Hidayah Itu Bernama Cinta

Hidayah Itu Bernama Cinta
Melamar Dini


__ADS_3

Hafizah begitu ikhlas , berbelanja semua keperluan untuk melamar Dini .


Membuat Lucky terkesan dengan ketulusan Hafizah , namun Lucky masih enggan menampakan perasaannya itu.


" Sudah selesai Ustadz . tinggal esok kita ke rumah Dini . "


" Kita ? benarkah itu Hafizah ? "


" Benar Ustadz, harus berapa kali , Ustadz menanyakan nya pada saya ? "


" Terimakasih Hafizah , " ucap Lucky pelan .


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


Pagi itu ....


" Tok - tok , Ustadz. " panggil Hafizah , sambil mengetuk pintu kamar Lucky.


" Iya Hafizah..., tunggu !!" teriak Lucky dari dalam kamarnya .


Hafizah pun menunggu Lucky tepat di depan pintu , dengan menyandarkan tubuh nya pada kusen pintu .


" Hafizah . " ucap Lucky sambil menatap wajah Hafizah .


Lucky terkejut karena setelah ia membuka pintu , masih melihat Hafizah berdiri di depan pintu kamar nya.


"Aku kira kamu sudah keluar , dan menunggu ku di luar ." ucap Lucky.


" Tidak Ustadz , saya ingin menyaksikan wajah Ustadz Lucky yang sedang berbahagia , karena akan melamar Dini . "


" Biasa saja Hafizah , senyum ku , ya begini adanya , tidak akan ada perubahan . " ucap Lucky lirih , tak tega rasanya melihat perempuan yang ada di hadapan nya itu bersedih , karena akan di madu .


" Tersenyum lah yang lebar Ustadz , buat hatiku bahagia , jangan sia - siakan pengorbanan ku . "


" Oh Hafizah , hatimu begitu mulia , 'permisi' bolehkah aku memeluk mu Hafizah ? " ucap Lucky sambil melebarkan kedua tangannya .


Hafizah tersenyum , seketika berada dalam pelukan suaminya , air matanya pun menetes terharu , karena pelukan itu adalah pelukan pertama nya , sejak pernikahan mereka .


Membuat Hafizah larut dalam kerinduan dan enggan melepaskan nya .


" Hafizah , kamu baik - baik saja ? "


" Hafizah . "


" Iya , Ustadz . " jawab Hafizah , yang lambat melepaskan pelukan Lucky , sambil menatap wajah Lucky .


" Kamu menangis Hafizah ? "


" Kenapa Ustadz lakukan semua ini ? " ucap Hafizah sambil berjalan dan duduk di sofa ruang tengah .


" Maksudnya Hafizah ? "


" Kemarin hatiku telah ikhlas , untuk menyerahkan Ustadz pada Dini . Tapi kenapa Ustadz meminta ku untuk memeluk ? "


" Aku hanya merasa sangat berterima kasih atas semua ketulusan mu Hafizah ."


Mendengar perkataan Lucky , hati Hafizah terbangun kembali dari rasa terlenanya .


Mengusap air matanya , dan kembali tersenyum .


" Hafizah , aku bingung , tolong bicaralah , katakan ada apa , kenapa kamu menangis ?"


" Sudahlah Ustadz , itu tidak penting . " ucap Hafizah , pelan agak menggantung .


Hafizah begitu malu , karena kebodohannya yang tak mampu menahan rasa terlena nya . Berkali-kali ia mengucapkan kalimat Istigfar di dalam hati nya .

__ADS_1


Hafizah lalu menarik nafas panjang , dan berdiri tegap " Bismilaah " " Ayo Ustadz , kita berangkat ."


๐ŸŒบ๐ŸŒฟ


Berangkatlah mereka ke rumah Dini , sebenarnya perjalanan itu tidak terlalu jauh , cukup lurus saja , antara pojok dan pojok , namun karena beberapa bawaan .


Terpaksa harus membawa mobil .


โ˜˜๏ธโ˜˜๏ธโ˜˜๏ธ


" Bah , itu kan mobil nya Lucky ya ? "


" Iya , bener Mik ." jawab Abah .


" Ngapain dia kesini ? " imbuhnya.


" Loh , Bah , itu yang keluar kok perempuan . "


๐ŸŒบ๐ŸŒฟ


" Ustadz tunggu di mobil saja , biar saya yang turun, Ustadz jangan turun dulu , sebelum saya kembali . " tegas Hafizah , sebelum Hafizah turun .


Entah kenapa , Hafizah terlihat lebih tegas dari biasanya, dan entah kenapa pula , Lucky seakan mengiyakan saja pinta Hafizah .


Kemudian Hafizah segera turun , membawa salah satu seserahan , yaitu sebuah perhiasan , yang mana perhiasan itu sama persis dengan yang saat itu melekat pada jemari Hafizah .


๐ŸŒบ๐ŸŒฟ


" Assalamualaikum . Ummik , Abah . " salam Hafizah dengan begitu lembut dan ramah , lalu mencium tangan kedua nya .


" Waalaikumusalaam . "


" Boleh saya masuk ? "


" Oh , oh i iya , silahkan masuk , " ucap Umik agak bingung .


Hafizah lalu tersenyum , menatap wajah Abah dan juga Ummik , seketika ia mengingat kedua orang tuanya .


