
Andrew berhenti di depan pintu ruangan Pablo dan memutar kenop pintu.
Ruangan itu berantakan, berbagai benda berserakan di lantai. Pablo berdiri di balik meja dengan gugup saat melihat bos besar masuk ke ruangannya. Keringat di dahi pria itu bercucuran.
“ADA APA INI?” Andrew membentak dari muka pintu dan melangkah masuk ke ruangan Pablo.
“Hei sayang, kau telah pulang?” tiba-tiba Yuki muncul dari dalam kamar mandi.
“Yuki? Kenapa kau ada di sini?” Andrew menatap gadisnya dari kepala hingga kaki. Jarang sekali gadis itu mau meninggalkan kantor Andrew dan mengunjungi ruangan lain. Apalagi ruangan itu tidak nyaman. Namun, Kali ini dia berada di ruangan Pablo yang biasa-bisa saja, jauh dari kemewahan membuat tanda tanya besar di benak Andrew.
“Aku kebetulan melintas dan mendengar keributan di ruangan ini. Jadi, kuputuskan untuk melihat. Ternyata Pablo sedang melampiaskan kemarahan. Dia terpukul dengan kematian Gin.” Yuki mendekati Andrew dan memeluk lengan bos besar.
“Benarkah Gin tewas?” Andre mengalihkan pandangan kepada Pablo.
“Sebuah kenyataan yang pahit, dia telah tiada.” Pablo menjawab sambil menunduk. Keringat masih memenuhi dahinya.
“Baiklah, tenangkan dulu dirimu. Kita bicara sore nanti.”
“Baik, Sir”
“Ayo, Yuki”
Andrew berjalan keluar ruangan terlebih dahulu, Yuki menyusul di belakang. Sebelum keluar ruangan gadis itu masih sempat menoleh ke belakang dan mengedipkan sebelah mata kepada Pablo.
Mereka tidak berbelok ke kantor Andrew, melainkan terus naik ke lantai paling atas. Kamar pribadi Andrew dan Yuki.
“Bajumu kusut. Gantilah dengan yang baru.” Andrew berbicara sekilas sambil terus berjalan ke pintu kaca dan membukanya. Pemandangan lautan lepas langsung tersaji di depan mata.
“Oh ya? Aku ganti baju di kamar mandi saja” jawab Yuki gugup dan terburu-buru masuk ke dalam kamar mandi. Andrew memperhatikan tingkah janggal gadis itu sejak tadi.
__ADS_1
Andrew mengambil kotak rokok dari saku jas dan menyelipkan sebatang ke bibir. Dia menghisap dalam asap nikotin sambil memandang pulau yang ada di seberang laut. Arena para peserta mengikuti permainan yang dia ciptakan.
“Kau ada keperluan apa ke darat?” Yuki berdiri di sisi Andrew. Gadis itu telah mengganti gaun putihnya dengan gaun panjang berwarna biru langit tanpa lengan.
“Aku mengambil hadiah untukmu”
Andrew menoleh ke arah Yuki dan tersenyum. Kemudian mengeluarkan Liontin yang sejak tadi di simpan dalam saku, dan memberikan kepada gadis itu.
“Perlu waktu beberapa tahun untuk melacak keberadaan kalung ini. Sudah berpindah kepemilikan berkali-kali. Terakhir di miliki seorang ibu dari Hokkaido. Dan dia mau memberikan kalung ini setelah kuceritakan betapa berartinya kalung itu. Kiriman dari Hokaido baru tiba tadi malam.”
Mata Yuki berlinang seketika, dia tidak pernah mengira bahwa Andrew pergi meninggalkan dirinya demi kalung mendiang ibu.
Yuki mulai terisak sambil mendekap kalung berliontin saphire di dadanya.
“Terima kasih, Andrew” Yuki memeluk pria yang telah bersamanya beberapa tahun ini. Tangis gadis itu pecah saat Andrew membalas dekapannya.
Setelah kematian ibunya, Yuki menjadi gadis yang murung. Dia begitu sulit menerima kenyataan harus hidup sebatang kara dan bergantung pada orang asing yang tidak memiliki hubungan pertalian darah.
Andrew memperlakukannya dengan baik seperti adiknya sendiri. Yuki tidak di bebani apapun selama mereka tinggal bersama. Bahkan pekerjaan rumah tetap Andrew kerjakan sendiri.
Namun, kemalangan belum mau pergi dari mereka. Sebulan kemudian Andrew di pecat dari perusahaan. Parahnya lagi, game ciptaan Andrew juga di rampas oleh perusahaan. Akhirnya Andrew dan Yuki memutuskan untuk pindah, karena Osaka sudah tidak lagi bersahabat. Terlalu banyak kenangan buruk di kota itu.
