Hidayah Itu Bernama Cinta

Hidayah Itu Bernama Cinta
Story' Lucky


__ADS_3

Pagi itu tepat tanggal 16 Februari...


Dimana hari itu adalah hari kelahiran Lucky.


Lucky genap usia 16 tahun, Papanya yang telah mempersiapkan kue ulang tahun beserta hadiah,


Pagi - pagi sekali beliau langsung membuka pintu kamar Lucky untuk memberi ucapan selamat pada Lucky .


Di bukalah pelan - pelan pintu kamar Lucky .


Namun saat akan menjulurkan tangan dan menepuk pundak Lucky , tiba - tiba Beliau menahan tangan nya dan menarik nya kembali . Beliau terhenti karena melihat ada selembar kertas putih di bawah bantal Lucky .


Seketika Beliau meletakkan kue ulang tahun itu di atas meja kecil yang bersebelahan dengan tempat tidur Lucky , dan segera mengambil kertas putih itu .


Setelah mengambil kertas putih itu , Dan Beliau langsung membalik kertas nya , untuk melihat bagian depan dari kertas tersebut .


Namun , begitu Beliau melihat nya , tiba - tiba air matanya menetes .


Ternyata , kertas putih itu adalah foto mendiang istrinya yang hampir empat tahun silam telah pergi meninggalkan nya .


Terkenang olehnya , kebiasaan Almarhum ketika masih hidup .


Setiap kali Almarhum menidurkan Lucky , Almarhum selalu mengelus - elus punggung Lucky sambil bercerita , tentang kehidupan dan masa kecilnya .


Hingga hal itu menjadi kebiasaan , membuat Lucky tak mampu memejamkan mata sebelum Mamanya melakukan ritual itu .


🌺🌿


Papa Lucky tak mampu membayangkan betapa sedih dan terpukulnya hati Lucky kehilangan Mamanya .


Beliau pun menghela nafas panjang dan mengusap air mata nya , kemudian mengembalikan foto itu di bawah bantal lucky .


...Tak ingin terlalu larut dalam kesedihannya...


..., ia pun lantas tersenyum dan mengambil kembali kue yang di letakkan di meja itu . Lalu membangun kan Lucky ....


" Lucky ... Luc.. Lucky.. bangun nak ,"


Lucky perlahan membuka matanya , masih remang - remang melihat Papa nya yang berdiri di hadapan nya .


" Ada apa Pah ? " ucap Lucky yang masih mengantuk ,


" Bangunlah nak , buka mata mu , lihat nih Papa bawa apa . "


" Apa Pah , " Lucky membuka matanya ,


" Hah ...," Lucky terkejut dan segera duduk . " Ini buat Lucky kah Pah ? " ucap Lucky dengan penuh haru,tak menyangka Papa bisa bersikap sedemikian .


Karena kebiasaan membawa kue ulang tahun adalah kebiasaan Mama nya .


" Iya nak , ini buat kamu , Selamat ulang tahun ya sayang . Anak Papa yang tampan . " jawab Papa Lucky , sambil mengelus rambut Lucky .


Lucky menatap wajah Papanya dengan sebuah senyuman yang begitu manis , senyuman yang sudah lama hilang darinya .


Papa Lucky merasa begitu bahagia melihat senyuman yang telah lama di rindukan .


Beliau segera memeluk tubuh anaknya yang tampan itu , lalu mencium keningnya , dan mengelus punggung nya .


" Makasih ya Pah ? " ucapnya senang .


" Udah ayo berdoa , ucapkan keinginan kamu lalu tiup lilinnya " ucap Papa Lucky sambil menyodorkan kue itu , dengan lilin yang baru saja di nyalakan nya .


Lucky pun lantas memejamkan matanya untuk membuat suatu permintaan , setelah itu ia membuka kembali matanya dan meniup lilin itu .


" Bi'.. Bibi'.. tolong kamu ambil kan kotak kecil warna hitam di meja kerja saya , " teriak Papa Lucky memanggil Bibi yang sedang berada di dapur .


