
kiara membuka matanya, ia tidak merasakan ada abizar di sampingnya, melainkan nyonya linda yang sedang memandikan abyaz
kiara pun langsung duduk, dan menutupi tubuhnya dengan selimut, dan berjalan pelan ke arah nyonya linda
"Tante... biar aku aja..." ucap kiara tidak enak dengan ibu mertuanya
"istirahatlah mama tau kalo kamu kelelahan bersama abizar, sudah sana pasti jalanmu tidak enak" ucap nyonya linda memahami menantunya
"tapi aku...." kiara tidak ingin melanjutkan perkataannya
"tidak apa sayang" ucap nyonya linda yang sudah selesai memandikan abyaz dan memberikan handuk kepada abyaz dan segera memakaikannya baju
kiara pun ijin untuk mandi, segera kiara menyelesaikan mandinya ketika mendengar abyaz menangis, tanpa mengeringkan rambutnya yang masih basah
kiara langsung keluar dan menggendong abyaz, linda pun tersenyum dan segera pamit untuk ke dapur, setelah memberikan abyaz susu,
abyaz pun kembali tidur, kiara pun menaruh abyaz di tempat tidurnya, memberi batasan bantal agar abyaz tidak terjatuh
kiara pun segera keluar, ternyata nyonya linda baru akan berpamitan untuk pergi, kiara pun mengangguk dan menyalim mertuanya
kiara melanjutkan kembali langkahnya, walaupun sedikit sakit di bagian intimnya, makanan abyaz harus di selesaikan
kiara melihat caranya dari vidio agar makanan abyaz enak, setelah dua jam berdiri di dapur akhirnya bubur abyaz jadi
kiara pun menyimpan buburnya di kulkas, kiara mendengar seseorang berbicara di depan, kiara pun segera berjalan menuju depan
langkah kiara terhenti di ambang pintu, melihat dita dan abizar tersenyum, bahkan senyum abyaz sangat tulus
"kamu melakukannya dengan Kiara?! mana janjimu ha?!" tanya dita menangis
"tenanglah dita, kamu akan tetap ada di hatiku" ucap abizar menenangkan dita
"sudahlah kita akhiri aja semuanya, apa kata istrimu nanti" ucap dita
"tidak dita! dia hanya istri dalam hukum, dia belum jadi istri dalam agama, kita bisa bersama" ucap abizar menenangkan, dan memeluk dita
kiara pun membuang mukanya, dan berjalan masuk ke kamarnya, sambil menahan air matanya, bahkan para pekerja disana merasakan sakit yang kiara rasakan
tapi kiara masih menyapa mereka dengan senyuman, setelah di kamar kiara segera mengganti posisi abyaz
dari tempar tidurnya, menjadi di tempat tidur milik abyaz, kiara pun mengganti sprei mereka dengan yang baru, bahkan membenarkan bantalan bantalan
kiara kembali turun dan mendekati zahra, bantu yang sudah lama bekerja disana,
__ADS_1
"zahra, nanti tolong di buang ya spreinya" ucap kiara memberikan spreinya
"loh kenapa non? tapi spreinya masih bagus" ucap zahra heran
"kalo zahra mau ambil aja ra, bagus sih bagus ra, tapi ya gitulah" ucap kiara berusaha menyembunyikan aib rumah tangannya
ternyata abizar sudah masuk dan membawa dita masuk ke rumah itu, kiara hanya tersenyum melihat abizar dan dita bergandengan tangan
"mau minum apa tuan?" bukan zahra yang bertanya, melainkan kiara
"jus saja" jawab abizar yang tidak sadar jika yang bertanya adalah kiara
kiara pun segera ke dapur dan menuangkan jus yang tersedia di kulkas ke dalam ceret, dan menaruh dua gelas di atas nampan, lalu mengantarnya ke depan abizar dan dita
"kenapa kamu yang ngantar?" tanya abizar baru sadar jika kiara mengantarkan minuman mereka
"karena tuan yang nyuruh" jawab kiara dengan entengnya dan pergi ke kamar begitu saja,
kiara duduk di meja rias, mulai merias wajahnya, dan melepaskan cincin yang melekat di jari tengahnya dan, melepaskannya.
