Hidayah Itu Bernama Cinta

Hidayah Itu Bernama Cinta
Bertemu Dini


__ADS_3

Setelah sembilan tahun berada di pesantren , Dini memutuskan untuk pulang ke rumah , ingin melanjutkan studinya , kuliah di kota tempat nya tinggal .


Dini pulang sendiri dengan naik kota . kemudian , setelah Dini sampai di kotanya , ia di jemput oleh Abah dan Ummik nya di terminal .


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


" Din , "


" Enggeh Abah . "


" Masih lelah ? " tanya Abah pada Dini , yang sedang membaca kitab .


Sudah hampir satu minggu Dini berada di rumah .


" Tidak Abah , Dini tidak lelah , sudah terbiasa banyak kegiatan di pesantren Abah . "


" Berarti Abah bisa minta tolong dong ?"


" Tentu Abah . "


" Itu ada dua kardus kurma , bisakah kamu bagikan di kampung sebelah ? "


" Baik Abah ุŒ " jawab Dini dengan segera mengangkat kardus yang lumayan berat itu , satu persatu Dini mengangkat nya , dan membawanya keluar pagar .


Setelah itu Dini mengeluarkan motor nya . Dan menumpuk kardusnya di atas motor .


๐ŸŒบ๐ŸŒฟ


" Sini - sini , " tiba- tiba seorang Pria mendatangi Dini yang sedang sibuk mengikat dua tumpuk kardus .


" Biar aku bantu !! begini aja kok gak bisa ," ucap Pria itu , sambil menyokong kardus yang lumayan berat dan hampir terjatuh dari motor Dini .


" Ini sih salah ikatannya , " ucap nya lagi dengan membenahi tali pengikat nya .


" Berat banget sih . Pantesan aja kamu nggak bisa . Memangnya kamu mau kemana ? " Pria itu bertanya sambil menunduk kan kepalanya karena masih belum selesai mengikat tali pada motor .


Dini tidak menjawab semua pertanyaan Pria itu , ia masih bingung , melihat sikap Pria itu , yang tiba - tiba menghampirinya , dan begitu antusias untuk membantu nya .


Dini bertanya - tanya dalam benaknya , ;


' Siapa sih Pria ini ? '

__ADS_1


" Hai , kamu mau kemana ? "Pria itu mengulangi kembali pertanyaannya ,.sambil menatap wajah Dini .


Tatapannya yang begitu tajam , membuat Dini menjadi malu dan lantas menunduk kan wajah nya .


Dini pun menjawab , dengan sedikit terbata - bata ,


" I...i...itu., di suruh Abah bagikan kurma di kampung sebelah ,"


Dini risih dan takut melihat penampilan Pria itu , Baju nya yang begitu lusuh , dengan jaket dan celana Levis robek - robek . Sungguh berantakan penampilan nya .


" Nih udah selesai , " ucapnya sambil menepuk kardus yang telah selesai di ikat nya .


Kemudian pria itu mengangkat kepalanya dan kembali menatap wajah Dini , ia menatap Dini dengan senyuman nya yang manis .


" Din , kamu kenapa sih , dari tadi kok diem aja ? tanya kabarku gitu . Atau mungkin kamu lupa ya sama aku ? " tanyanya .


" Memang sudah lama banget sih Din kita nggak ketemu , jadi mungkin kamu lupa sama wajah ku , " tuturnya lagi .


" Memang nya Kamu kenal sama Aku ? " tanya Dini dengan menunjuk dirinya menggunakan jari telunjuk , yang di arahkan pada wajahnya .


" Tapi maaf , aku nggak tau kamu siapa ?"


"Jadi kamu beneran lupa ya Din sama Aku ? "


" Aku Lucky Din .." tegas Lucky sambil menatap wajah Dini tanpa berkedip , Lucky begitu terpesona dengan kecantikan Dini .


" Oh .. Luuckyy.." Dini langsung tersenyum ,


Seketika Dini teringat pada masa kecilnya .


Masa dimana ia dan Lucky selalu bermain bersama - sama , kala itu mereka masih Sekolah dasar . Dan yang paling tidak bisa Dini lupakan , tak jarang Lucky kecil sering memetik bunga di halaman orang , lalu memberikan bunga itu untuk Dini sambil mengatakanย ;


' l Love U "," kita ini suami istri .


Dini terbuai oleh lamunan masa kecilnya , tak sadar ia pun tersenyum - senyum sendiri .


" Din.. Din.. Dini " Lucky melambai - lambaikan tangan nya tepat di depan wajah Dini , berusaha untuk menyadarkan Dini dari lamunannya .


" Eh..iya , eemm maaf ya Lucky , aku sudah kesiangan ini , takut nanti Abah mencari ku dan marah , aku jalan dulu ya , " Dini menunduk sambil menyembunyikan wajahnya dari senyuman dan langsung menaiki motor nya ,


" Terimakasih , Assalamualaikum ! " Dini segera menyalakan mesin motor lalu mengendarainya.

__ADS_1


"Waa... a laii... kum salaam...." jawab Lucky , sambil tersenyum dengan kiss bye nya . Lalu melambaikan tangan nya .


Lucky begitu bahagia bisa bertemu kembali dengan Dini , ia benar-benar terkesima dengan kecantikan wajah Dini , hingga tanpa sadar Lucky terus memperhatikan nya dari kejauhan .


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


Setelah motor Dini menghilang dari pandangannya , Lucky pun berjalan untuk pulang ke rumah nya .


Dia tersenyum - senyum sendiri dan terus membayangkan kecantikan Dini serta mengingat - ingat kembali masa kecil nya bersama Dini .


Rumah Dini dan Lucky berada dalam satu komplek di sebuah perumahan , mereka memang bertetangga sedari kecil . Namun mereka terpisah saat akan masuk sekolah menengah pertama ,


Karena Dini harus menuruti Abahnya untuk melanjutkan sekolahnya di pondok pesantren .


Sementara kehidupan Lucky berubah drastis dari anak yang baik dan kalem menjadi berandalan yang suka membuat onar di komplek nya .


Ya...saat itu , ketika dia baru duduk di kelas satu menengah pertama , dia harus kehilangan Mamanya , yang meninggal karena kanker di rahim .


Dan sejak saa itu , Lucky menjadi anak yang mudah marah tanpa alasan , bahkan saat di sekolahpun Lucky sering terlibat pertengkaran dengan teman - temannya .


Tak jarang Papanya sering di panggil oleh Guru di sekolah nya . Karena sikap Lucky yang kurang terpuji itu .


Jangankan untuk belajar , bahkan hampir setiap hari Lucky jarang membawa buku pelajaran sesuai jadwalnya .


Namun Papa Lucky begitu sabar menghadapi kenakalan nya , Beliau sudah sering memberi nasehat pada Lucky , tapi tak sedikit pun di hiraukan , Beliau tidak bisa marah , dan hanya bisa pasrah dan berdoa .


Berharap suatu saat Lucky bisa kembali menjadi anak yang baik .


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


Pagi itu tepat tanggal 16 Februari...


~ Bersambung ~


" Lanjutkan membaca ya .."โ˜บ๏ธโ˜บ๏ธ


Isi cerita ini , bakalan menguras emosi dan air mata kalian .๐Ÿ˜”๐Ÿ˜ญ


Serta ending yang sangat seru .


" Jangan lupa , tinggalkan komentar kalian , lalu like & share ya ."

__ADS_1


" Semoga kalian selalu dalam lindungan Allah SWT , Amiiiiin ."


Thanks ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ


__ADS_2