
kiara merasakan bahwa keluarganya tidak sama sekali mengabarinya, ia putuskan untuk hari ini mengabari genta, seharusnya genta selalu mengabarinya
kiara menelpon genta, tepat di deringan pertama panggilan sudah di angakt
Kak genta, kenapa kamu jarang mengabari aku??" tanya kiara
"kak, kau kan sedang hamil, bagaimana kalo kau berkunjung saja??, besok?"ucap genta
"hmm, ide bagus kakak akan datang besok" ucap kiara, lalu mematikan panggilannya
setelah panggilan di matikan terlihat abizar dan abyaz mendatangi kiara di kamar dengan buket bunga besar
"ada apa kalian membawa ini??" tanya kiara melihat ke arah buket, berharap sedikit jika itu untuknya
"ini untuk mama" ucap abyaz, akhirnya kiara pun tersenyum mendengar perkataan sang anak, dan abizar?, ia mendekati sang istri, lalu memeluk pinggang ramping yang sudah mulai berisi itu
"kita akan dinner malam ini sayang, kau harus bersiap siap" ucap abizar
"bagaimana dengan abyaz??" tanya kiara
"tentu saja anak kita harus ikut" jawab abizar dan abyaz menjadi setengah lompat karena akhirnya dia punya waktu dengan ayahnya, bukan hanya dengan ibunya
abyaz mengelus perut ibunya, lalu ia berkata "jika adekna abyaz lahir, abyaz akan sangat sayang sama adekna abyaz, seperti mama sama papa sayangin abyazzz" sontak itu membuat kiara menggendong abyaz dan memeluknya, begitu juga dengan abizar
"iya sayang, kita semua akan menyayangi adik kamu yaaa" ucap abizar dan langsung mengalihkan abyaz dari gendongan kiara
"sekarang ayo kita siap siap" ucap abizar
akhirnya mereka semua pergi dan bersiap siap menuju restoran yang abizar pesan, selama di perjalanan kiara dan abyaz tak henti hentinya berbicara tentang hari hari yang sudah mereka lewati
__ADS_1
tak terasa ternyata mereka sudah sampai di restoran tersebut, mereka pun turun dan masuk ke restoran tersebut dengan banyak pasang mata yang memperlihatkan mereka
mulai banyak gosip dan poto yang bertebaran mengenai kedekatan abizar dengan kiara kembali, bahkan abyaz turut serta dalam gosip tersebut
mereka makan dengan pelan di restoran itu, walaupun mereka mendengar gosip gosip, kiara sesekali tersenyum mendengar itu, ia suka gosip tentangnya
saat makanan mereka sudah selesai, ia mendapatkan panggilan dari vanan, akhirnya ia menjawabnya
"iya??" tanya kiara
"ada apa dengan gosip gosip yang bertebaran dimana mana tentangmu??" tanya vanan, kiara sedikit tertawa
"akan ku ceritakan besok kak" jawab kiara lalu mematikannya, kiara menatap suaminya lalu tersenyum "besok aku mau ke rumah orang tuaku, bolehkan??" izin kiara
"jangan terlalu malam ya sayang" ucap abizar
"abyaz mau ikut maaa, abyaz mau main sama om genta dan oma opa" ucap abyaz antusias, dan kiara serta abizar menyetujui akan hal itu
abyaz tertidur di pangkuan kiara, walau keberatan tapi kiara tetap ingin abyaz ada di pangkuannya, setelah sekian lama mereka jarang berjumpa
tak terasa mereka sudah sampai, kandungan Kiara yang sudah membesar itu kini tak mampu untuk menggendong abyaz, hingga akhirnya abizar lah yang selalu menggendong abyaz
-kamar
kiara menghapus make-upnya, setelah itu kiara masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi, sedangkan abizar membuka laptopnya, ia duduk di tempat tidur
tiga puluh menit berlalu kiara sudah keluar dari kamar mandi dengan piyama satin yang hampir memperlihatkan seluruh tubuhnya, kiara berjalan ke arah abizar dan ikut duduk di samping abizar
" kamu gak istirahat sayang??" tanya kiara memainkan lengan abizar, abizar yang merasa gemas pun menghentikan pekerjaannya, ia tersenyum ke arah kiara
__ADS_1
"istirahat kok sayang" ucap abizar memainkan jari jari lentik milik kiara, ia menciumi tangan istrinya
"aku ganggu??" tanya kiara karena mengetahui abizar menghentikan pekerjaannya
"enggak sayang, kamu gak ganggu" Jawab abizar dengan lembut dan senyum
"ayuk tidur yang" ajak kiara, tentu bukanlah abizar jika takut pada malam hari
- jam 2 dini hari
di kamar pribadi kiara dan abizar yang memiliki koneksi ke kamar abyaz kini sangat berisik, hingga abizar harus bangun
ia membangunkan istrinya karena jujur saja dia sangat takut Untu sendiri "sayang... ada suara suara tuh dari kamar abyaz" ucap abizar dengan nada ketakutan
mendengar itu kiara langsung terbangun dan menatap suaminya dengan kaget "suara apa yang?" tanya kiara panik dan langsung keluar dari kamar tidurnya
melihat istrinya yang duluan pergi ke kamar abyaz tentu abizar langsung mengikutinya dari belakang, langkah kaki kiara sangat cepat dan lebar hingga tidak merasa bahwa ia sudah sampai di kamar abyaz
kiara dan abizar masuk, terlihat abyaz yang sedang menangis meraung raung meminta tolong di dalam tidurnya
kiara segera mendekatinya dan memeluk abyaz ke dalam pangkuannya, "sayang....ini mama abyy kenapa??" tanya kiara lembut kepada abyaz
setelah di tenangkan abyaz kembali tertidur, sedangkan abizar mencari sumber yang membuat abyaz menangis di malam itu
setelah di check ternyata jendela kamar abyaz pecah, abizar mengangguk mengerti lalu mengajak anak istrinya untuk masuk ke dalam kamar pribadi mereka
abyaz di tidurkan di tengah antara mereka, "kenapa mas? apa yang terjadi?" tanya kiara merasa suaminya menyembunyikan sesuatu darinya
setelah menghela nafas akhirnya abizar menceritakan apa yang ia temukan, kiara terkejut karena itu
__ADS_1
mereka diam sejenak memikirkan apa yang harus terjadi, karena kiara yang sedang hamil besar akhirnya abizar memutuskan untuk mereka beristirahat, dan baru melanjutkan besok pagi, di mana mereka akan melihat cctv rumah
...Yaa jadi segini duluu Yaaa, maaf kalo kurang jelas, nanti di part selanjutnya bakal ada jawaban...