
*time travel 2 bulan kemudian
kini kandungan kiara sudah mencapai tujuh bulan, tepat dimana ia bisa mengetahui apa jenis kelamin anaknya.
"sayanggg" panggilan yang selalu membuat kiara tersenyum, Kiara menoleh ke arah pintu kamar mandi yang terbuka
"ada apa??" tanyanya mendekati sang suami abizar, abizar yang melihat Kiara mendekatinya pun juga ikut tersenyum
"hari ini kita bisa melihat apa jenis kelamin anak kita, aku berharap ini adalah anak cowok" ucap abizar sambil mengelus perut kiara yang sudah semakin membesar
"sudah satu laki laki, bagaimana jika dua?? aku tak akan punya anak perempuan yang bisa di andalkan kalo begitu" ucap kiara merengek, abizar gemas sendiri
melihat Kiara yang terus berpura pura merengek itupun langsung menggerakkan kepalanya mendekati kepala kiara, belum sempat bibir mereka bersatu pintu kamar terbuka
yang masuk adalah anak tercinta mereka, abyaz. kiara yang melihat abyaz masuk langsung menjauhkan kepalanya dari abizar
sedangkan abizar tengah menahan kekesalannya karena abyaz, kiara mendekati putra pertamanya dengan senyuman, "anak mama kenapa disini??" tanya kiara sambil membenarkan seragam sekolah abyaz
"bukannya harus berangkat??" lanjut abizar yang langsung mengambil pakaiannya, "mau berangkat sama mama dan papaaaa" ucap abyaz tersenyum menatap keduanya
"baiklah, kalo begitu ayo sayangg," kiara mengambil jilbab dan jarum, lalu segera mengajak abyaz untuk keluar, sedangkan abizar memakai pakaiannya terlebih dahulu
25 menit kemudian.
abizar turun dari lantai dua, dan segera mendekati kedua anak dan istrinya yang sudah marah dengan dirinya
"ada apa ini??, kenapa??" abizar tak merasa punya salah sama sekali dengan keduanya, ia langsung masuk ke mobil dan di ikuti oleh anak dan istrinya
mobil berjalan sempurna di atas jalanan yang mulai ramai, tak terlalu terlambat untuk abyaz yang masuk kelas jam sembilan pagi,
mobil berhenti di karenakan lampu merah yang menyala menggantikan lampu hijau, tepat di saat itu ponsel abizar berbunyi, sebelum mengangkatnya abizar terlebih dahulu melihat si pemanggil
__ADS_1
"huh...alexa" gumam abizar lalu mengangkatnya, Kiara mendengar siapa yang di panggil oleh abizar, kiara menatap ke jendela untuk melihat jalanan
tak lama lampu hijau kembali hidup, dan abizar langsung menjalankan mobilnya, "sudah yaaaa, aku akan mengendarai mobill nanti kan ku kabari" ucap abizar dengan manis sebelum mematikan ponselnya
"sayang....hari ini mau makan apa??" tanya abizar kepada kiara yang sedari tadi masih menatap jendela, sesekali kiara menggemakan nafasnya agar tak menangis
"sayang..." panggil abizar lagi, kini ia menyentuh bahu kiara agar melihatnya, "papa!! mama itu sedih karena papa telponan sama yang lain!!" ucap abyaz yang sedari tadi menatap mamanya
"ha??, benerkah itu sayang??" tanya abizar tak percaya, karena Kiara terlalu jarang untuk cemburu, kiara yang mendengar itu langsung menatap abizar dan abyaz bergantian
"abyaz....jangan membuat gosip..." ucap kiara lelah, sedangkan yang di tegur hanya bisa menatap mamanya dengan ribuan arti yang tak tertebak
"sayang??" panggil abizar, "kau sangat senang ya mempunyai dua mainan?!" emosi kiara meledak saat melihat wajah abizar kali ini membuat abizar sendiri kaget
tak lama mobil berhenti dan abyaz langsung turun tanpa berpamitan kepada kedua orang tuannya, "kenapa kau emosi di depan anak kita?" tanya abizar tak mengerti