Hadiah yang sudah di siapkannya dari jauh hari sebelum nya .

__ADS_1


🌿


Tak lama kemudian , si Bibi' datang , dengan membawa kotak kado yang lumayan kecil itu .


" Ini Pak kotaknya ," ucap Bibi' menyerahkan kado itu .


" Terimakasih ya Bi' "


" Iya Pak . "


" Nah ini kado dari Papa , " ucapnya sambil memberikan kado kecil itu pada Lucky.


" Ayo buka ! " serunya dengan senyum sengit , seperti merencanakan sesuatu .


" Kecil banget Pa ? " cetus lucky sambil membuka kado bertali pita itu ,


" Haah kunci !!!?? " ucap Lucky yang masih bingung , dengan kunci itu .


Lucky masih heran dan belum menyadari bahwa itu adalah kunci mobil sport idaman nya .


" Apaan nih Pah , kunci untuk apa ? " ucap Lucky sambil mengerutkan keningnya .


" Hmm , ayo sini ikut Papa , Papa mau tunjukkan sesuatu untuk kamu ," ucapnya sambil menggandeng tangan Lucky , lalu berjalan menuju halaman luas terasnya .


Dan di ujung halaman itu , hampir dekat dengan pagar rumah nya . terlihat kain hitam menutup penuh bagian mobil sport itu .


Papa nya pun memegang pundak Lucky untuk mengajak nya berjalan mendekati kain hitam itu ,


" Ayo buka !"


Pinta Papanya mempersilahkan Lucky untuk membuka kain hitam itu .


" Oke , Aku buka nih ya Pah ? " Lucky membuka nya pelan - pelan , dan begitu terbuka, Lucky sangat terkejut ,


" Wow...kereenn . ini beneran buat Aku Pah ? " ucapnya dengan penuh haru .


" Makasih ya Pah ? , makasih..." berulang - ulang Lucky mengucapkan terimakasih pada Papa nya .


" Papa baik banget ,"


Sejak saat itu , sikap Lucky sedikit berubah menjadi lebih baik dan bersemangat untuk bersekolah .


🌷🌷🌷


Namun sayang sekali . hanya selang satu tahun setelah perubahan sikap nya , peristiwa yang menyedihkan terjadi lagi .


Siang itu....


Saat lucky sedang asyik kerja kelompok sambil bermain gitar bersama dengan teman - teman sekolah nya , tiba-tiba telepon rumah nya berdering .


Lucky yang sedang sibuk itu , tak menghiraukan nya dan akhirnya Bibi' yang mengangkat telepon itu .


" Hallo selamat siang ,"


" Iya Pak selamat siang ,"


" Apa betul ini rumah Bapak Dony ,? "


" Iya betul Pak , " suara Bibi' sedikit bergetar, seolah ia mampu merasakan bahwa sesuatu yang buruk telah terjadi .


" Saudara Dony mengalami kecelakaan dan sekarang sedang di rawat di rumah sakit kota ,"


" Ya Allaah.. " tangis Bibi' , dan langsung menutup telponnya , lalu berteriak memanggil Lucky .


" Mas Lucky ... , Bapak mas , Bapak , "


Mendengar Bibi' berteriak , Lucky segera berdiri dari duduknya lalu mendekati Bibi' .

__ADS_1


" Papa kenapa Bii' ? "


" Bapak Mas , Bapak kecelakaan mas , sekarang ada di rumah sakit . "ucap Bibi' begitu panik .


Mendengar penuturan Bibi' , Lucky terdiam sesaat , kakinya terasa lemas dan tak mampu di gerakkan .


Setelah beberapa menit dan di rasa cukup kuat untuk melangkah , Lucky segera tergopoh - gopoh keluar rumah lalu masuk ke dalam mobil untuk menuju rumah sakit .


🌿🌿🌿


Sesampainya Lucky di rumah sakit , Lucky segera bertanya pada administrasi rumah sakit .


Untuk mencari informarsi mengenai Papa nya . Dan setelah mendapatkan informasi , Lucky segera melangkah mencari ruang ICU untuk melihat keadaan Papanya .


