
Sejak kehadiran Hisyam dalam kehidupan Dini dan Gus Fahmi , Hari-hari mereka menjadi penuh warna , ,putra kecilnya yang kini usianya hampir dua tahun , telah tumbuh menjadi anak yang cerdas dan sehat.
" Dek , mas berangkat dulu ya , ? Oh ya dek ,kalau mas lagi nggak ada di rumah , dan kamu butuh bantuan , kamu bisa telepon Amar , nomornya ada di buku catatan mas di meja kamar ." tutur Gus Fahmi pada Dini , sebelum berangkat pada suatu acara .
" Hisyam anak Abi yang tampan , jaga Umi' ya nak , tidak boleh bandel , tidak boleh menyusahkan Umi' . " ucap Gus Fahmi lembut , pada anaknya yang sedang asyik bermain .
" Sudah dulu ya dek , "
" Enggeh mas , hati - hati di jalan ." jawab Dini .
Gus Fahmi lalu berangkat menghadiri acara di pesantren .
Dini kembali bermain bersama dengan anaknya .
πΌπΌπΌ
Hari sudah hampir sore , tapi Gus Fahmi belum juga pulang .
" Tidak biasanya seperti ini , tidak telepon juga ,"gumam Dini yang mulai risau.
Dini ingat dengan pesan suaminya , ia lantas mencari buku catatan Gus Fahmi
.
'Alhamdulillah , " gumanya lagi , karena buku catatan Gus Fahmi telah ketemu.
Dini segera mencari nomor ponsel Amar ,
" Alhamdulillah , ini ketemu nomornya Amar (asisten pribadi Gus Fahmi )." ucap Dini yang begitu senang .
"Assalamualaikum , Amar ,"
" Apa ?? "
" Mbak...., Mbak Sri.... Mbak Sinem... " teriak Dini pada kedua asisten rumah tangganya , Setelah ia mendengar kabar dari Amar .
" Iya Bu Dini ,"
" Iya Bu' ,"
"Mbak , saya nitip Hisyam, "
" Loh , memang nya Ibu' mau kemana ?"
" Saya mau ke rumah sakit Mbak,"
" Siapa yang sakit Bu ' ? "
" Mas Fahmi Mbak , saya berangkat dulu ya Mbak ? ,jaga Hisyam baik - baik . "
" Astaghfirullah... Gus Fahmi , iya Bu Dini hati - hati di jalan ya Bu ? "
" Iya Mbak , titip Hisyam ya , Assalamualaikum . "
" Waalaikumsalam . "
Dini berangkat dengan mengendarai mobil sendiri , hatinya sedih , tak henti - hentinya bibir Dini berdzikir .
πΏπΏπΏ
" Amar , "
" Bu Dini , "
" Bagaimana keadaan Mas Fahmi ? "
" Belum sadar Bu ,"
" Astaghfirullahaladzim "
" Bagaimana bisa Mas Fahmi pingsan tanpa sebab , ?"
Dini tidak percaya dengan apa yang terjadi kepada Gus Fahmi , karena selama ini Gus Fahmi terlihat sehat dan tidak pernah mengeluh sakit .
" Kamu pasti tau sesuatu tentang Mas Fahmi ,"tegas Dini pada Amar.
Amar hanya menunduk diam menanggapi perkataan Dini .
" Kenapa kamu diam Amar ? jawab Amar . "
" Sebenarnya--- , "
" Sebenarnya apa Amar ? bilang ? kenapa kamu berhenti bicara ? Amar . "
" Gus Fahmi , Beliau mengidap kanker otak , "
" Astaghfirullahaladzim ," lirih Dini sambil membungkam mulutnya , seketika tubuhnya menjadi lemas .
