
jam di dinding sudah menunjukkan pukul 00:23, tapi kiara masih belum tertidur, kiara setia menunggu abizar datang
akhirnya ketukan di pintu pun terdengar, dengan semangat kiara membukanya, dan benar yang berada di belakang pintu adalah abizar
tapi kiara melihat kejanggalan di wajah abizar, kiara segera meminta abizar untuk masuk, dan segera kiara mengunci pintu
"katakan padaku, ada apa?" ucap kiara yang merasa bahwa abizar tidak baik baik saja
"dita mengancam ku, bahwa dia akan membunuhmu jika aku tidak menikahinya" ucap abizar dengan suara bergetar dan wajah pucatnya
"untuk apa kau takut? dia tidak akan bisa menyentuhku!" ucap kiara
"tapi dita membunuh ara! dia yang membuat ara meninggall ketika melahirkan abyaz! dita memberikan obat di minuman ara, yang membuat ara pendarahan hebat, dan harus segera di operasi, padahal kandungannya masih delapan bulan!" ucap abizar sambil menangis
"kenapa kau masih bersamanya?!" tanya kiara merasa jika abizar sangatlah bodoh
"aku takut jika aku meninggalkannya, maka dia akan menyakiti keluarga ku!" jawab abizar
kiara segera mengambil ponselnya, dan pergi ke balkon kamar, mengotak atik ponselnya
"halo pa.....ku mohon tolong kami!" ucap kiara ketika sambungan telepon sudah tersambung
"ada apa kiara? apakah semuanya baik baik saja?" tanya dimas dengan khawatir terhadap putrinya
"dita mengikuti kami sampai di hotel errylynabinama, tolong! dita juga mengancam abizar akan membunuhku jika tidak menikahinya" ucap kiara, baru kali inilah suaranya terdengar gelisah
"papa akan kirim polisi, dan bukti dimana dita meracuni ara" ucap dimas menenangkan putrinya
akhirnya mereka menyelesaikan sambungan telepon, kiara kembali kepada abizar, kiara segera memeluk abizar
"tenanglah abizar, semua akan baik baik saja.... semuanya...aku akan mengurusnya abizar, tenanglah...." ucap kiara menenangkan abizar
kiara pun menghapus air mata abizar dan tersenyum menatap abizar
__ADS_1
"everything will be ok, and all will be ok believe to me!" ucap kiara kembali
akhirnya abizar pun bisa tenang, dan bisw tertidur ketika kiara memeluknya dan berpura pura tidur
setelah merasa jika abizar terlelap, kiara segera keluar dengan pisau yang ia simpan di saku celana dan ponsel yang siap merekam, segala pembicaraan mereka
kiara pun berhasil keluar, manusia pertama yang ia temui di dekat kamarnya hanyalah dita, yang menunggu tanpa lelah
"akhirnya kau keluar!" ucap dita
"mau apa kau?" tanya kiara
"simpel, kau berikan aku uang, aku akan pergi, jika tidak..... maka abizar akan akan ku buat depresi!" ucap dita
"akankah itu berhasil?, kau bilang kepada abizar akan membunuhku jika tidak menikahimu, apakah akan berlaku dengan uang?* tanya kiara
hening, semuanya hening, yang terdengar hanya hamparan air yang berombak, kiara melipat tangannya di dada, lalu mengedarkan pandangannya ke arah laut yang sedang di terpa angin, yang membuat ombat
menikmati pemandangan yang indah, layaknya kiara yang menatap laut dengan air mata yang mengalir
"abizar tetap tidak ingin melanjutkan hubungan kami, aku tau aku salah karena aku sudah menggoda abizar, dan membuat abizar membenci abyaz karena di saat abyaz lahir, ara meninggal, aku berhasil selama tiga belas bulan, tapi kau datang! dan sayangnya kau begitu mirip dengan ara kiara! padahal aku akan berhasil selangkah lagi!" ucap dita melanjutkan perkataannya yang tadi ia jeda
