
Dini telah berada di kota , kota dimana Lucky akan mengisi acara ceramah di masjid yang begitu besar dan mewah itu .
" Amar , acara berlangsung sekitar jam enam pagi , kita istirahat dulu , sekalian menunggu saat subuh tiba . "
" Baik Bu Dini ."
Dini kemudian berjalan ke arah jamaah perempuan , lalu meletakan Hisyam yang masih tertidur pulas , di atas sajadah masjid yang berjejer .
Dengan melapisi sajadah itu menggunakan kain empuk dan lembut milik Hisyam .
" Bu maaf , bisakah saya nitip anak saya sebentar ? saya akan ambil air wudu ." ucap Dini pada perempuan tua yang ada di samping nya .
" Silahkan Mbak , biar saya temani anaknya . "
Dini segera berdiri dan melangkah untuk
mengambil air wudu . Lalu lekas kembali .
" Alhamdulillah ," gumam Dini yang legah melihat Hisyam masih tertidur lelap .
" Terimakasih Bu , "
" Iya Mbak , sama - sama . "
Azan subuh mulai di kumandangkan .
Dini segera memakai mukenah nya . Mukena hitam sedikit berenda di setiap tepi kain .
Mata Dini , melirik ke sela pintu Masjid yang terbuka lebar . Dari kejauhan Dini melihat , tampak beberapa Pria dengan kostum serba putih berjalan bergerombol , ' apa itu Lucky beserta para santri nya ' benak Dini .
Sholat subuh di mulai , dan setelah sholat subuh , Imam memimpin dzikir .
Hisyam mulai terbangun dan menangis , Dini pun segera menggendong nya untuk di ajak keluar , berjalan di halaman Masjid , agar Hisyam merasa tenang , sambil memberikan Hisyam biskuit bayi .
Dini kembali melihat para santri yang sedang bergerombol . Di dekatilah para santri itu , dan setelah Dini mendekat , Dini melihat di samping para santri itu , ada ruang tunggu .
" Dek , apa itu ruang tunggu untuk Ustadz Lucky , " tanya Dini pada beberapa santri , sambil menunjuk ruangan itu .
" Iya betul Ustadzah , " jawab mereka .
" Bisakah saya menemui Ustadz Lucky sebentar . "
" Maaf tidak bisa , acara akan segera di mulai , dan Beliau sedang beristirahat . "
" Coba di tanyakan dulu dek , bilang saja Dini ingin bertemu . "
" Baik Ustadzah. "
Salah satu santri itu masuk , dan bertanya pada Lucky .
" Silahkan masuk Ustadzah . "
Dini lantas masuk ke ruangan itu , dengan menggendong Hisyam .
__ADS_1
" Assalamualaikum . "
" Waalaikumusalam . " jawab Lucky Dengan duduk pada kursi yang membelakangi Dini .
" Maaf Ustadz , saya hanya ingin memastikan , apakah benar nama anda " Lucky kurniawan ?? "
" Apa kamu masih ragรน bahwa aku yang sedang di depanmu ? " jawab Lucky sambil memutar kursi hitam itu dan menghadap ke arah Dini .
" MasyaAllah ... "
" Alhamdulillah ... "
" Selamat atas kedudukan yang telah Anda capai , semoga membawa berkah untuk kehidupan Anda ke depan nya nanti . " ucap Dini yang begitu senang dengan perubahan yang terjadi pada Lucky .
" Dengan siapa kamu kesini ? apa dengan suamimu ? "
" Saya hanya dengan supir dan anak saya Ustadz , Suami saya meninggal hampir dua tahun lalu . baik saya permisi dulu Ustadz , lanjutkan aktifitas Anda . " ucap Dini dengan membalikan badannya , lalu melangkah . "
" Tunggu Dini . " pinta Lucky.
Dini pun terhenti , namun tiba - tiba Hisyam rewel sambil merengek - rengek menyebut nama ' Abi '
" Maaf Ustadz , saya harus keluar dari Sini , karena anak saya rewel . Selamat beraktifitas Ustadz . " ucap Dini dengan melangkah kan kakinya .