" Beruntung nya Dini , masih memiliki kedua Orang Tua yang lengkap dan sehat . Oh iya , maksud kedatangan saya---,"


Tiba-tiba Hafizah muncul dari dalam dengan menggendong Hisyam .


" Siapa Abah ? " tanya Dini dengan berpikir.


" Mbak Dini , perkenalkan nama saya Hafizah ." ucap Hafizah dengan menjulurkan tangannya . " Memang mempesona dia , pantas saja suamiku begitu teropsesi " benaknya sambil memperhatikan Dini dengan seksama .


" Saya buatkan minum dulu ." ucap Ummik, sambil akan berdiri .


" Ummiik , tidak perlu repot , saya ingin menyampaikan hal penting pada Ummik , Abah dan juga Dini ."


Dini menatap Hafizah dengan penuh tanda tanya , sambil menengok ke arah depan , wajah Dini agak heran melihat mobil Lucky terparkir di halaman rumah nya.


" Pertama , perkenalkan nama saya Hafizah, istri dari Ustadz Lucky ."


Ucapan Hafizah itu , membuat ketiganya terkejut dan langsung menatap wajah Hafizah .


" Saya datang atas inisiatif saya sendiri , demi kasih sayang saya yang begitu besar pada suami saya. "


Sungguh lagi-lagi , ucapan Hafizah membuat ketiganya semakin penasaran.


" Hampir dua tahun kami menikah , namun Suami saya , masih berharap Mbak Dini menjadi bagian dari hidupnya . Dan hari ini juga , saya akan melamar Mbak Dini untuk Ustadz Lucky . " tegas Hafizah sambil mengusap air matanya , yang terlihat menetes .


" Astagfirullahaladzim . " ucap ketiganya menatap haru wajah Hafizah .


" Berkenankah Mbak Dini menerimanya ?"

__ADS_1


" MasyaAllaah ." saut Abah .


" SubhanAllaah , terbuat dari apa hatimu nak ? " ucap Ummik , sambil berdiri lalu mendekati Hafizah dan memeluk perempuan bercadar itu .


Sementara Dini tak mampu berkata-kata , dia hanya menatap haru wajah bercadar Hafizah , dengan senyuman memelas .


" Ini sebagian pinangan yang saya bawa ." ucap Hafizah sambil meletakan perhiasan di atas meja , yang dari tadi di pegangnya .


" Jika memang berkenan , saya akan kembali mengambil sebagian nya lagi ."


" Haruskah saya menjawab Iya Mbak Hafizah ? bukan kah itu akan sangat melukai hati Mbak Hafizah ? " jawab Dini .


" Entahlah , tapi itulah kenyataannya yang bisa membuat suamiku bahagia ."


" Jujur saja , saya tidak pernah memikirkan ini semua akan terjadi ." ucap Dini .


" Menjadi Abi sambung Hisyam , itulah tujuan Ustadz Lucky . " imbuh Hafizah sambil memegang pipรฌ Hisyam , yang masih berada dalam pangkuan Dini .


Ucapan Hafizah itu membuat Dini berpikir lagi .


" Terimalah nak , hati mereka begitu bersih . " ucap Ummik menatap wajah Dini yang masih ragu untuk menjawab .


Dini diam sesaat ....


" Dini , bicaralah nak , jangan membuat mereka menunggu . " pinta Abah .


" Jadi maksud Abah , Abah setuju bagitu ?" tanya Dini pada Abah nya .


Mengingat Abah yang sebelumnya begitu membenci Lucky . Abah pun hanya mengangguk .


" Jika Abah memang sudah setuju , saya pun menerima nya ." ucap Dini menatap wajah Hafizah .


" Alhamdulillah , " saut Hafizah , di ikuti Abah dan Ummik .


Hafizah dan Dini pun saling berpelukan .


๐ŸŒบ๐ŸŒฟ


Kemudian Hafizah segera keluar untuk mengambil sisa bawaan nya .


" Ustadz . Ayo bantu saya membawanya ," pinta Hafizah pada Lucky .


" Memang nya Abah mau menerima Aku ? "


" Iyaa Ustadz , buruan . "


Lucky segera turun dari mobil dan membantu Hafizah membawa barang .


Setelah masuk , Lucky mencium tangan Abah dan juga Ummik .


Saat Abah dan Lucky saling menatap , antara mereka saling mengingat akan kenangan beberapa tahun silam , saat penolakan itu terjadi .


Hingga beberapa menit kemudian , mereka saling berpelukan.


Membuat air mata Ummik mengalir deras . Karena terharu akan kekerasan hati Abah , yang dulu pernah begitu membenci Lucky . Sekarang hubungan itu telah membaik .


" Duduklah nak Lucky , dimana nyalimu ? kenapa kamu mewakilkan nya pada nak Hafizah ?


" Oh , itu memang kerelaan hati nya Abah , saya hanya manut. " jawab Lucky , sambil melirik wajah Hafizah , karena kagum pada Hafizah , yang mampu mengatasi semua nya .


๐ŸŒบ๐ŸŒฟ


" Abah ikhlas Dini saya jadikan istri kedua saya ? "


" InsyaAllah , ikhlas . "

__ADS_1


Tanggal pernikahan itupun telah di tentukan hari itu juga .


โ˜˜๏ธโ˜˜๏ธโ˜˜๏ธ


__ADS_2