
abizar diam di tempatnya, tidak memberikan respon apapun
"berikan aku kesempatan" ucap abizar
"jika dalam dua bulan aku mampu melupakanmu aku berjanji akan menceraikanmu. jika dua bulan aku masih mencintaimu, aku akan mengejarmu sampai kita kembali ke mahligai pernikahan kita" ucap abizar sungguh sungguh
"terserah mu, jangan plin plan, jika ingin membuat kesepakatan di awal, buat! jangan saat di akhir kau melupakan janjimu!" ucap kiara menantang
akhirnya mereka keluar dari gudang, lalu pergi untuk ke tujuan awalnya
mereka melakukan perjalanan dalam satu mobil, tidak ada yang membuka percaya sama sama diam.
kiara yang fokus dengan make upnya dan abizar yang fokus dengan setir mobil
"apakah kau tau jika CEO gn group adalah pria sehingga kau berdandan?" tanya abizar
kiara melirik ke sekilas ke arah abizar, lalu terkekh
"cemburu kah? heh dasar pria cemburuan" ledek kiara sambil menyelesaikan riasannya
setelah tiga puluh menitan mereka sampai di tempat janji dengan gn group, banyak keuntungan dan kerugian yang mereka bahas.
mereka menyelesaikan pertemuan dengan gn group selama tiga jam
kiara tampak kelelahan, bahkan kiara sangat emosional setelah pertemuan dengan gn group
"apakah kau baik baik saja?" tanya abizar, belum sempat membalas ponsel abizar berdering
abizar mengangkat panggilan tersebut, abyaz menelpon.
"pa?! mama mana?!" tanya abyaz dari sebrang
"byaz.... apakah kau lupa? mama telah kau usir?" tanya abizar, abyaz terdiam
melihat abyaz diam abizar memutuskan untuk mengakhiri panggilan tersebut, lalu secara diam diam mengambil gambar kiara
yang sedang berdiri di depan pintu keluar cafe
(ilustrasi, aslinya kiara sudah berjilbab)
"aku tau aku gendut! tidak usah di poto!" kiara tampak marah dan pergi begitu saja, abizar mengirim poto kiara pada abyaz baru menyusul kiara
"maafkan aku, itu untuk abyaz" ucap abizar menjelaskan, kiara tersenyum dan menghentikan langkahnya
"sini ponselmu" minta kiara sambil mengadakan tangan, abizar memberikannya
dia mengirim potonya ke ponsel abizar lalu dari ponsel abizar, poto tersebut di kirim ke abyaz dengan pesan teks yang sangat imut
: hai abyaz sayang! ini mamaʘ‿ʘ:
setelah selesai segera memberikan ponselnya kepada abizar kembali dan melanjutkan langkahnya
__ADS_1
abizar melihat apa yang di lakukan oleh kiara, dengan tersenyum abizar menyimpan gambar kiara, lalu menyusul kiara, berjalan bergandengan
"kenapa bergandeng?" tanya kiara heran
"biar kamu gak ada yang ngambil" jawab abizar asal sembari tertawa, kiara ikut tertawa di buatnya
"mari kita jalan jalan!" ajak kiara
"kemana?" tanya abizar memastikan
"bagaimana kalo pergi ke mall?" tawar kiara
"boleh juga, yok" abizar tidak memikirkan dua kali, akhirnya merekapun segera pergi ke mall
-sesampainya di mall
kiara terlihat memilih beberapa baju kembar, mumpung dirinya sedang semangat untuk belanja
"untuk siapa membeli baju pria?" tanya abizar penasaran, jika untuk baju abizar akan tetap positif thinking mungkin untuk ketiga abangnya
-saudara kiara dan urutannya
1 Muhammad dewa saputra abimana
2 kayana pratesa abimana
3 Ryan shankara gavindo Abimana
4 vanandya fara Ishana abimana
6 kiara fausta abimana
-