Mereka sempat tinggal di Tokyo selama 6 bulan. Andrew melamar kerja, namun tak kunjung di terima. Bahkan di awal bulan ke tiga mereka di tokyo, Andrew sudah kehabisan uang pesangon.
Dalam kondisi di ujung tanduk, membuat orang mengunakan segala cara demi bertahan hidup. Andrew bekerja sebagai kurir serabutan di toko makanan cepat saji. Dia tidak berharap apa pun dari pekerjaan itu selain bisa makan dan bertahan hidup.
Saat bekerja sebagai kurir itulah Andrew mendapat sebuah kesempatan. Dia pernah mengantarkan makanan ke rumah pelanggan tetapnya , seorang pemuda kaya raya. Obrolan singkat saat Andrew bertanya bagaimana cara pemuda itu mendapatkan uang dengan begitu mudah membuat pikiran Andrew terbuka.
Pemuda itu seorang gamer handal. Dia menjual item-item game miliknya kepada pemain lain dengan harga mahal. Kelebihan game online adalah ramainya pengguna di seluruh dunia. Dan tidak semua orang mampu mendapatkan Item yang mereka inginkan. Banyak gamer yang memilih jalan pintas dengan membeli item itu kepada gamer lain.
__ADS_1
Sejak saat itu, andrew memulai profesi baru. Bukan sebagai gamer atau menciptakan game baru, tetapi menjadi peretas game-game terkenal dan mencuri akun yang memilik banyak item. Sebagai seorang programer game, bukan perkara sulit bagi andrew untuk masuk ke database dan mencuri username dan password para pengguna.
Selama tiga bulan menekuni bidang baru sebagai hacker membuat Andrew mampu mengumpulkan uang senilai 100.000 dollar. Akhirnya dia mengajak Yuki pindah dari Tokyo. Mereka memilih Kamboja sebagai tujuan. Negara itu masih awam dengan teknologi dan bisa menjadi tempat persembunyian yang sempurna.
Beriring waktu, tidak hanya akun game yang Andrew curi. Dia juga mulai membobol kartu kredit dari seluruh penjuru dunia, mencuri akun sekuritas dari wall street dan pialang-pialang saham lain. Dalam dua tahun Andrew telah berubah menjadi milyuner dengan kekeyaan lebih dari 10 juta dollar.
Andrew menjadi membenci manusia setelah dia di khianati oleh orang kepercayaannya. Seorang pemuda lokal yang dia ambil dari jalanan. Pemuda itu melaporkan pekerjaan Andrew kepada pihak kepolisian. Andrew bahkan telah menyuap sebesar 10 juta dollar kepada petinggi kepolisian dan hakim. Namun dia tetap saja di penjara selama satu tahun.
Selama Andrew di penjara,Yuki pernah di perkosa oleh sang penghianat bersama oknum kepolisian yang ikut menerima uang suap. Yuki menceritakan semuanya saat dia mengunjungi Andrew di tahanan. Akhirnya kedua setan bermuka manusia itu menjadi korban pertama setelah Andrew bebas. Mereka di temukan tewas dengan tubuh terpotong menjadi beberapa bagian.
Andrew dan Yuki pindah ke Mesir dan melanjutkan pekerjaannya sebagai pencuri. Kali ini di benaknya mulai muncul sebuah konsep. Cara mengumpulkan uang dan menuntaskan dendamnya sekaligus. Dia berniat menciptakan game yang pesertanya adalah manusia langsung.
Kekayaan mulai terbangun kembali dari hasil curian. Andrew kemudian membeli sebuah pulau di dekat Madagaskar dan memulai Hell game pertama. Pesertanya adalah orang-orang yang pernah menyakitinya di masa lalu dan beberapa orang terkenal yang tidak pernah mengalami kesusahan sejak lahir. Entah sejak kapan muncul kebencian yang membara di hati Andrew kepada orang-orang yang terlahir berbungkus uang.
“Se-seandainya ‘dia’ mau membantu kala itu. Ibu tidak akan pergi. Kau juga tidak akan menderita” Yuki terisak dalam dekapan Andrew dan membawa pria itu sadar dari lamunan.
“Sekarang pamanmu telah mendapatkan ganjarannya. Dia pasti sudah gila saat ini karena kehilangan anak semata wayangnya.”
*
halo semua, mohon maaf Hell Game tidak update beberapa hari ini karena kesibukan pekerjaan dan juga sibuk ngebujuk orang yang lagi ngambek. 🤭
berhubung semua telah tertangani. Hell game update kembali.
mohon dukungan dengan Vote, like dan Share. juga tinggalkan komentar di setiap bab
mari berteman di sosial media
fb. densa
__ADS_1
ig. densa015
Ef dan Lin kita umpetin dulu ya. 🤭