
Setelah sembilan tahun berada di pesantren , Dini memutuskan untuk pulang ke rumah , ingin melanjutkan studinya , kuliah di kota tempat nya tinggal .
Dini pulang sendiri dengan naik kota . kemudian , setelah Dini sampai di kotanya , ia di jemput oleh Abah dan Ummik nya di terminal .
๐ฟ๐ฟ๐ฟ
" Din , "
" Enggeh Abah . "
" Masih lelah ? " tanya Abah pada Dini , yang sedang membaca kitab .
Sudah hampir satu minggu Dini berada di rumah .
" Tidak Abah , Dini tidak lelah , sudah terbiasa banyak kegiatan di pesantren Abah . "
" Berarti Abah bisa minta tolong dong ?"
" Tentu Abah . "
" Itu ada dua kardus kurma , bisakah kamu bagikan di kampung sebelah ? "
" Baik Abah ุ " jawab Dini dengan segera mengangkat kardus yang lumayan berat itu , satu persatu Dini mengangkat nya , dan membawanya keluar pagar .
Setelah itu Dini mengeluarkan motor nya . Dan menumpuk kardusnya di atas motor .
๐บ๐ฟ
" Sini - sini , " tiba- tiba seorang Pria mendatangi Dini yang sedang sibuk mengikat dua tumpuk kardus .
" Biar aku bantu !! begini aja kok gak bisa ," ucap Pria itu , sambil menyokong kardus yang lumayan berat dan hampir terjatuh dari motor Dini .
" Ini sih salah ikatannya , " ucap nya lagi dengan membenahi tali pengikat nya .
" Berat banget sih . Pantesan aja kamu nggak bisa . Memangnya kamu mau kemana ? " Pria itu bertanya sambil menunduk kan kepalanya karena masih belum selesai mengikat tali pada motor .
Dini tidak menjawab semua pertanyaan Pria itu , ia masih bingung , melihat sikap Pria itu , yang tiba - tiba menghampirinya , dan begitu antusias untuk membantu nya .
Dini bertanya - tanya dalam benaknya , ;
' Siapa sih Pria ini ? '
__ADS_1
" Hai , kamu mau kemana ? "Pria itu mengulangi kembali pertanyaannya ,.sambil menatap wajah Dini .
Tatapannya yang begitu tajam , membuat Dini menjadi malu dan lantas menunduk kan wajah nya .
Dini pun menjawab , dengan sedikit terbata - bata ,
" I...i...itu., di suruh Abah bagikan kurma di kampung sebelah ,"
Dini risih dan takut melihat penampilan Pria itu , Baju nya yang begitu lusuh , dengan jaket dan celana Levis robek - robek . Sungguh berantakan penampilan nya .
" Nih udah selesai , " ucapnya sambil menepuk kardus yang telah selesai di ikat nya .
Kemudian pria itu mengangkat kepalanya dan kembali menatap wajah Dini , ia menatap Dini dengan senyuman nya yang manis .
" Din , kamu kenapa sih , dari tadi kok diem aja ? tanya kabarku gitu . Atau mungkin kamu lupa ya sama aku ? " tanyanya .
" Memang sudah lama banget sih Din kita nggak ketemu , jadi mungkin kamu lupa sama wajah ku , " tuturnya lagi .
" Memang nya Kamu kenal sama Aku ? " tanya Dini dengan menunjuk dirinya menggunakan jari telunjuk , yang di arahkan pada wajahnya .
" Tapi maaf , aku nggak tau kamu siapa ?"
"Jadi kamu beneran lupa ya Din sama Aku ? "
" Aku Lucky Din .." tegas Lucky sambil menatap wajah Dini tanpa berkedip , Lucky begitu terpesona dengan kecantikan Dini .
" Oh .. Luuckyy.." Dini langsung tersenyum ,
Seketika Dini teringat pada masa kecilnya .
Masa dimana ia dan Lucky selalu bermain bersama - sama , kala itu mereka masih Sekolah dasar . Dan yang paling tidak bisa Dini lupakan , tak jarang Lucky kecil sering memetik bunga di halaman orang , lalu memberikan bunga itu untuk Dini sambil mengatakanย ;
' l Love U "," kita ini suami istri .
Dini terbuai oleh lamunan masa kecilnya , tak sadar ia pun tersenyum - senyum sendiri .
" Din.. Din.. Dini " Lucky melambai - lambaikan tangan nya tepat di depan wajah Dini , berusaha untuk menyadarkan Dini dari lamunannya .
" Eh..iya , eemm maaf ya Lucky , aku sudah kesiangan ini , takut nanti Abah mencari ku dan marah , aku jalan dulu ya , " Dini menunduk sambil menyembunyikan wajahnya dari senyuman dan langsung menaiki motor nya ,
" Terimakasih , Assalamualaikum ! " Dini segera menyalakan mesin motor lalu mengendarainya.
__ADS_1
"Waa... a laii... kum salaam...." jawab Lucky , sambil tersenyum dengan kiss bye nya . Lalu melambaikan tangan nya .
Lucky begitu bahagia bisa bertemu kembali dengan Dini , ia benar-benar terkesima dengan kecantikan wajah Dini , hingga tanpa sadar Lucky terus memperhatikan nya dari kejauhan .
๐ฟ๐ฟ๐ฟ
Setelah motor Dini menghilang dari pandangannya , Lucky pun berjalan untuk pulang ke rumah nya .
Dia tersenyum - senyum sendiri dan terus membayangkan kecantikan Dini serta mengingat - ingat kembali masa kecil nya bersama Dini .
Rumah Dini dan Lucky berada dalam satu komplek di sebuah perumahan , mereka memang bertetangga sedari kecil . Namun mereka terpisah saat akan masuk sekolah menengah pertama ,
Karena Dini harus menuruti Abahnya untuk melanjutkan sekolahnya di pondok pesantren .
Sementara kehidupan Lucky berubah drastis dari anak yang baik dan kalem menjadi berandalan yang suka membuat onar di komplek nya .
Ya...saat itu , ketika dia baru duduk di kelas satu menengah pertama , dia harus kehilangan Mamanya , yang meninggal karena kanker di rahim .
Dan sejak saa itu , Lucky menjadi anak yang mudah marah tanpa alasan , bahkan saat di sekolahpun Lucky sering terlibat pertengkaran dengan teman - temannya .
Tak jarang Papanya sering di panggil oleh Guru di sekolah nya . Karena sikap Lucky yang kurang terpuji itu .
Jangankan untuk belajar , bahkan hampir setiap hari Lucky jarang membawa buku pelajaran sesuai jadwalnya .
Namun Papa Lucky begitu sabar menghadapi kenakalan nya , Beliau sudah sering memberi nasehat pada Lucky , tapi tak sedikit pun di hiraukan , Beliau tidak bisa marah , dan hanya bisa pasrah dan berdoa .
Berharap suatu saat Lucky bisa kembali menjadi anak yang baik .
๐ฟ๐ฟ๐ฟ
Pagi itu tepat tanggal 16 Februari...
~ Bersambung ~
" Lanjutkan membaca ya .."โบ๏ธโบ๏ธ
Isi cerita ini , bakalan menguras emosi dan air mata kalian .๐๐ญ
Serta ending yang sangat seru .
" Jangan lupa , tinggalkan komentar kalian , lalu like & share ya ."
__ADS_1
" Semoga kalian selalu dalam lindungan Allah SWT , Amiiiiin ."
Thanks ๐ฅฐ๐ฅฐ