HEMBUSAN AYAT CINTAKU DI PUCUK RAMADHAN

HEMBUSAN AYAT CINTAKU DI PUCUK RAMADHAN
22. Gagal Memberikan Surprise


__ADS_3

Menjelang ulang tahun Haikal, Rania menyiapkan segala sesuatunya dengan sangat matang. Walaupun tidak ada yang ia undang kecuali keluarga inti yang menjadi tamu di acara ulang tahun tersebut.


Walaupun begitu, ia tetap menghias ruang keluarga sedemikian mewahnya karena ini ulang tahun Haikal yang ke tiga puluh tahun.


Rania tidak ingin tampil dengan balutan busana syar'i, karena ulangtahun suaminya yang akan hadir adalah si kembar dan ibu mertuanya saja, sisanya para pelayan perempuan yang diijinkan oleh Rania berada di acara ulang tahun suaminya tersebut.


Rania menggunakan gaun malam berwarna putih dengan rambut yang disanggul indah hingga menampakkan leher jenjangnya dan dihiasi kalung Heart of Kingdom , atau Garrard's Heart of the Kingdom Ruby merupakan salah satu kalung berlian termahal di dunia. 


Yang membuat harga kalung ini adalah hiasan batu rubi Burma yang tersemat cantik pada bagian tengah kalung. Batu tersebut berbentuk hati dengan berat 40,63 karat. Kalung berlian mewah ini semakin berkilau dengan perhiasan berlian 155 butir yang mengelilingi batu rubi tersebut. 


Setelah mematut dirinya di kaca berkali kali, ia pun turun untuk menyambut suaminya dengan membawa kado spesial yang sudah ia siapkan untuk sang suami berupa tes pack kehamilannya sendiri.


Karena tidak ada lagi yang lebih berharga selain hadiah yaitu hadirnya pewaris tahta kerajaan bisnis kedua keluarga itu.


Haikal yang baru pulang dari kantornya memang sedikit lebih telat karena ada rapat penting di klien. Dengan langkah gontai ia memasuki pintu utama mansionnya.


Ketika pintu dibuka ia dikejutkan dengan kertas pernak pernik yang ditaburkan diatas kepalanya.


"Surprise!"


Teriak keluarganya serentak. Si kembar menggandeng tangan kakak ipar mereka dan membawa Haikal menuju kedua wanita yang beda generasi sedang menunggunya.


"Selamat ulangtahun sayang!" Ucap Nyonya malika terlebih dahulu kepada putranya yang sudah genap tiga puluh tahun ini.


Haikal mencium tangan dan kedua pipi ibunya lalu memeluk tubuh wanita yang telah melahirkannya itu.


"Terimakasih Mami, sudah melahirkan dan membesarkan saya dengan segenap jiwa raga mami."


Keduanya sempat menitikkan air mata haru lalu tersenyum penuh arti karena kasih sayang ibu dan anak ini begitu kuat semenjak ayah Haikal memilih menikah lagi dengan wanita muda yang merupakan sekertarisnya sendiri.


Kini Haikal beralih pada Rania istrinya yang malam ini tampil beda meninggalkan baju kebesarannya.


"MasyaAllah sayang, kamu sangat cantik malam ini. Semoga CCTV sudah di nonaktifkan karena aku tidak mau kamu menjadi incaran para mata pelayan laki-laki di mansion ini."

__ADS_1


Haikal menyampaikan rasa keberatannya yang tidak ingin tubuh istrinya terekspos di rekaman CCTV yang terpasang di dalam ruang keluarga itu.


"Selamat ulangtahun sayang!" Rania memberikan kecupan sekilas dibibir suaminya." Tapi tangan yang satunya masih menggenggam hadiah ulang tahun untuk suaminya yang tidak ingin ia berikan dulu sampai suaminya memotong kue ulang tahun untuk dibagikan kepada mereka berempat.


"Potong kuenya paman!"


Rupanya si kembar tidak sabaran lagi ingin mencicipi kue ulang tahun yang bertabur limpahan serutan coklat yang menjadi makanan favorit mereka.


Haikal memotong kue ulang tahunnya dengan senang hati. Ia menyuap satu potong untuk ibunya lalu untuk sang istri dan selanjutnya untuk si kembar.