" Beliau menyuruh saya untuk merahasiakan nya dari Romo Kyai dan juga Biyung , .kemarin Beliau merasa kurang sehat , dan karena takut terjadi sesuatu , maka Beliau memberikan nomor saya kepada Bu Dini , "
__ADS_1
" Sudah stadium berapa Mar ? "
" Sebelum malamar Bu Dini , Beliau pernah pingsan dan Dokter berkata sudah stadium tiga . Maka dari itu , Beliau tetap menikahi Bu Dini , walaupun Beliau tau Bu Dini tidak bersedia . "
" Untuk apa ? "
" Untuk membahagiakan kedua Orang tua Beliau , setidaknya ada keturunan sebagai pengganti Beliau , Jika ---."
" Jika apa ? "
" Jika Beliau pergi menghadap Sang Pencipta . "
" MAS FAHMI !!!" seru Dini sambil menangis.
πΏπΏπΏ
Dini mulai menelpon kedua Orang tua Gus Fahmi . Dan beberapa jam kemudian Beliau berdua pun segera datang ke rumah sakit .
Namun Dini bungkam , tidak bercerita apapun pada kedua Orang tua Gus Fahmi , Dini tidak mau Gus Fahmi akan kecewa padanya jika ia memberi tau kepada kedua Orang tua Gus Fahmi .
πΏπΏπΏ
Dua hari berlalu , Gus Fahmi masih belum tersadar dari pingsan nya .
πΏπΏπΏ
" Assalamualaikum ."
" Waalaikumsalam ."
" Ummik ,"
" Ada apa nak , kenapa kamu menangis ?"
" Mas Fahmi Miik , "
" Ada apa Din ? ada apa dengan nak Fahmi ? "
" Mas Fahmi sakit Miik , sekarang Dini sedang ada di rumah sakit ."
" Sakit apa nak ? "
" Sakit ---, hmm , belum tahu Miik , masih observasi . Masalah nya , Dini belum tahu kapan Mas Fahmi akan sadar . Bisakah Ummik datang ke rumah ? untuk menemani Hisyam ? "
" Hisyam ? "
" Hisyam di jaga sama Mbak Sinem dan Mbak Sri , tapi Dini masih khawatir Miik , Dini mau Ummik mengawasi Hisyam , "
" Alhamdulillah jika Ummik tidak keberatan ,"
πΏπΏπΏ
Tiga hari berlalu , Dini yang selalu ada di samping Gus Fahmi , membaca Alqur'an untuk suaminya.
Setelah itu ia sholat di samping suaminya ...
" Din ,"
" Dini "
Dini baru mengucap salam terakhir dalam shalatnya .
" Dini ," panggil Gus Fahmi .
Dini segera berdiri untuk melihat keadaan suaminya.
" Mas Fahmi , kamu sudah sadar Mas , aku akan segera beritahu Dokter , " Dini hendak keluar untuk memberi tahu keadaan Gus Fahmi kepada Dokter .
Namun tangan Gus Fahmi meraih jari Dini , sambil menggelengkan kepalanya .
" Kenapa Mas ?"
" Disini saja , tidak perlu memanggil Dokter , Mas baik - baik saja . Mas hanya kelelahan kemarin , "
Gus Fahmi menahan Dini untuk menemui Dokter dan masih berusaha merahasiakan penyakitnya pada Dini . Gus Fahmi belum tahu jika Dini telah mengetahui segala nya dari Amar .
" Iya Mas , aku akan tetap disini untuk menemani kamu , "
" Oh ya Mas , di luar ada Romo dan Biyung , Beliau sangat khawatir dengan keadaan Mas Fahmi , aku suruh masuk dulu ya ? kasihan udah nungguin lama banget ,"
Akhirnya Dini mempersilahkan kedua Orang tua Gus Fahmi untuk menemui Gus Fahmi .
Dini berjalan keluar .
" Romo ... Biyung . , Alhamdulillah Mas Fahmi sudah sadar . "
" Alhamdulillah ."
" Silahkan Romo sama Biyung masuk , saya mau ijin beli minuman sebentar. "
__ADS_1
Mereka berdua masuk ke dalam ruangan Gus Fahmi.
Biyung Gus Fahmi menangis dan mencium kening anaknya .
Saat di tanya oleh kedua Orang tua nya tentang penyakitnya , Gus Fahmi masih berusaha untuk menutupi nya , tidak ingin melihat Biyung nya bersedih .
