
Pagi itu tepat tanggal 16 Februari...
Dimana hari itu adalah hari kelahiran Lucky.
Lucky genap usia 16 tahun, Papanya yang telah mempersiapkan kue ulang tahun beserta hadiah,
Pagi - pagi sekali beliau langsung membuka pintu kamar Lucky untuk memberi ucapan selamat pada Lucky .
Di bukalah pelan - pelan pintu kamar Lucky .
Namun saat akan menjulurkan tangan dan menepuk pundak Lucky , tiba - tiba Beliau menahan tangan nya dan menarik nya kembali . Beliau terhenti karena melihat ada selembar kertas putih di bawah bantal Lucky .
Seketika Beliau meletakkan kue ulang tahun itu di atas meja kecil yang bersebelahan dengan tempat tidur Lucky , dan segera mengambil kertas putih itu .
Setelah mengambil kertas putih itu , Dan Beliau langsung membalik kertas nya , untuk melihat bagian depan dari kertas tersebut .
Namun , begitu Beliau melihat nya , tiba - tiba air matanya menetes .
Ternyata , kertas putih itu adalah foto mendiang istrinya yang hampir empat tahun silam telah pergi meninggalkan nya .
Terkenang olehnya , kebiasaan Almarhum ketika masih hidup .
Setiap kali Almarhum menidurkan Lucky , Almarhum selalu mengelus - elus punggung Lucky sambil bercerita , tentang kehidupan dan masa kecilnya .
Hingga hal itu menjadi kebiasaan , membuat Lucky tak mampu memejamkan mata sebelum Mamanya melakukan ritual itu .
πΊπΏ
Papa Lucky tak mampu membayangkan betapa sedih dan terpukulnya hati Lucky kehilangan Mamanya .
Beliau pun menghela nafas panjang dan mengusap air mata nya , kemudian mengembalikan foto itu di bawah bantal lucky .
...Tak ingin terlalu larut dalam kesedihannya...
..., ia pun lantas tersenyum dan mengambil kembali kue yang di letakkan di meja itu . Lalu membangun kan Lucky ....
" Lucky ... Luc.. Lucky.. bangun nak ,"
Lucky perlahan membuka matanya , masih remang - remang melihat Papa nya yang berdiri di hadapan nya .
" Ada apa Pah ? " ucap Lucky yang masih mengantuk ,
" Bangunlah nak , buka mata mu , lihat nih Papa bawa apa . "
" Apa Pah , " Lucky membuka matanya ,
" Hah ...," Lucky terkejut dan segera duduk . " Ini buat Lucky kah Pah ? " ucap Lucky dengan penuh haru,tak menyangka Papa bisa bersikap sedemikian .
Karena kebiasaan membawa kue ulang tahun adalah kebiasaan Mama nya .
" Iya nak , ini buat kamu , Selamat ulang tahun ya sayang . Anak Papa yang tampan . " jawab Papa Lucky , sambil mengelus rambut Lucky .
Lucky menatap wajah Papanya dengan sebuah senyuman yang begitu manis , senyuman yang sudah lama hilang darinya .
Papa Lucky merasa begitu bahagia melihat senyuman yang telah lama di rindukan .
Beliau segera memeluk tubuh anaknya yang tampan itu , lalu mencium keningnya , dan mengelus punggung nya .
" Makasih ya Pah ? " ucapnya senang .
" Udah ayo berdoa , ucapkan keinginan kamu lalu tiup lilinnya " ucap Papa Lucky sambil menyodorkan kue itu , dengan lilin yang baru saja di nyalakan nya .
Lucky pun lantas memejamkan matanya untuk membuat suatu permintaan , setelah itu ia membuka kembali matanya dan meniup lilin itu .
" Bi'.. Bibi'.. tolong kamu ambil kan kotak kecil warna hitam di meja kerja saya , " teriak Papa Lucky memanggil Bibi yang sedang berada di dapur .
Hadiah yang sudah di siapkannya dari jauh hari sebelum nya .
