Hanya Sebagai Ibu Sambung Dari Anak Sang Ceo

Hanya Sebagai Ibu Sambung Dari Anak Sang Ceo
part 8


__ADS_3

ketik sedang berbaring untuk menjaga anak anaknya, reya kembali muntah yang membuat kiara segera bangkit dan menggendong reya ke kamar mandi


abizar pun juga menggendong abyaz dan mengikuti kiara yang sedang, memijat tengkuk reya


"kita kerumah sakit aja" ucap abizar yang merasa anaknya sudah tidak baik baik saja


"cepet sayang! reya muntah darah!" ucap kiara panik melihat darah keluar dari mulut reya, kiara pun menggendong reya yang sudah pingsan


mereka langsung pergi begitu saja, tidak memikirkan pintu yang belum di kunci, bahkan masi terbuka lebar, tidak peduli jika abizar akan mengeluarkan uang banyak dengan dirinya yang aut autan di jalan


yang terpenting adalah anaknya, akhirnya mereka sampai setelah melewati pertengkaran di jalan, kiara langsung berlari ke ugd


dan membaringkan reya di brankar rumah sakit, lalu mengijinkan dokter mengecek seluruh tubuh reya


abizar pun mengikuti kiara dengan abyaz yang terlihat kaget dengan kejadian tadi, tapi abyaz belum mengerti apa apa


"dalam analisis kami untuk beberapa saat, ada satu makanan yang ia makan, dan itu mengandung satu zat yang berbahaya untuk tubuhnya" beritahu dokter yang bernama firman


"tapi dia sudah muntah dari tadi pagi, tapi gak sampe muntah darah kek tadi dok" beritahu kiara


"ini hanyalah analisis sementara dari rumah sakit, untuk selanjutnya mohon urus kamarnya, karena jika tidak di tangani dengan obat, mungkin akan lebih parah" ucap dokter firman kembali


abizar pun segera mengurus kamar reya, dan reya segera di infus, kiara terus berada di samping reya, walau dari pagi ia belum makan, bahkan wajahnya terlihat pucat


setelah satu jam di ugd akhirnya reya masuk ke dalam kamarnya, setelah berada di kamar, kiara langsung merebahkan dirinya di sofa


abyaz masih berada di gendongan abizar, abizar segera memanggil reno untuk membeli pakaian dirinya, serta kiara juga reya


setelah menelpon reno, abizar segera menelpon linda dan kalea agar datang kesini


selama dua jam menunggu reya sadar, linda dan kalea pun datang secara bersamaan, terlihat ada permusuhan di antara kedua orang tua itu


kalea pun duduk di samping kiara yang sangat lemas, dan linda menggendong abyaz, mereka memang sudah bertengkar dari kiara dan abizar di bangku sekolah menengah atas,


"aku akan jaga abyaz" ucap linda, ingin rasanya membantah tapi kalea juga harus ke amerika untuk menghadiri kelulusan anaknya

__ADS_1


"mama gak bisa disini lebih lama sayang.... mama harus ke amerika" ucap kalea, bahkan ponselnya sudah berdering, kalea pun pamit, begitu juga dengan linda


"rencanamu lin, buat kiara jadi sakit juga" ucap kalea


"jika tidak ku berikan / yang di kasih butiran butiran kecil untuk reya, maka kiara dan abizar akan bercerai, lalu anakku akan menikah dengan dita" ucap linda yang tak mau di salahkan


"iya sih, dita wanita ular" ucap kalea membenarkan berita tentang dita yang memalukan


__________________


kini kiara sudah makan, bahkan wajah kiara yang pucat sudah menampakan darah, masih menunggu dokter mengecek reya


"diagnosa kami masih sama, tapi jika reya sudah menghabiskan dua infus dan meminum obat, malam ini ia bisa pulang, tapi tolong setelah pulang beri dia bubur terlebih dahulu" ucap dokter firman setelah kembali mengecek tubuh reya


dokter firman pun pamit untuk pergi, kiara segera memberi makan reya, dengan sedikit drama akhirnya reya menghabiskan buburnya