". Romo sama Biyung pulang saja , istirahat di rumah .Saya tidak apa-apa , jangan khawatir , ada Dini yang menjaga saya . " pinta Gus Fahmi .
" Baiklah nak , cepat sembuh ya ? . Biyung sama Romo pulang dulu . Assalamualaikum , "
" Waalaikumsalam ."
Mereka berdua keluar dari ruangan Lucky . Dini yang sudah berdiri di depan pintu , mencium kedua tangan mertua nya .
" Hati - hati di jalan Romo . " ucap Dini lalu masuk ke dalam .
πΏπΏπΏ
" Tok - tok , Assalamualaikum Pak Fahmi . bagaimana ? , merasa lebih baik ? " Tanya Dokter , yang masuk ke dalam ruangan Gus Fahmi .
" Waalaikumsalam , Alhamdulillah Dok ,"
" Jadi begini Pak Fahmi , keadaan Anda---."
" Hmm maaf Dok , nanti saja kita bicara ," sela Gus Fahmi.
" Lanjutkan saja Dok , saya sudah mengetahui semua nya , tiga tahun lalu suami saya mengalami kanker otak stadium tiga , " tegas Dini .
" Baik Bu , "
" Jadi kanker otak yang di derita Pak Fahmi saat ini sudah masuk stadium empat , mau tidak mau , Pak Fahmi harus menjalani kemoterapi tapi itupun masih kurang efektif ,"
" Lalu bagaimana Dok ,"tanya Dini
" Satu - satunya jalan adalah Operasi , tapi---."
" Tapi apa Dok ?"
" Ada dua kemungkinan , antara hidup dan---."
" Astaghfirullahaladzim , " haru Dini.
" Saya tidak mau operasi Dok , saya akan menjalani hari-hari saya bersama anak saya , biarlah semua berjalan seperti adanya . Saya akan rajin minum obat . selebihnya saya serahkan kepada NYA . "
" Mas , kamu harus sembuh , bismillah mas , operasi saja ."
" Tidak Din , jika aku operasi , dan aku tidak selamat , maka aku kehilangan waktu bersama Hisyam ."
" Baiklah lah Mas , jika itu keputusan mu ."
Beberapa hari kemudian mereka berdua pulang dari rumah sakit .
Menjalani hari seperti biasanya . Namun Gus Fahmi sedikit mengurangi aktivitas nya.agar tidak terlalu lelah dan drop .
Sayang nya ...;'
Hanya beberapa bulan saja Gus Fahmi bertahan hidup.
Tubuhnya tiba-tiba terjatuh saat bercengkrama bersama dengan anaknya .
" MAS FAHMI , "
Dini segera menolong nya, mengangkat kepala Gus Fahmi dan meletakan nya di pangkuan nya ,
" Mas ,"
" Din , carilah pemuda itu , aku tau dia orang yang baik dan tulus mencintai mu . Aku ikhlas . "
" Kamu ngomong apa sih Mas , "
" Sepertinya ini waktu ku Din . "
" Tidak Mas , jangan ngomong gitu kamu Mas , "
" Bahagia nya aku Din , bisa menyandarkan kepalaku di pangkuanmu ." senyum nya .
" Selamat tinggal Din ," lirih Gus Fahmi sambil menggenggam tangan Dini . lalu perlahan matanya terpejam .
Dini berteriak , tangisnya pecah , dengan segera ia membawa Gus Fahmi ke Rumah sakit . Walaupun ia menyadari bahwa suaminya itu telah tiada .
πΏπΏπΏ
" Ayo Dok , cepat periksa suami saya Dok , cepat Dok !!! "
Dini memohon pada Dokter untuk segera memeriksa Gus Fahmi .
" Bu , maaf . tapi suami anda telah tiada ,"
" Coba periksa lagi Dok , periksalah dengan benar . "
__ADS_1
Dini benar - benar terguncang , ia sangat kehilangan sosok Gus Fahmi yang lembut dan penyayang .
π₯π₯π₯