Hidayah Itu Bernama Cinta

Hidayah Itu Bernama Cinta
Gus Fahmi Sakit


__ADS_3

Sejak kehadiran Hisyam dalam kehidupan Dini dan Gus Fahmi , Hari-hari mereka menjadi penuh warna , ,putra kecilnya yang kini usianya hampir dua tahun , telah tumbuh menjadi anak yang cerdas dan sehat.


" Dek , mas berangkat dulu ya , ? Oh ya dek ,kalau mas lagi nggak ada di rumah , dan kamu butuh bantuan , kamu bisa telepon Amar , nomornya ada di buku catatan mas di meja kamar ." tutur Gus Fahmi pada Dini , sebelum berangkat pada suatu acara .


" Hisyam anak Abi yang tampan , jaga Umi' ya nak , tidak boleh bandel , tidak boleh menyusahkan Umi' . " ucap Gus Fahmi lembut , pada anaknya yang sedang asyik bermain .


" Sudah dulu ya dek , "


" Enggeh mas , hati - hati di jalan ." jawab Dini .


Gus Fahmi lalu berangkat menghadiri acara di pesantren .


Dini kembali bermain bersama dengan anaknya .


🌼🌼🌼


Hari sudah hampir sore , tapi Gus Fahmi belum juga pulang .


" Tidak biasanya seperti ini , tidak telepon juga ,"gumam Dini yang mulai risau.


Dini ingat dengan pesan suaminya , ia lantas mencari buku catatan Gus Fahmi


.


'Alhamdulillah , " gumanya lagi , karena buku catatan Gus Fahmi telah ketemu.


Dini segera mencari nomor ponsel Amar ,


" Alhamdulillah , ini ketemu nomornya Amar (asisten pribadi Gus Fahmi )." ucap Dini yang begitu senang .


"Assalamualaikum , Amar ,"


" Apa ?? "


" Mbak...., Mbak Sri.... Mbak Sinem... " teriak Dini pada kedua asisten rumah tangganya , Setelah ia mendengar kabar dari Amar .


" Iya Bu Dini ,"


" Iya Bu' ,"


"Mbak , saya nitip Hisyam, "


" Loh , memang nya Ibu' mau kemana ?"


" Saya mau ke rumah sakit Mbak,"


" Siapa yang sakit Bu ' ? "


" Mas Fahmi Mbak , saya berangkat dulu ya Mbak ? ,jaga Hisyam baik - baik . "


" Astaghfirullah... Gus Fahmi , iya Bu Dini hati - hati di jalan ya Bu ? "


" Iya Mbak , titip Hisyam ya , Assalamualaikum . "


" Waalaikumsalam . "


Dini berangkat dengan mengendarai mobil sendiri , hatinya sedih , tak henti - hentinya bibir Dini berdzikir .


🌿🌿🌿


" Amar , "


" Bu Dini , "


" Bagaimana keadaan Mas Fahmi ? "


" Belum sadar Bu ,"


" Astaghfirullahaladzim "


" Bagaimana bisa Mas Fahmi pingsan tanpa sebab , ?"


Dini tidak percaya dengan apa yang terjadi kepada Gus Fahmi , karena selama ini Gus Fahmi terlihat sehat dan tidak pernah mengeluh sakit .


" Kamu pasti tau sesuatu tentang Mas Fahmi ,"tegas Dini pada Amar.


Amar hanya menunduk diam menanggapi perkataan Dini .


" Kenapa kamu diam Amar ? jawab Amar . "


" Sebenarnya--- , "


" Sebenarnya apa Amar ? bilang ? kenapa kamu berhenti bicara ? Amar . "


" Gus Fahmi , Beliau mengidap kanker otak , "


" Astaghfirullahaladzim ," lirih Dini sambil membungkam mulutnya , seketika tubuhnya menjadi lemas .