"kau pembunuh dita! kenapa tuhan membuat takdir kau membunuh ara! kenapa?! ara tidak pernah mengganggu keluarga mu! kenapa kau membunuhnya?!" tanya kiara dengan tangisan yang semakin deras
"aku...aku iri dengannya!" ucap dita
"kenapa harus ara?! kenapa harus sahabatku?!, kau membuat rachel kehilangan kakaknya! kau membuat gracellyn kehilangan adiknya!! kau buat aku kehilangan sahabatku!! dan kau membuat abizar kehilangan kekasihnya dita!" ucap kiara sedikit meninggikan suaranya
dita hening, tidak ada balasan suara sirine polisi terdengar, beberapa saat polisi pun datang ke arah mereka, dan menangkap dita atas tuduhan pembunuhan satu tahun tiga bulan yang lalu
akhirnya dita di bawa oleh polisi, kiara pun masuk ke kamarnya, dan mengambil ponsel yang tadi sudah merekam pembicaraan mereka, kiara duduk di bawa lantai, dengan sandaran kursi
kiara segera mengirim percakapan itu kepada gracellyn dan rachel, yang selama ini dia tutup tutupi, akhir kiara tidak perlu membohongi sahabatnya hanya karena ingin menjaga pesan ara
__ADS_1
karena tangisan kiara yang cukup terusik, abizar pun terbangun, saat bangun abizar kaget karena kiara menangis di bawah, apalagi kiara berusaha menyayat tangannya
abizar segera mendekati kiara dan menarik secara paksa piso kecil yang berada di tangan kiara, dengan cepat abizar menggendong kiara dan mengangkat tubuh kiara ke atas kasur
di saat abizar ingin bangkit, kiara menahan tangan abizar agar tidak pergi dari sisinya, yang di butuhkan kiara saat ini adalah tempat mengadu dan tempat untuk ia bersandar
abizar pun memposisikan kepala kiara berada di dadanya, lalu dengan pelan abizar mengusap punggung kiara
"ada apa sayang? kenapa kau menangis?" tanya abizar rasanya ikut sedih saat melihat kiara menangis
"d...dita dita membunuh ara! dia membunuh s...s...saha...b...batku!!" jawab kiara masih dengan menangis
"sudahlah, jangan terus menangis, tenangkan dirimu, tidurnya kiara hari belum selesai, jangan seperti ini....aku ikut terluka..." ucap abizar menenangkan
lama kiara menangis hingga akhirnya ia ketiduran, abizar pun segera mengambil ponselnya kiara yang berada di lantai, abizar mendengar rekaman yang sengaja di rekam oleh kiara
setelah selesai mendengarkan abizar langsung melihat ke arah kiara dengan perasaan sakit, rasanya ia masih belum rela jika kiara menangis
akhirnya abizar memutuskan untuk tidur di samping kiara dengan posisi memeluk kiara
_______
paginya, pada pukul 7 pagi, abizar terbangun ketika merasakan jika kiara kedinginan, akhirnya abizar pun memutuskan untuk mematikan pendingin di ruangan tersebut, dan kembali memeluk kiara
akhirnya pada jam sepuluh, kiara pun terbangun masih dengan perasaan yang sama, rasanya sedih dan marah masih terasa di hati kiara
abizar pun ikut terbangun karena kiara yang membuat banyak pergerakan, abizar pun duduk dan menatap kiara, kiara segera memeluk abizar dari samping
"jangan stres dong sayang, nanti baby gak bisa tumbuh" ucap abizar sambil mengelus kepala kiara
"gak tau, kepala aku rasanya sakit!, rasanya aku cape mikir, tapi aku gak tau! aku selalu kosong!" ucap kiara yang merasa dirinya tidak stres
"kalo ada masalah.... cerita sama aku...." ucap abizar, akhirnya kiara memilih untuk menceritakan semua kejadian tadi malam kepada abizar, sampai dimana ia di temukan menangis oleh abizar
__ADS_1