Namun sayang , begitu sampai di ruangan itu , ia tidak bisa menemui Papa nya , ia hanya bisa melihat Papa nya dari luar ruangan saja .


🌿


Dua hari sudah Lucky berada di rumah sakit . Namun Papanya belum juga sadar .


Lucky tidak pulang sama sekali , ia ingin menunggu Papa sampai tersadar . Karena terlalu lelah akhirnya ia pun tertidur di kursi tunggu luar ruangan ICU.


Beberapa menit kemudian , tiba-tiba seorang perawat memanggil nama Lucky .


" Saudara Lucky " suara itu terdengar dari pintu ruangan ICU , dengan segera Lucky terbangun dan menjawab panggilan perawat tersebut.


" Iya Sus , saya Lucky "jawabnya tegang.


" Saudara Lucky di minta masuk sama Dokter " ucap perawat itu.


Segera Lucky masuk ke dalam dan langsung bertanya pada Dokter dengan pandangan nya yang terus melirik pada ranjang pasien tempat Papanya berbaring.


" Saudara Lucky ? " tanya Dokter tersebut , dengan melirik wajah Lucky .


" Iya Dok , saya Lucky anaknya Bapak Dony ," jawab Lucky tanpa menghadap pada wajah Dokter , mata nya masih terus fokus memandangi Papa nya.


" Dari tadi Papa Anda memanggil - manggil nama Lucky , seperti ada yang ingin di sampaikan , silahkan saudara Lucky menemui Beliau ," Dokter mempersilahkan Lucky untuk menemui Papanya,


" Baik Dok " Lucky segera berjalan menuju ranjang itu , dengan langkah sedikit gemetar , Lucky tak sanggup menatap beberapa bekas darah , dan tidak tega melihat kondisi Papanya yang penuh dengan luka .


" Pah , Papa , ini Lucky Pah , " Lucky memanggil pelan dengan menempelkan bibirnya di telinga Papanya . Mendengar suara Lucky mata Papanya langsung terbuka .


" Luuc--, " di--- ," Beliau berusaha berbicara namun seperti kesulitan menggerakkan mulutnya , karena luka di pipinya masih sangat memar , perkataannya terpotong-potong.


"Iya Pa, Lucky membungkuk kan tubuh tinggi nya dan menempel kan telinga nya tepat di bibir papanya .


" Di lac--- , laci kamar Pa--pa-- , a-da ko-tak ke-cil , di da-lam- nya a--da kun-ci , i--tu kun-ci be-rang-kas nak, " berhenti sesaat .


" Yang Pa--pa-- sim--pan di ba-wah ko-- long tem-- pat ti-- dur Pa-- pa , i-tu hak--mu nak"sambil berbisik lirih dan terus menghela nafas pendek ,


" Iya Pah , udah Pah , Papa jangan mikir yang lain dulu Pah , yang terpenting sekarang Papa harus segera sembuh ,"ucap Lucky sambil membelai rambut Papa nya.


" Aku nggak mau lihat Papa sakit begini , " ucap nya sedih.


Tangan Papa Lucky meraih tangan Lucky dan menggenggamnya erat .


" Iya Pah ," Papa Lucky perlahan menarik nafasnya dengan begitu berat.


" Seb--entar la--gi Pa--pa a-kan sege--ra sem--buh nak,"ucap nya lagi dengan nada begitu berat .


Setelah mengucapkan kalimat itu nafasnya berbunyi begitu serak dan matanya mulai melot..t , melihat itu lucky langsung berteriak memanggil Dokter.


Dokter segera menghampiri dan mengambil tindakan.


" Silahkan Anda keluar , " pinta Dokter menyuruh Lucky segera keluar , namun pegangan tangan Papa Lucky begitu erat mencengkeram jari - jari Lucky hingga susah untuk dilepaskan.


" Dok , ijinkan saya disini , mungkin Papa ingin saya temani , silahkan Dokter ambil tindakan , saya tidak akan mengganggu Anda bekerja ," ucap Lucky memohon .

__ADS_1


.


__ADS_2