" Beliau menyuruh saya untuk merahasiakan nya dari Romo Kyai dan juga Biyung , .kemarin Beliau merasa kurang sehat , dan karena takut terjadi sesuatu , maka Beliau memberikan nomor saya kepada Bu Dini , "

__ADS_1


" Sudah stadium berapa Mar ? "


" Sebelum malamar Bu Dini , Beliau pernah pingsan dan Dokter berkata sudah stadium tiga . Maka dari itu , Beliau tetap menikahi Bu Dini , walaupun Beliau tau Bu Dini tidak bersedia . "


" Untuk apa ? "


" Untuk membahagiakan kedua Orang tua Beliau , setidaknya ada keturunan sebagai pengganti Beliau , Jika ---."


" Jika apa ? "


" Jika Beliau pergi menghadap Sang Pencipta . "


" MAS FAHMI !!!" seru Dini sambil menangis.


🌿🌿🌿


Dini mulai menelpon kedua Orang tua Gus Fahmi . Dan beberapa jam kemudian Beliau berdua pun segera datang ke rumah sakit .


Namun Dini bungkam , tidak bercerita apapun pada kedua Orang tua Gus Fahmi , Dini tidak mau Gus Fahmi akan kecewa padanya jika ia memberi tau kepada kedua Orang tua Gus Fahmi .


🌿🌿🌿


Dua hari berlalu , Gus Fahmi masih belum tersadar dari pingsan nya .


🌿🌿🌿


" Assalamualaikum ."


" Waalaikumsalam ."


" Ummik ,"


" Ada apa nak , kenapa kamu menangis ?"


" Mas Fahmi Miik , "


" Ada apa Din ? ada apa dengan nak Fahmi ? "


" Mas Fahmi sakit Miik , sekarang Dini sedang ada di rumah sakit ."


" Sakit apa nak ? "


" Sakit ---, hmm , belum tahu Miik , masih observasi . Masalah nya , Dini belum tahu kapan Mas Fahmi akan sadar . Bisakah Ummik datang ke rumah ? untuk menemani Hisyam ? "


" Hisyam ? "


" Hisyam di jaga sama Mbak Sinem dan Mbak Sri , tapi Dini masih khawatir Miik , Dini mau Ummik mengawasi Hisyam , "


" Alhamdulillah jika Ummik tidak keberatan ,"


🌿🌿🌿


Tiga hari berlalu , Dini yang selalu ada di samping Gus Fahmi , membaca Alqur'an untuk suaminya.


Setelah itu ia sholat di samping suaminya ...


" Din ,"


" Dini "


Dini baru mengucap salam terakhir dalam shalatnya .


" Dini ," panggil Gus Fahmi .


Dini segera berdiri untuk melihat keadaan suaminya.


" Mas Fahmi , kamu sudah sadar Mas , aku akan segera beritahu Dokter , " Dini hendak keluar untuk memberi tahu keadaan Gus Fahmi kepada Dokter .


Namun tangan Gus Fahmi meraih jari Dini , sambil menggelengkan kepalanya .


" Kenapa Mas ?"


" Disini saja , tidak perlu memanggil Dokter , Mas baik - baik saja . Mas hanya kelelahan kemarin , "


Gus Fahmi menahan Dini untuk menemui Dokter dan masih berusaha merahasiakan penyakitnya pada Dini . Gus Fahmi belum tahu jika Dini telah mengetahui segala nya dari Amar .


" Iya Mas , aku akan tetap disini untuk menemani kamu , "


" Oh ya Mas , di luar ada Romo dan Biyung , Beliau sangat khawatir dengan keadaan Mas Fahmi , aku suruh masuk dulu ya ? kasihan udah nungguin lama banget ,"


Akhirnya Dini mempersilahkan kedua Orang tua Gus Fahmi untuk menemui Gus Fahmi .


Dini berjalan keluar .


" Romo ... Biyung . , Alhamdulillah Mas Fahmi sudah sadar . "


" Alhamdulillah ."


" Silahkan Romo sama Biyung masuk , saya mau ijin beli minuman sebentar. "

__ADS_1


Mereka berdua masuk ke dalam ruangan Gus Fahmi.


Biyung Gus Fahmi menangis dan mencium kening anaknya .