abizar masuk dan melihat apa yang di lakukan oleh kiara, kiara melihat ke arah abizar dengan tatapan datar
"aku mau ke rumah temen, sekalian beli ponsel, abyaz aku bawa" ucap kiara membenarkan tataan rambutnya dan mendekati abyaz
lalu pergi begitu saja, abizar pun mengambil cincin milik kiara dan menyusulnya, terlihat kiara berjalan dengan susah payah
dah tidak mungkin jika kiara akan sanggup menggendong abyaz sendirian
"aku ikut kiara" ucap abizar
"bisa sendiri" cegah kiara masih berjalan
"bisa sendiri memang bisa! tapi kau tak menggunakan cincin!!" ucap abizar
"pantas seorang wanita tidak memiliki pasangan ini memakai cincin?!" ucap kiara
"maksudmu?" tanya abizar
"aku seorang kiara fausta Abimana tidak memiliki pasangan!" ucap kiara menegaskan perkataannya
"aku pasanganmu Kiara! aku suamimu!" ucap abizar
"suami istri dalam hukum, tidak di agama, jadi.... untuk apa? mending pisah bukan?" ucap kiara
__ADS_1
abizar pun menggendong abyaz, dan menggeleng menatap kiara
"aku ingin kita pisah, tapi aku akan tetap bekerja sebagai pengasuh mereka, tapi kau akan membayarku" ucap kiara mengajukan penawaran
"diam? berarti iya, aku akan urus semuanya" ucap kiara
kiara pun memilih mengambil alih abyaz dan pergi, abizar tetap ingin ikut, bagaimana caranya agar dia tetap mempertahankan rumah tangganya
abizar pun masuk ke dalam mobil terlebih dahulu, lalu di susul dengan kiara yang duduk di sampingnya masih dengan wajah datarnya yang tidak ingin berada di samping abizar,
"sini tangannya" ucap abizar sambil menarik tangan kiara, kiara pun menarik kembali tangannya
"gakkk mauuu" ucap kiara menolak, ia mau mengakhiri semuanya saja
"kita bakal urus semuanya, ok.... pikirin anak anak, jangan mikirin ego aja ya sayang" ucap abizar ketika cincin sudah terpasang di jari manis milik kiara
"no! kamu masih dekat sama dita!" ucap kiara
"aku akan jauhi mulai sekarang" ucap abizar mencari solusi dan mengelus kepala kiara
"janji?" tanya kiara, abizar pun tersenyum dan mengangguk, lalu abizar menjalankan mobil mereka menuju pengadilan agama
rasanya ia tak rela melepaskan kiara, tapi melepaskan dita juga berat baginya, akhirnya mereka sampai di depan gedung pengadilan agama
"ceraikan?" tanya kiara menatap ke arah abizar yang sedang mengambil beberapa berkas
"tidak! dan jangan harap" ucap abizar lalu segera pergi
setengah jam kiara berada di mobil, bahkan abyaz sudah terbangun dari tidurnya dan sedang memakan roti bayi, yang sengaja di bawa oleh kiara
akhirnya abizar terlihat kembali dari kantor pengadilan agama, tanpa berbasa basi lagi, abizar langsung menancapkan gas
"mau makan apa?" tanya abizar ketika mobil harus berhenti karena lampu jalanan memperlihatkan lampu merah
"bakso" jawab kiara sembari bermain kepada abyaz
"tanpa basa basi? langsung milih?" tanya abizar melihat ke arah kiara
"iya emang kenapa?" kini kiara juga kembali bertanya, apa yang salah? dia di tanya ingin makan apa, menjawab saja salah
"maksudku, ngelawan hukum cewek banget " ucap abizar yang sudah menjalankan mobilnya
"jadi maksud kamu? aku gak cewek? jadi kamu kira aku apa kalo aku gak cewek? apa salahnya kalo di tanya langsung nentuin pilihan? salah? salah aku disini maksud kamu?" tanya kiara ngegas kepada abizar
__ADS_1
"gak gitu maksudnya " elak abizar, ternyata jika kiara marah seperti wanita pada umumnya juga