"lalu kenapa kau menghubungi ****** di depan ank kita?!" tak kalah, Kiara punya senjata jika ingin melawan abizar si manusia batu
"******?? siapa??" abizar masih tak mengerti apa maksud dari sang istri, kiara menghembuskan nafasnya lelah, antara bodoh dan polos
"Alexa temen kerjakuuu" ucap abizar dan langsung memberikan ponselnya kepada kiara, kiara langsung menerimanya dan melihat semua isi ponsel sang suami
tiba tiba kiara menangis dengan kencang, membuat abizar langsung menepikan mobilnya di jalan, "ada apa sayang?? hei?? are you okay?" tanya abizar berusaha menenangkan Kiara
"aku jahat ya sama kamu???" tanya Kiara dengan suara tangisnya, membuat abizar menggeleng dengan cepat "enggak, kamu gak jahat sayanggg" ucap abizar yang langsung menghapus air mata kiara
"aku udah nyalahin kamu, udah nud-" belum sempat lagi dia melanjutkan kata katanya, abizar langsung memeluknya, mengelus punggung kiara adalah hal wajib yang harus di lakukannya
"enggak sayangg, aku salah karena gak minta izin dulu untuk nelpon orangg" abizar melepaskan pelukannya dan menatap kiara dengan tatapan sayang
"beneran??" tanya kiara dengan bibir yang di majukan ke depan agar terlihat imut, abizar tertawa dan mengecup puncak kepala sang istri, segera melajukan mobilnya
__ADS_1
"sayang kamu" ucap kiara dengan nada di buat manja, "iya, too" balas abizar sekenanya karena jalanan mulai macet karena ada perbaikan jalan,
"sayang!!!, yang iklhas" ucap Kiara cemberut, abizar menghelakan nafasnya, "iya iya sayangkuuuu, i love you moreeeee" ucap abizar yang masih fokus sama jalanan
"sayang!! kamu gak lihat akuuu" kiara menarik narik bahu abizar agar melihatnya, "bentar jalanan lagi macet " ucap abizar memberi tahu kondisinya
"yaudah" kini kiara langsung memainkan ponsel milik suaminya, ia memainkan game di ponsel suaminya
"enak ya sayangg, gamenya ada magic magicnya" ucap kiara membuat abizar melirik sedikit ke arah Kiara, "apa nama gamenya??" tanya abizar
"mobile legends, kalaaaah" ucap kiara sambil cwmberut karena kalah, membuat abizar langsung menatap ke arah kiara kesal
"ki? kalah?! kamu kalah?!" tanya abizar langsung menatap ponselnya, huh. mau marah tapi istrinya hanya satu
"kenapa?? salah??" tanya kiara bingung, abizar menggeleng dan langsung fokus ke jalanan lagi, "enggak, kamu gak salah" akhirnya mobil mereka lewat dari kamacetan
"sekarang mau makan apa??" abizar mengalihkan pembicaraan, "apa aja sayanggg" ucap kiara meletakkan ponsel suaminya di paha suaminya,
"yaudahhh, baby mau apa??" tanya abizar seolah bertanya kepada anak bayi yang belum lahir itu, "mau makan ayam pappa" jawab Kiara dengan suara se manja mungkin
"hahahha, imut banget istriku" ucap abizar mendengarkan suara istrinya
*skip
mobil berhenti di depan kantor abizar, rencananya mereka akan di sana sambil menunggu antrian, jadi abizar akan bekerja terlebih dahulu
mereka turun dari mobil, orang pacaran biasalah gandengan, tapi bagi karyawan ini adalah fenomena langka
abizar se so sweet itu, bahkan satpamnya sendiri, izinkan beberapa jomblo di kantor itu menangis, mereka menginginkan pacar
keduanya masuk ke lif khusus, mereka tetap menempel, "sayang..... nanti malam??" abizar menggantungkan ucapnnya
__ADS_1
"hmmm, tanya dokter duluu" jawab kiara menatap abizar, abizar dengan muka sedikit takut jika tidak di ijinkan akhirnya keluar dengan Kiara karena pintu lifnya terbuka
ruangan itu sepi, tidak seperti biasanya, tak mau pikir panjang mereka langsung masuk ke ruangan abizar