__ADS_1
πΏ
Tak lama kemudian , si Bibi' datang , dengan membawa kotak kado yang lumayan kecil itu .
" Ini Pak kotaknya ," ucap Bibi' menyerahkan kado itu .
" Terimakasih ya Bi' "
" Iya Pak . "
" Nah ini kado dari Papa , " ucapnya sambil memberikan kado kecil itu pada Lucky.
" Ayo buka ! " serunya dengan senyum sengit , seperti merencanakan sesuatu .
" Kecil banget Pa ? " cetus lucky sambil membuka kado bertali pita itu ,
" Haah kunci !!!?? " ucap Lucky yang masih bingung , dengan kunci itu .
Lucky masih heran dan belum menyadari bahwa itu adalah kunci mobil sport idaman nya .
" Apaan nih Pah , kunci untuk apa ? " ucap Lucky sambil mengerutkan keningnya .
" Hmm , ayo sini ikut Papa , Papa mau tunjukkan sesuatu untuk kamu ," ucapnya sambil menggandeng tangan Lucky , lalu berjalan menuju halaman luas terasnya .
Dan di ujung halaman itu , hampir dekat dengan pagar rumah nya . terlihat kain hitam menutup penuh bagian mobil sport itu .
Papa nya pun memegang pundak Lucky untuk mengajak nya berjalan mendekati kain hitam itu ,
" Ayo buka !"
Pinta Papanya mempersilahkan Lucky untuk membuka kain hitam itu .
" Oke , Aku buka nih ya Pah ? " Lucky membuka nya pelan - pelan , dan begitu terbuka, Lucky sangat terkejut ,
" Wow...kereenn . ini beneran buat Aku Pah ? " ucapnya dengan penuh haru .
" Makasih ya Pah ? , makasih..." berulang - ulang Lucky mengucapkan terimakasih pada Papa nya .
" Papa baik banget ,"
Sejak saat itu , sikap Lucky sedikit berubah menjadi lebih baik dan bersemangat untuk bersekolah .
π·π·π·
Namun sayang sekali . hanya selang satu tahun setelah perubahan sikap nya , peristiwa yang menyedihkan terjadi lagi .
Siang itu....
Saat lucky sedang asyik kerja kelompok sambil bermain gitar bersama dengan teman - teman sekolah nya , tiba-tiba telepon rumah nya berdering .
Lucky yang sedang sibuk itu , tak menghiraukan nya dan akhirnya Bibi' yang mengangkat telepon itu .
" Hallo selamat siang ,"
" Iya Pak selamat siang ,"
" Apa betul ini rumah Bapak Dony ,? "
" Iya betul Pak , " suara Bibi' sedikit bergetar, seolah ia mampu merasakan bahwa sesuatu yang buruk telah terjadi .
" Saudara Dony mengalami kecelakaan dan sekarang sedang di rawat di rumah sakit kota ,"
" Ya Allaah.. " tangis Bibi' , dan langsung menutup telponnya , lalu berteriak memanggil Lucky .
" Mas Lucky ... , Bapak mas , Bapak , "
Mendengar Bibi' berteriak , Lucky segera berdiri dari duduknya lalu mendekati Bibi' .
__ADS_1
" Papa kenapa Bii' ? "
" Bapak Mas , Bapak kecelakaan mas , sekarang ada di rumah sakit . "ucap Bibi' begitu panik .
Mendengar penuturan Bibi' , Lucky terdiam sesaat , kakinya terasa lemas dan tak mampu di gerakkan .
Setelah beberapa menit dan di rasa cukup kuat untuk melangkah , Lucky segera tergopoh - gopoh keluar rumah lalu masuk ke dalam mobil untuk menuju rumah sakit .
πΏπΏπΏ
Sesampainya Lucky di rumah sakit , Lucky segera bertanya pada administrasi rumah sakit .
Untuk mencari informarsi mengenai Papa nya . Dan setelah mendapatkan informasi , Lucky segera melangkah mencari ruang ICU untuk melihat keadaan Papanya .