Saat di tanya oleh kedua Orang tua nya tentang penyakitnya , Gus Fahmi masih berusaha untuk menutupi nya , tidak ingin melihat Biyung nya bersedih .


". Romo sama Biyung pulang saja , istirahat di rumah .Saya tidak apa-apa , jangan khawatir , ada Dini yang menjaga saya . " pinta Gus Fahmi .


" Baiklah nak , cepat sembuh ya ? . Biyung sama Romo pulang dulu . Assalamualaikum , "


" Waalaikumsalam ."


Mereka berdua keluar dari ruangan Lucky . Dini yang sudah berdiri di depan pintu , mencium kedua tangan mertua nya .


" Hati - hati di jalan Romo . " ucap Dini lalu masuk ke dalam .


🌿🌿🌿


" Tok - tok , Assalamualaikum Pak Fahmi . bagaimana ? , merasa lebih baik ? " Tanya Dokter , yang masuk ke dalam ruangan Gus Fahmi .


" Waalaikumsalam , Alhamdulillah Dok ,"


" Jadi begini Pak Fahmi , keadaan Anda---."


" Hmm maaf Dok , nanti saja kita bicara ," sela Gus Fahmi.


" Lanjutkan saja Dok , saya sudah mengetahui semua nya , tiga tahun lalu suami saya mengalami kanker otak stadium tiga , " tegas Dini .


" Baik Bu , "


" Jadi kanker otak yang di derita Pak Fahmi saat ini sudah masuk stadium empat , mau tidak mau , Pak Fahmi harus menjalani kemoterapi tapi itupun masih kurang efektif ,"


" Lalu bagaimana Dok ,"tanya Dini


" Satu - satunya jalan adalah Operasi , tapi---."


" Tapi apa Dok ?"


" Ada dua kemungkinan , antara hidup dan---."


" Astaghfirullahaladzim , " haru Dini.


" Saya tidak mau operasi Dok , saya akan menjalani hari-hari saya bersama anak saya , biarlah semua berjalan seperti adanya . Saya akan rajin minum obat . selebihnya saya serahkan kepada NYA . "


" Mas , kamu harus sembuh , bismillah mas , operasi saja ."


" Tidak Din , jika aku operasi , dan aku tidak selamat , maka aku kehilangan waktu bersama Hisyam ."


" Baiklah lah Mas , jika itu keputusan mu ."


Beberapa hari kemudian mereka berdua pulang dari rumah sakit .


Menjalani hari seperti biasanya . Namun Gus Fahmi sedikit mengurangi aktivitas nya.agar tidak terlalu lelah dan drop .


Sayang nya ...;'


Hanya beberapa bulan saja Gus Fahmi bertahan hidup.


Tubuhnya tiba-tiba terjatuh saat bercengkrama bersama dengan anaknya .


" MAS FAHMI , "


Dini segera menolong nya, mengangkat kepala Gus Fahmi dan meletakan nya di pangkuan nya ,


" Mas ,"


" Din , carilah pemuda itu , aku tau dia orang yang baik dan tulus mencintai mu . Aku ikhlas . "


" Kamu ngomong apa sih Mas , "


" Sepertinya ini waktu ku Din . "


" Tidak Mas , jangan ngomong gitu kamu Mas , "


" Bahagia nya aku Din , bisa menyandarkan kepalaku di pangkuanmu ." senyum nya .


" Selamat tinggal Din ," lirih Gus Fahmi sambil menggenggam tangan Dini . lalu perlahan matanya terpejam .


Dini berteriak , tangisnya pecah , dengan segera ia membawa Gus Fahmi ke Rumah sakit . Walaupun ia menyadari bahwa suaminya itu telah tiada .


🌿🌿🌿


" Ayo Dok , cepat periksa suami saya Dok , cepat Dok !!! "


Dini memohon pada Dokter untuk segera memeriksa Gus Fahmi .


" Bu , maaf . tapi suami anda telah tiada ,"


" Coba periksa lagi Dok , periksalah dengan benar . "

__ADS_1


Dini benar - benar terguncang , ia sangat kehilangan sosok Gus Fahmi yang lembut dan penyayang .


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€


__ADS_2