"nanti malam kita pulang, nanti malam kita pulang" ucap abizar dengan senyuman


"emang kenapa?" tanya kiara yang merapikan pakaiannya


"kita bisa buat adek" jawab abizar tepat di kuping kiara, secara refleks kiara menjewer kuping milik abizar


_______,


malam pun tiba, dan kini dengan pelan kiara membantu reya untuk mengganti baju dan bersiap siap untuk tidur, setelah memberikan obat dan susu, kiara mematikan lampu kamar reya dan keluar


lalu masuk ke kamarnya karena merasa begitu lelah, abyaz baru saja tertidur, kiara terlebih dahulu mengganti pakaiannya dengan piyama, setelah mengganti pakaian barulah ia naik ke atas ranjang


abizar langsung memeluk kiara dan belakang, dan memberikan ponselnya kepada kiara, kiara pun segera menaruh ponsel milik abizar di atas nakas samping tempat tidur


"sayang, bikin debay yok" ucap abizar masih dengan memeluk kiara


"gak ah" tolak kiara


"kenapa enggak?" tanya abizar

__ADS_1


"abyaz masih satu tahun tiga bulan" jawab kiara yang sudah menghadap ke arah abizar


"emang kenapa kalo abyaz masih satu tahun?" tanya abizar lagi


"ya pasti lagi lasak lasaknya lah!, nanti aku capek, apalagi kalo bumil sensian, terus kalo gak sengaja aku pukul abyaz? atau aku marahin reya?" ucap kiara mengutarakan pikirannya


"iya sih..... tapi kalo aku mau jatah?" tanya abizar


"pake pengaman lah sayang.... jaman gak sebodoh itu, dan kamu gak se tolol itu!" jawab kiara


"kasar banget bilangin aku" ucap abizar dengan memanyunkan bibirnya


"apasih!" ucap kiara sambil memukul bibir abizar


"oh ya, besok dita ngajak ketemuan" ucap abizar memberitahu.


"ohhh masih berhubungan" kiara menganggukkan kepala, tanpa bertanya untuk apa mereka bertemu


"cukup tau" ucap kiara, lalu membalikkan badannya, dan menyelimuti tubuhnya sampai di leher


"cuman untuk batalin pernikahan sama jelasin maksud aku kenapa batalin loh" ucap abizar takut jika kiara marah


"aku gak nanyak, kalo kamu bilang gitu, kelihatan banget kamu pengen ketemunya" ucap kiara lalu segera menghidupkan lampu tidur, dan mematikan lampu kamar dengan remote


"gak gitu sayang... dengerin penjelasan aku dulu dong, aku mau batalin hubungan aku dan dita biar gak ada rasa kebencian nantinya, dan rumah tangga kita baik baik saja" ucap abizar menjelaskan, tapi masih tak terdengar suara kiara


"sayang.... jangan gini dong" ucap abizar dengan menggoyangkan tubuh kiara


"iya loh pergi aja! heboh kali! abyaz lagi tidur pun!" ucap kiara dengan nada ngegasnya, yang takut malah abyaz terbangun karena ulah ayahnya


abizar pun segera membaringkan tubuhnya dan memeluk istrinya dari belakang sekian kalinya di hari itu


"terimakasih udah mau mempercayai ku" ucap abizar, kiara hanya bisa mengangguk, walau dalam hati meminta kepada sang tuhan agar, bisa menjaga hati serta iman suaminya agar tidak khilaf


kiara tidak dapat tertidur, sebaliknya abizar yang takut jika istrinya masih marah dengannya, dan malah izinnya tadi karena ia tidak mau membiarkab abizar pergi

__ADS_1


kedua mahkluk yang berada satu ranjang ini, sedang overthinking dengan pikirannya masing masing, tapi tak lama, akhirnya kiara membalikkan badannya dan memeluk abizar


abizar merasa tenang dan nyaman apalagi wangi parfum yang di pakai oleh kiara membuatnya, candu, karena parfum tersebut mirip dengan almarhum istrinya dulu


__ADS_2