" Aku akan menghalalkanmu , dan menjadi Abi pengganti untuk anak kamu ."
Dini mendengar semua ucapan Lucky , namun Dini tidak menghiraukan ucapan Lucky dan berlalu untuk menenangkan Hisyam .
Acara itu telah berlangsung , Dini begitu terpukau dengan kepiawaian Lucky saat berceramah .
" Mbak , kelihatannya Mbak seneng sekali lihat Ustadz Lucky ? " ucap Ibu tua yang ada di samping Dini dan memperhatikan wajah Dini yang terus tersenyum .
" Iya Bu , itu teman kecil saya , mangkanya saya ikut senang . " jawab Dini .
" Memang hebat Ustadz Lucky itu , ceramah nya santai tapi bisa membuat Orang bisa mengerti dan paham . "
Dini hanya mengangguk-anggukan kepalanya menanggapi ucapan Ibu tua itu .
๐ฟ๐ฟ๐ฟ
Acara itu telah selesai , Dini segera menuju ke tempat parkir , di situ sudah ada Amar yang menunggu nya .
Sementara Hisyam masih rewel dan meronta memanggil 'Abi ' , membuat Dini sedikit kuwalahan .
" Oh sayang , anak Abi yang tampan , ada apa sih kok rewel ? " ucap Lucky yang tiba - tiba datang , dan langsung menggendong Hisyam .
Anehnya , Hisyam pun langsung diam dari tangisnya .
Dini segera menggambil Hisyam kembali .
" Silahkan Bu Dini , " ucap Amar sambil membuka kan pintu mobil untuk Dini .
" Tunggu . " ucap Lucky menghentikan Dini .
__ADS_1
Lucky segera mendekati Dini , Dini berdiri diam .
" Ada apa Ustadz , saya harus segera kembali . "
" Saya ingin bicara sebentar . "
" Baik . "
" Amar , tolong kamu ajak Hisyam berkeliling di taman sebentar . "
" Silahkan Ustadz langsung bicara saja , "
" Di sini ? "
" Iya di sini . "
" Tapi saya tidak enak di lihat banyak orang , " ucap Lucky sambil melihat sekitar .
" Lebih baik disini Ustadz , agar tidak ada fitnah . "
" Baiklah , kamu tinggal dimana sekarang ? "
" Saya pulang ke rumahnya Abah . "
" Baiklah , saya akan segera melamar kamu , Agar anak kamu tidak merasa kehilangan Abi nya , saya akan menjadi Abi yang baik untuk anak kamu . "
" Saya belum bisa memikirkan sebuah pernikahan , di hati saya masih belum siap . "
" Saya hanya bisa memberikan waktu satu bulan untuk mu berpikir . '
" Maaf saya belum bisa . "
" Terserah kamu Din , dalam waktu yang saya tentukan , saya siap dengan segala keputusan kamu . Assalamualaikum " ucap Lucky lalu berpaling dan berlalu dari Dini .
" Waalaikumusalam "
" Amar , ayo kita berangkat . " teriak Dini .
Mereka segera pulang menuju rumah Abah , agar Abah tidak curiga jika ia pergi dari semalam .
" Bu Dini , saya tidak asing dengan Ustadz Lucky . " ucap Amar sambil menyetiy ,v
" Oh ya ? "
" Hmm , saya ingat , wajah nya mirip dengan Pria yang dulu akan menggagalkan pernikahan Bu Dini , benarkah itu Bu ? "
" Iya Amar , kamu betul . "
" Hebat ya Bu , sekarang jadi perceramah . "
" Iya Mar , Saya juga heran dengan perubahan nya ."
" Kenapa Bu Dini nggak terima aja Ustadz Lucky ? , Kan Almarhum Gus Fahmi sudah memberikan ijin . Lagian , kasihan Hisyam Bu , yang terus cari - cari Abi nya , eh malah saya yang gantiin sementara jadi Abi , saat Hisyam rewel . " gerutu Amar yang sedikit keberatan menenangkan Hisyam saat menangis mencari Abi nya .
__ADS_1
Dini terdiam mendengar ocehan Amar , dia memikirkan ucapan Lucky , yang akan melamarnya bulan depan .