"tentu saja untukmu" jawab kiara masih dengan fokus pada tujuannya datang ke toko itu
"lalu baju anak anak itu? bukankah saudara mu belum ada yang menikah?" tanya abizar kembali
"kalo aku jawab untuk abizar kau mau apa?" tanya kiara mengalihkan pandangannya dari baju untuk menatap ke arah abizar
abizar tersenyum dan memberikan kartu kredit tanpa limit miliknya, kiara memukul pelan tangan suaminya, lalu pergi dengan baju pilihannya
tanpa kartu kredit yang di berikan oleh abizar sama sekali, kiara langsung pergi ke baju wanita, memilih untuk kedua kakak dan mamanya, serta mamanya abizar
tak lupa ayah dan ayah mertuanya juga sudah ia belikan, kiara selesai memilih dan segera menuju kasir, tanpa sepengetahuan abizar
kiara membayarnya dengan uangnya sendiri, setelah membayar kiara segera mencari abizar, bahkan kiara membawa barang yang tidak sedikit itu
"ini kartu kreditnya" beri abizar
"sudah ku bayar" jawab kiara tersenyum sembari berjalan
abizar mengejarnya dan mengambil beberapa barang yang di bawa oleh kiara
"ih! abizar! aku bisa!" kiara merasa abizar terlalu memanjakannya
__ADS_1
"kau ini istriku! aku suamimu! jika masih ada aku, maka aku akan menjagamu" ucap abizar
kiara menggelengkan kepalanya, lalu menyamakan langkahnya dengan langkah abizar
"kau sangat cantik" puji abizar
"cantikan aku atau wanita malam?" tanya kiara memulai peperangan
emang kau wanita, kalo rindu itu ngajak perang Mulu heran deh
"tentu cantikan surga ku ini" jawab abizar tanpa ragu
"alah bacot, paling di hatinya bilang wanita malam" kiara tidak percaya dan memilih mempercepat langkahnya untuk masuk ke lift
tepat saat abizar berdiri di depan lift, pintu liftnya tertutup, terpaksa abizar harus menaiki eskalator
-parkiran
kiara sampai lebih dulu di parkiran, menunggu abizar
hanya lima menit saja, abizar sudah kelihatan dari arah jauh, kiara tersenyum,
abizar setengah berlari untuk menuju ke arah kiara
tepat saat abizar sudah sampai, ada dua orang pria yang ingin menyekap kiara
untungnya abizar langsung memeluk kiara dan menjadikan tubuhnya sebagai tameng untuk kiara
dua pria tersebut langsung mengurung niatnya untuk menyekap kiara
abizar melepaskan pelukannya, lalu melihat keadaan kiara, hingga kiara harus mutar mutar
"aman.... hanya" abizar mengentikan ucapannya
"hanya apa?" tanya kiara penasaran
"hanya milikku yang selama ini sudah lama tidak kumasuki saja yang tidak aman" lanjut abizar sambil berbisik
"kenapa?" tanya kiara
"sudah mulai menyempit" jawab abizar tepat di kuping kiara dengan suara beratnya
kiara di buat merinding dan sedikit menjauhkan tubuhnya dari tubuh abizar, abizar segera masuk ke dalam mobil begitu juga dengan kiara
"kita akan kemana?" tanya abizar
"ke apartemenku" jawab kiara, dengan senang hati abizar melakukan
...****************...
halo enjel, yang mau novelnya di promosikan di sini, langsung aja chat aku ya adick rimba dengan senang hati aku promosikan,
oh ya maaf jarang up, aku lelah adick rimba apalagi sekolah aku lagi aktif dan banyak lombanya, makin parah lelahnya
masalahnya ada lomba bukannya seru, mikir otak bund gimana cara menampilkan yang terbaik, tapi tak apa insyaallah aku akan up kok deck, aku tu tidak akan melupakan kalian adick adick love you
__ADS_1