Namun sayang , begitu sampai di ruangan itu , ia tidak bisa menemui Papa nya , ia hanya bisa melihat Papa nya dari luar ruangan saja .
πΏ
Dua hari sudah Lucky berada di rumah sakit . Namun Papanya belum juga sadar .
Lucky tidak pulang sama sekali , ia ingin menunggu Papa sampai tersadar . Karena terlalu lelah akhirnya ia pun tertidur di kursi tunggu luar ruangan ICU.
Beberapa menit kemudian , tiba-tiba seorang perawat memanggil nama Lucky .
" Saudara Lucky " suara itu terdengar dari pintu ruangan ICU , dengan segera Lucky terbangun dan menjawab panggilan perawat tersebut.
" Iya Sus , saya Lucky "jawabnya tegang.
" Saudara Lucky di minta masuk sama Dokter " ucap perawat itu.
Segera Lucky masuk ke dalam dan langsung bertanya pada Dokter dengan pandangan nya yang terus melirik pada ranjang pasien tempat Papanya berbaring.
" Saudara Lucky ? " tanya Dokter tersebut , dengan melirik wajah Lucky .
" Iya Dok , saya Lucky anaknya Bapak Dony ," jawab Lucky tanpa menghadap pada wajah Dokter , mata nya masih terus fokus memandangi Papa nya.
" Dari tadi Papa Anda memanggil - manggil nama Lucky , seperti ada yang ingin di sampaikan , silahkan saudara Lucky menemui Beliau ," Dokter mempersilahkan Lucky untuk menemui Papanya,
" Baik Dok " Lucky segera berjalan menuju ranjang itu , dengan langkah sedikit gemetar , Lucky tak sanggup menatap beberapa bekas darah , dan tidak tega melihat kondisi Papanya yang penuh dengan luka .
" Pah , Papa , ini Lucky Pah , " Lucky memanggil pelan dengan menempelkan bibirnya di telinga Papanya . Mendengar suara Lucky mata Papanya langsung terbuka .
" Luuc--, " di--- ," Beliau berusaha berbicara namun seperti kesulitan menggerakkan mulutnya , karena luka di pipinya masih sangat memar , perkataannya terpotong-potong.
"Iya Pa, Lucky membungkuk kan tubuh tinggi nya dan menempel kan telinga nya tepat di bibir papanya .
" Di lac--- , laci kamar Pa--pa-- , a-da ko-tak ke-cil , di da-lam- nya a--da kun-ci , i--tu kun-ci be-rang-kas nak, " berhenti sesaat .
" Yang Pa--pa-- sim--pan di ba-wah ko-- long tem-- pat ti-- dur Pa-- pa , i-tu hak--mu nak"sambil berbisik lirih dan terus menghela nafas pendek ,
" Iya Pah , udah Pah , Papa jangan mikir yang lain dulu Pah , yang terpenting sekarang Papa harus segera sembuh ,"ucap Lucky sambil membelai rambut Papa nya.
" Aku nggak mau lihat Papa sakit begini , " ucap nya sedih.
Tangan Papa Lucky meraih tangan Lucky dan menggenggamnya erat .
" Iya Pah ," Papa Lucky perlahan menarik nafasnya dengan begitu berat.
" Seb--entar la--gi Pa--pa a-kan sege--ra sem--buh nak,"ucap nya lagi dengan nada begitu berat .
Setelah mengucapkan kalimat itu nafasnya berbunyi begitu serak dan matanya mulai melot..t , melihat itu lucky langsung berteriak memanggil Dokter.
Dokter segera menghampiri dan mengambil tindakan.
" Silahkan Anda keluar , " pinta Dokter menyuruh Lucky segera keluar , namun pegangan tangan Papa Lucky begitu erat mencengkeram jari - jari Lucky hingga susah untuk dilepaskan.
" Dok , ijinkan saya disini , mungkin Papa ingin saya temani , silahkan Dokter ambil tindakan , saya tidak akan mengganggu Anda bekerja ," ucap Lucky memohon .
__ADS_1
.