinggangnya dan kembali ke sofa hanya untuk bersandar
"perutmu sakit?" tanya abizar, kiara hanya mengangguk lemah, tubuhnya sangat lelah ia juga tidak tau kenapa
akhirnya pada jam tiga pagi suhu tubuh abyaz sudah reda, akhirnya abyaz tertidur di samping abizar
___________
keesokan paginya, kiara mengeluh perutnya semakin sakit, linda dengan sesegera mungkin datang ke rumah untuk mengurus abyaz
kiara pun segera di bawa ke rumah sakit, sakit di perutnya benar benar membuat kiara lemas
"ini hal biasa, sakit perut terjadi ketika hamil muda itu menandakan jika tubuh sedang beradaptasi dengan janin yang sedang berkembang" ucap dokter
setelah memberikan vitamin kepada kiara dan beberapa obat penguat janin, kiara pun di bolehkan pulang
abizar memutuskan membawa kiara ke mall, untuk membelikan kiara baju dan beberapa perhiasan, kiara hanya mengikuti abizar saja, kiara tak berani memilih
"pilihlah" pinta abizar
"nanti selera ku tidak sesuai dengan selera dita, jadi pilihlah sendiri, aku tunggu di toko baju sana" ucap kiara, segera pergi mendekat ke arah toko baju
kiara menatap ke pajangan baju, dia ingin membelinya tapi...ia lupa membawa uang, kiara hanya bisa diam dan memutuskan untuk memainkan ponselnya
"mau beli baju?" tanya abizar, kiara menggeleng sambil tersenyum, abizar dan kiara pun segera pulang, sebelum pulang kiara sempat pergi ke supermarket untuk memilih bahan bahan untuk masakan bubur abyaz
setelahnya baru lah mereka pulang ke mansion
"sepertinya abyaz menangis karena giginya akan tumbuh" ucap kiara memberitahukan kepada abizar
"jadi anak kita sudah mau punya gigi?" tanya abizar dengan senang, kiara hanya mengangguk sambil tersenyum tipis
akhirnya mereka pun sampai di mansion, kiara segera masuk ke kamarnya, begitu juga dengan abizar
kiara segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badannya, sekitar dua puluh menit kiara menyelesaikan aktivitas mandinya, kiara keluar dan mini dress berwarna putih di campur dengan warna merah
kiara lebih terlihat seperti anak perempuan sma, sungguh imut dengan umur kiara yang masih 25 tahun
________
kiara tidak menyangka jika dirinya di ajak ke acara keluarga
__ADS_1
"seharusnya dita kan yang kamu bawa?" tanya kiara
"siapa istriku?" bukannya menjawab pertanyaan, malah abizar bertanya yang membuat kiara tersenyum
senyuman kali ini kiara pamerkan, akan pudar karena kesedihan, di tinggalkan oleh seseorang begitu sakit bagi kiara, bahkan dirinya sampai terpuruk di tempat tidur hanya karena kehilangan satu orang
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
kini kiara abyaz dan reya sedang berada di acara keluarga, semuanya sibuk dengan kabar bahwa kiara baru saja mengandung di saat kiara abyaz abizar serta reya berada di depan semua orang
reya yang tidak di gendong, dan berdiri di bawah sambil memainkan kaki abyaz, terjatuh dengan darah yang keluar dari dada reya, baju merah reya lebih menampakkan warna merah yang lebih pekat
abizar pun segera menggendong reya dan berlari masuk ke mobil, kiara yang ikut sempat memperhatikan cakra yang tersenyum ke arahnya
kiara tidak memperdulikan itu, karena nyawa reya lebih penting daripada cakra, akhirnya dengan kecepatan kilat, abizar sembari memeluk anaknya sambil menyetir terus menangis
kiara terus memeluk abyaz agar tidak terhempas, sama dengan abizar kiara juga menangis, akhirnya mereka sampai di rumah sakit, tanpa basa basi lagi
abizar dan kiara langsung lari ke dalam ugd dan meminta pertolongan pertama kepada anaknya, setelah melakukan pembayaran reya segera di masukkan kedalam ruang operasi
kiara hanya sanggup menangis di lantai sembari memeluk abyaz, baju putih abizar telah ternodai oleh darah milik reya
abizar pun memeluk kiara dengan harapan jika kiara akan tenang, bukannya tenang kiara makin menangis di dalam pelukan sang suami
"kenapa harus reya?!" tanya kiara histeris
"tenangkan pikiran mu.... kasihan anak yang berada di kandungan mu" bukannya menjawab, abizar lebih memilih untuk menenangkan istrinya
akhirnya dokter pun keluar, kiara segera berdiri, sedangkan abyaz bersama abizar
"bagaimana dokter?!" tanya kiara
"pelurunya sudah tembus ke jantung, dan kami.... tidak bisa melakukan apapun, tuhan lebih menyayanginya" ucap dokter, dan segera masuk kembali ke ruang operasi untuk kembali menjahit hasil operasi para suster
kiara lemas, kiara jatuh ke lantai keluarga besar segera datang, begitu juga dengan kalea dan dimas yang mengetahui kabar cucunya
kalea segera menghampiri kiara yang berada di lantai, dimas segera menggendong abyaz dan mengajak cucunya berjalan jalan begitu juga dengan rivandra
"bagaimana kondisinya zar?" tanya linda
"tuhan....lebih menyayanginya ma.... tuhan lebih memilih untuk mengambilnya dari pada membiarkannya bersama kita!" jawab abizar dengan kembali meneteskan air matanya
__ADS_1
linda dan kalea yang mendengarkan itu pun, langsung memeluk anaknya masing masing