Hidayah Itu Bernama Cinta

Hidayah Itu Bernama Cinta
Menemui Lucky


__ADS_3

Dini telah berada di kota , kota dimana Lucky akan mengisi acara ceramah di masjid yang begitu besar dan mewah itu .


" Amar , acara berlangsung sekitar jam enam pagi , kita istirahat dulu , sekalian menunggu saat subuh tiba . "


" Baik Bu Dini ."


Dini kemudian berjalan ke arah jamaah perempuan , lalu meletakan Hisyam yang masih tertidur pulas , di atas sajadah masjid yang berjejer .


Dengan melapisi sajadah itu menggunakan kain empuk dan lembut milik Hisyam .


" Bu maaf , bisakah saya nitip anak saya sebentar ? saya akan ambil air wudu ." ucap Dini pada perempuan tua yang ada di samping nya .


" Silahkan Mbak , biar saya temani anaknya . "


Dini segera berdiri dan melangkah untuk


mengambil air wudu . Lalu lekas kembali .


" Alhamdulillah ," gumam Dini yang legah melihat Hisyam masih tertidur lelap .


" Terimakasih Bu , "


" Iya Mbak , sama - sama . "


Azan subuh mulai di kumandangkan .


Dini segera memakai mukenah nya . Mukena hitam sedikit berenda di setiap tepi kain .


Mata Dini , melirik ke sela pintu Masjid yang terbuka lebar . Dari kejauhan Dini melihat , tampak beberapa Pria dengan kostum serba putih berjalan bergerombol , ' apa itu Lucky beserta para santri nya ' benak Dini .


Sholat subuh di mulai , dan setelah sholat subuh , Imam memimpin dzikir .


Hisyam mulai terbangun dan menangis , Dini pun segera menggendong nya untuk di ajak keluar , berjalan di halaman Masjid , agar Hisyam merasa tenang , sambil memberikan Hisyam biskuit bayi .


Dini kembali melihat para santri yang sedang bergerombol . Di dekatilah para santri itu , dan setelah Dini mendekat , Dini melihat di samping para santri itu , ada ruang tunggu .


" Dek , apa itu ruang tunggu untuk Ustadz Lucky , " tanya Dini pada beberapa santri , sambil menunjuk ruangan itu .


" Iya betul Ustadzah , " jawab mereka .


" Bisakah saya menemui Ustadz Lucky sebentar . "


" Maaf tidak bisa , acara akan segera di mulai , dan Beliau sedang beristirahat . "


" Coba di tanyakan dulu dek , bilang saja Dini ingin bertemu . "


" Baik Ustadzah. "


Salah satu santri itu masuk , dan bertanya pada Lucky .


" Silahkan masuk Ustadzah . "


Dini lantas masuk ke ruangan itu , dengan menggendong Hisyam .

__ADS_1


" Assalamualaikum . "


" Waalaikumusalam . " jawab Lucky Dengan duduk pada kursi yang membelakangi Dini .


" Maaf Ustadz , saya hanya ingin memastikan , apakah benar nama anda " Lucky kurniawan ?? "


" Apa kamu masih ragรน bahwa aku yang sedang di depanmu ? " jawab Lucky sambil memutar kursi hitam itu dan menghadap ke arah Dini .


" MasyaAllah ... "


" Alhamdulillah ... "


" Selamat atas kedudukan yang telah Anda capai , semoga membawa berkah untuk kehidupan Anda ke depan nya nanti . " ucap Dini yang begitu senang dengan perubahan yang terjadi pada Lucky .


" Dengan siapa kamu kesini ? apa dengan suamimu ? "


" Saya hanya dengan supir dan anak saya Ustadz , Suami saya meninggal hampir dua tahun lalu . baik saya permisi dulu Ustadz , lanjutkan aktifitas Anda . " ucap Dini dengan membalikan badannya , lalu melangkah . "


" Tunggu Dini . " pinta Lucky.


Dini pun terhenti , namun tiba - tiba Hisyam rewel sambil merengek - rengek menyebut nama ' Abi '


" Maaf Ustadz , saya harus keluar dari Sini , karena anak saya rewel . Selamat beraktifitas Ustadz . " ucap Dini dengan melangkah kan kakinya .