Selebihnya si kembar meminta kepada pelayan untuk memotong kue ulang tahun itu lebih besar untuk mereka.


*


*


Di luar sana, terdengar suara para pelayan mansion khususnya pelayan laki-laki yang syok melihat kehadiran seorang wanita.


"Apakah kita sedang melihat hantu nyonya muda....ahhkkkkk!"


Mereka berlari ketakutan dan berusaha memberi tahu sang pemilik rumah karena sedang melihat hantu jadi-jadian yang berjalan anggun di hadapan mereka.


Pintu itu digedor dengan sangat kencang oleh tangan-tangan para pelayan yang belum mengerti apa yang sebenarnya terjadi pada gadis yang ada di hadapan mereka.


"Tuan, nyonya, tolong buka pintunya!" Ada hantu...ada hantu!" Teriak mereka ketakutan.


Nyonya Malika dan putranya saling bertatapan dengan wajah heran mendengar sayup-sayup suara itu.


Mendengar suara gaduh dari luar sana Haikal segera menggendong Rania membawa masuk ke kamarnya sebelum orang lain melihat istrinya yang tidak menggunakan hijab dan baju syar'i miliknya.


"Sebaiknya kamu ke kamar sayang, aku tidak ingin ada yang melihatmu berpenampilan seperti ini." Seru Haikal sambil melangkah menuju kamar mereka dengan masih menggendong bidadarinya malam itu.


"Bibi Nani, tolong bawa si kembar ke kamar mereka dan biar saya saja yang melihat apa yang terjadi di luar sana."

__ADS_1


Nyonya Malika berjalan menuju pintu utama dengan dua orang pelayan yang siap membuka pintu itu.


Ketika pintu itu terbuka, para pelayan berjatuhan saling tumpang tindih karena masih sangat takut dengan wanita muda dengan gaun merah membawa bunga anggrek kesukaannya untuk ia berikan kepada sang suami tercinta.


"Renata!"


Gumam Nyonya Malika, yang juga ikutan syok melihat kedatangan menantu pertamanya yang sudah dianggap meninggal oleh mereka.


"Selamat malam mami!" Apakah anda tidak merindukan aku?"


Ucap Renata yang tidak mengetahui jika suaminya sudah menikah lagi. Ia lalu memeluk ibu mertuanya yang nampak terpaku dengan suara tercekat seakan tidak percaya bahwa menantunya ini masih hidup setelah tiga tahun lebih menghilang.


Tanpa banyak berbasa basi dengan sang ibu mertuanya, Renata melangkah masuk menuju kamar utama dimana kamarnya yang saat ini sudah ditempati oleh Rania istri kedua suaminya.


"Renata berhenti!"


Teriak nyonya Malika lantang pada Renata yang ingin sekali bertemu suaminya Haikal. Renata membalikkan tubuhnya lalu menatap wajah ibu mertuanya yang tidak begitu suka dengan kehadirannya yang begitu mendadak.


"Iya mami. Aku ingin ke kamarku dan ingin bertemu dengan Haikal." Imbuh Renata yang ingin surprise pada suaminya yang berulang tahun hari ini.


Sementara ia tidak tahu didalam kamarnya sedang ada pertempuran sengit diatas kasur empuk dengan baju yang sudah berantakan di lantai dan hanya tersisa tubuh polos keduanya, menari indah dengan liukan gemulai sang bidadari di atas tubuh suaminya yang sedang merasakan sensasi yang maha dahsyat dengan erangan dan lenguhan erotis dari keduanya.


"Akhhhhkkk, baby...I love you!"


Tangan Haikal ikut membantu sang istri menghentakkan bok*ng empuk nan putih mulus menggempur miliknya.


Dan pada akhirnya, Rania tumbang di atas tubuh perkasa suaminya dengan peluh yang terlihat mengkilap menambah kesek*siannya yang makin menawan mata sang suami.


"Sayang, tahukah kamu bahwa saat ini aku sedang ha.....!" Haikal buka pintunya!... Haikal buka pintunya!"


Ucapan Rania terhenti ketika mendengar gedoran pintu yang sangat keras disusul dengan tangisan wanita yang penuh amarah diluar sana.


"Renata!" Gumam Haikal lirih seraya menatap wajah cantik Rania yang gugup mendengar nama itu disebut sang suami.

__ADS_1


__ADS_2