
" Aduh sakit sekali Mas ," rintih Dini dalam gendongan Gus Fahmi ,
Gus Fahmi membawa Dini masuk ke dalam mobil lalu berjalan menuju rumah sakit , bersama dengan Abah dan Ummik .
Dini duduk bersama Ummik , sementara Abah duduk di samping Gus Fahmi yang sedang menyetir .
๐ท๐ท๐ท
" Silahkan Gus ," para petugas rumah sakit membantu Gus Fahmi membuka pintu mobil sambil membawa kursi roda untuk Dini .
Mereka semua berjalan masuk ke dalam rumah sakit.
Dini segera di bawa ke ruang UGD oleh petugas tersebut .
Gus Fahmi yang ikut mendorong kursi roda itu , begitu khawatir dan deg - degan melihat keadaan Dini . Ia selalu berada di samping Dini . Sementara Abah dan Ummik berjalan mengikutinya dari belakang .
" Maaf Pak , bisakah keluar sebentar ,"pinta Dokter yang akan memeriksa keadaan Dini .
Gus Fahmi pun keluar dari ruangan itu . Kemudian berjalan menuju tempat informarsi , Ia baru ingat belum memberi kabar pada kedua Orang Tua nya .
"Assalamualaikum Romo , ini saya sedang di rumah sakit, seperti nya Dek Dini akan lahiran hari ini ," ucap Gus Fahmi memberikan kabar kepada kedua Orang Tuanya .
Tak lama kemudian setelah Gus Fahmi memberikan kabar . kedua Orang Tua Gus Fahmi datang , Beliau terkejut saat melihat Orang Tua Dini . Karena datang lebih dahulu .
" Loh Pak , Bu..., kok sudah datang duluan?" tanya Romo Kyai .
Romo Kyai dan Abah pun saling berjabat tangan , sementara Ummik dan Ibu dari Gus Fahmi saling berpelukan .
Mereka pun duduk bersama , Abah dan Ummik mulai merceritakan , mengenai kedatangannya hingga Dini di larikan ke rumah sakit .
๐ฟ
" Bapak Fahmi, " panggil perawat rumah sakit itu.
" Iya , " jawab Gus Fahmi.
Gus Fahmi segera berdiri dan menemui Dokter yang ada di dalam ruang UGD.
" Pak Fahmi, istri anda kehabisan air ketuban, " tutur Dokter .
__ADS_1
"Jadi bagaimana Dok ? " jawab Gus Fahmi.
"Jalan satu-satunya adalah operasi ."
" Baiklah Dokter jika memang harus operasi , yang penting anak dan istri saya bisa segera di tangani . " ucap Gus Fahmi.
Gus Fahmi mengurus semua surat - surat dan tanda tangan surat persetujuan . sebagai persetujuan bahwa pihak dari suami menyetujui Dini mendapatkan tindakan operasi .
Setelah itu , langkah Gus Fahmi begitu pelan , kembali untuk duduk bersama dengan Orang tua serta Mertuanya .
" Fahmi , " ucap Romo Kyai .
"Bagaimana nak Fahmi , " tanya Ummik.
"Apa yang di katakan oleh Dokter ? " tanya Biyung
" kenapa kamu lama sekali di dalam , " tambah Romo Kyai .
Gus Fahmi masih belum menjawab semua pertanyaan itu , ia lalu duduk dan menarik nafas panjang , " Jadi---" Gus Fahmi mengawali pembicaraannya.
"Jadi...,Dini kehabisan air ketuban ,"
"Jadi..., Dini harus di operasi dan sekarang Dini akan di pindahkan ke ruang operasi." tambah Gus Fahmi .
Belum selesai Gus Fahmi memberikan penjelasan , tiba - tiba Dini sudah di dorong dua perawat dari ruang UGD untuk menuju ruang operasi .
Gus Fahmi dan Ummik bergegas menghampiri Dini .
" Dini, berdoa terus nak ,"ucap Ummik mengikuti Dini yang sedang berbaring lemah.
Kemudian ,
Semua berjalan mengikuti Dini hingga ke ruang operasi . Dan sebelum Dini masuk ke ruang operasi , satu per satu memberikan ciuman untuk Dini .
Dan perlahan Gus Fahmi melepas kan genggaman tangan Dini , saat Dini di dorong masuk ke dalam ruang operasi oleh beberapa perawat .
Mereka berdoa bersama yang di pimpin Romo Kyai , untuk kelancaran operasi Dini .
Hampir dua jam mereka menunggu di luar ruang operasi , tiba-tiba lampu darurat redup.
__ADS_1
Gus Fahmi segera berdiri dari duduknya lalu berjalan menuju pintu ruang operasi .
Berdiri tegap menunggu Dokter keluar.
" klek ," suara gagang pintu terbuka dari dalam ruangan , jantung Gus Fahmi bedegup kencang .
" Selamat Pak Fahmi , anak anda lahir dalam keadaan sehat , " ucap Dokter .sambil menggendog bayi Dini .
" Alhamdulillah ," jawab Gus Fahmi .
"Alhamdulillah,"
"Alhamdulillah,"
"Alhamdulillah,"
"Alhamdulillah."
Kemudian Dokter menyerahkan nya bayi itu pada Gus Fahmi untuk di bacakan kalimat Azan .
๐ท
Semua merasa sangat bahagia , karena kehadiran bayi Dini adalah cucรน pertama bagi Orang Tua Dini maupun Orang Tua Gus Fahmi .
Gus Fahmi adalah anak pertama dari dua bersaudara , sementara Dini adalah anak semata wayang .
Mereka para kakek dan nenek , Eyang Kakung dan Eyang Uti , semua saling bercanda bahagia dan sibuk , mencarikan nama untuk cucรน pertama mereka ,
tiba - tiba Gus Fahmi menghampiri dan menyaut .
" Tidak perlu repot - repot ," ucap Gus Fahmi sambil tersenyum kepada mereka .
"Saya sama Dini,sudah mempunyai nama untuk si tole, " tambah Gus Fahmi .
" Benarkah , " saut mereka kompak .
" Siapa namanya ? "
" Namanya ,"
__ADS_1
๐ผ๐ผ"Abdul fattah hisyam"๐ผ๐ผ