
"Sudah mas, berdiri mas Lucky, Bibi'sudah memaafkan semua kesalan mas Lucky,"dengan terisak - Isak Bibi' mengangkat pundak Lucky dan meminta nya untuk berdiri.
Melihat cara Lucky meminta maaf pada Bibi', membuat Pak Kyai semakin yakin dengan pilihannya, untuk d inikahkan dengan anak semata wayangnya.
Para santri telah masuk ke dalam kamar mereka masing-masing.
Begitu juga dengan Pak Kyai dan Hafizah yang berbelok arah dan berjalan keluar untuk pulang ke rumahnya.
πΏπΏπΏ
"Bener Mas Lucky sudah jadi Ustadz?"
"Ya...belum pantes juga sih Bii ' , kalau aku di sebut sebagai Ustadz."
"Tapi sudah pantas kok mas,"senyum Bibi'.
"Masak sih Bii',"
"Iyo tenan mas,"
" Iya Bii' itu semua atas kebaikan Pak Kyai yang sabar ngajarin aku ."
" Baik banget ya mas, Pak Kyai itu ."
" Iya Bii' , baik banget ."
" Oh ya Bi' , minggu depan aku mau ngelamar anaknya Pak Ustadz,"
"Loh iya to mas, berarti mas Lucky jemput Bibi' ini, karena mas Lucky mau ngelamar, gitu ,?"
"Iya bener Bii',kan aku udah nggak punya orang tua, jadi Bibi' harus mau temenin aku nikah,"
"Iya mas, yo pasti mau lah , Bibi' temenin mas Lucky."
π·π·π·
Acara lamaran itu begitu meriah, begitu banyak barang mewah yang Lucky beli untuk melamar Hafizah.
Hati Pak Kyai sangat senang melihat perlakuan Lucky, terlebih Hafizah yang tak henti-hentinya tersenyum penuh bahagia .
"Alhamdulillah ya mas,acara lamaran nya udah selesai, tapi Bibi' kok merasa ada yang aneh ya mas,?"
"Aneh kenapa Bii', ?"
"Bibi' merasa mas Lucky sama sekali tidak bahagia,"
"Biasa aja kok,masak Bibi' ngerasa begitu?"
"Bibi' ini nggak bisa di bohongi mas, Bibi' kenal betul mas Lucky itu seperti apa."
__ADS_1
"Bibi' memang benar sih ,"
"Loh mas, piye to maksud nya ? "
"Aku memang nggak pernah membayangkan pernikahanku sama Hafizah Bii',"
"Tapi mbak Hafizah kan perempuan yang sangat baik mas?"
"Iya Bii',dia memang perempuan sempurna , tapi aku tidak sedikit pun mencintai dia."
"Lah terus?"
"Ya aku di lamar sama Pak Kyai, jadi terpaksa aku terima Bii', mana mungkin aku tolak permintaan Pak Kyai Bii' ,"
" Tapi menurut Bibi' sih , mbak Hafizah itu sayang sekali sama mas Lucky,"
"Iya Bii', seperti nya begitu,tapi aku belum bisa balas perasaan itu. Aku belum bisa melupakan Dini Bi' ,"
" Wes ti mas lupain aja mbak Dini , kemarin Bibi dengar dari tetangga , katanya mbak Dini mau melahirkan ,"
" Masak sih Bi' ,"Lucky terkejut dan tidak percaya dengan perkataan Bibi' , tapi Lucky tau betul bahwa Bibi' tidak mungkin bohong.
" Itu kan berarti mbak Dini sudah hidup bahagia sama suaminya mas ."
Lucky melamun. Namun tak membuat dirinya sedikit pun membenci Dini walau pun benar adanya yang telah di sampaikan oleh Bibi' .
πΏπΏπΏ
Akad nikah akan segera dimulai.
Lucky duduk tepat di depan Pak Kyai, Beliau yang bertindak sebagai penghulu untuk menikah kan Lucky dan Hafizah , sementara Bapak penghulu bertindak sebagai saksi dalam pernikahan.
Saat Pak Kyai menjabat tangan Lucky untuk mengucapkan ijab qobul,
" Ustadz Lucky, sudah siap ? "
" Insya Allaah . "
Pak Kyai memulai ucapan ijab qobul nya , kemudian giliran Lucky mengikuti.
Namun saat Lucky mengucapkan nya, ia terbata-bata dalam mengikuti ucapan Pak Kyai.
Hingga Pak Kyai mengulang kembali ucapan nya dan masih sama , hampir empat kali di ulang dan masih salah , jelas terlihat keraguan yang mendalam di hati Lucky.
"Ahh..."tiba-tiba tubuh Pak Kyai tersungkur di meja.
"Pak kyai,"Lucky segera berdiri dan memeluk nya.
__ADS_1
Penyakit jantung Pak Kyai, tiba - tiba kambuh.
Pak kyai memberi isyarat pada Bapak penghulu untuk menggantikan nya.
"Berjanjilah kamu akan menjaga Hafizah dan membuat nya bahagia,"bisik Pak Kyai lirih sambil terus memegangi dadanya.
"I ...iya Pak Kyai, saya berjanji."
Ijab qobul tetap di lakukan atas permintaan Pak Kyai. Walau pun Pak Kyai begitu kesakitan .
Sambil memeluk tubuh Pak Kyai, Akhirnya Lucky mengucapkan Ijab qobul dengan begitu lancar.
"Alhamdulillah,"
Semua berucap syukur setelah ijab qobul usai di ucapkan Lucky .
Namun keadaan Pak Kyai semakin memburuk.
Di atas pangkuan Lucky dan Hafizah Pak Kyai menghembuskan nafas terakhirnya.
Dengan tangan Beliau yang menggenggam kedua tangan mereka (Lucky dan Hafizah).
" Innalillahi Wa Inna ilaihi rojjiun , "
" Bapak ," Hafizah berteriak dan menangis sambil memeluk tubuh Pak Kyai .
Acara bahagia itu , seketika berubah menjadi acara duka. Bahkan tak ada resepsi pernikahan yang sudah di susun rapi , semua makanan dalam resepsi di berikan untuk para pelayat yang hadir dan membaca Yasin untuk Pak Kyai.
Begitu banyak para pelayat yang datang , Lucky memimpin sholat jenazah .
Setelah itu , semua pelayat ikut mengantar Almarhum hingga ke layang lahat .
πππ
Malam pertama pun tidak terpikirkan oleh Hafizah.
Melihat Hafizah yang terus bersedih, hati Lucky tak tega, ia tau betul bagaimana sedihnya kehilangan Orang tua.
Lucky pun berusaha menenangkan Hafizah , mendekatinya kemudian duduk di sampingnya.
" Sudahlah Hafizah jangan kamu terlalu bersedih ."
" Terimakasih Ustadz , saya merasa nyaman berada di dekat Ustadz ."
" Nasib kita sama , sama - sama yatim piatu. "
Tujuh hari berlalu,...
__ADS_1
Lucky tak ingin berlarut-larut membohongi perasaannya.
Ia ingin berkata jujur pada Hafizah. Namun belum ada waktu yang tepat untuk menyampaikannya .