" Aku akan menghalalkanmu , dan menjadi Abi pengganti untuk anak kamu ."


Dini mendengar semua ucapan Lucky , namun Dini tidak menghiraukan ucapan Lucky dan berlalu untuk menenangkan Hisyam .


Acara itu telah berlangsung , Dini begitu terpukau dengan kepiawaian Lucky saat berceramah .


" Mbak , kelihatannya Mbak seneng sekali lihat Ustadz Lucky ? " ucap Ibu tua yang ada di samping Dini dan memperhatikan wajah Dini yang terus tersenyum .


" Iya Bu , itu teman kecil saya , mangkanya saya ikut senang . " jawab Dini .


" Memang hebat Ustadz Lucky itu , ceramah nya santai tapi bisa membuat Orang bisa mengerti dan paham . "


Dini hanya mengangguk-anggukan kepalanya menanggapi ucapan Ibu tua itu .


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


Acara itu telah selesai , Dini segera menuju ke tempat parkir , di situ sudah ada Amar yang menunggu nya .


Sementara Hisyam masih rewel dan meronta memanggil 'Abi ' , membuat Dini sedikit kuwalahan .


" Oh sayang , anak Abi yang tampan , ada apa sih kok rewel ? " ucap Lucky yang tiba - tiba datang , dan langsung menggendong Hisyam .


Anehnya , Hisyam pun langsung diam dari tangisnya .


Dini segera menggambil Hisyam kembali .


" Silahkan Bu Dini , " ucap Amar sambil membuka kan pintu mobil untuk Dini .


" Tunggu . " ucap Lucky menghentikan Dini .

__ADS_1


Lucky segera mendekati Dini , Dini berdiri diam .


" Ada apa Ustadz , saya harus segera kembali . "


" Saya ingin bicara sebentar . "


" Baik . "


" Amar , tolong kamu ajak Hisyam berkeliling di taman sebentar . "


" Silahkan Ustadz langsung bicara saja , "


" Di sini ? "


" Iya di sini . "


" Tapi saya tidak enak di lihat banyak orang , " ucap Lucky sambil melihat sekitar .


" Lebih baik disini Ustadz , agar tidak ada fitnah . "


" Baiklah , kamu tinggal dimana sekarang ? "


" Saya pulang ke rumahnya Abah . "


" Baiklah , saya akan segera melamar kamu , Agar anak kamu tidak merasa kehilangan Abi nya , saya akan menjadi Abi yang baik untuk anak kamu . "


" Saya belum bisa memikirkan sebuah pernikahan , di hati saya masih belum siap . "


" Saya hanya bisa memberikan waktu satu bulan untuk mu berpikir . '


" Maaf saya belum bisa . "


" Terserah kamu Din , dalam waktu yang saya tentukan , saya siap dengan segala keputusan kamu . Assalamualaikum " ucap Lucky lalu berpaling dan berlalu dari Dini .


" Waalaikumusalam "


" Amar , ayo kita berangkat . " teriak Dini .


Mereka segera pulang menuju rumah Abah , agar Abah tidak curiga jika ia pergi dari semalam .


" Bu Dini , saya tidak asing dengan Ustadz Lucky . " ucap Amar sambil menyetiy ,v


" Oh ya ? "


" Hmm , saya ingat , wajah nya mirip dengan Pria yang dulu akan menggagalkan pernikahan Bu Dini , benarkah itu Bu ? "


" Iya Amar , kamu betul . "


" Hebat ya Bu , sekarang jadi perceramah . "


" Iya Mar , Saya juga heran dengan perubahan nya ."


" Kenapa Bu Dini nggak terima aja Ustadz Lucky ? , Kan Almarhum Gus Fahmi sudah memberikan ijin . Lagian , kasihan Hisyam Bu , yang terus cari - cari Abi nya , eh malah saya yang gantiin sementara jadi Abi , saat Hisyam rewel . " gerutu Amar yang sedikit keberatan menenangkan Hisyam saat menangis mencari Abi nya .

__ADS_1


Dini terdiam mendengar ocehan Amar , dia memikirkan ucapan Lucky , yang akan melamarnya bulan depan .


__ADS_2