
Abah mendorong Lucky hingga keluar pagar .
Lucky terus berteriak memanggil nama Dini dengan jari - jari nya yang mencengkeram pagar besi itu .
Dini terus menatap wajah Lucky dari kejauhan .
" AYO MASUK !! " tegas Abah sambil menarik tangan Dini .
Dini hanya bisa pasrah mengikuti langkah Abahnya , dengan kepala nya yang terus menoleh ke belakang untuk menatap wajah Lucky .
Setelah masuk ke dalam ruang tamu , Abah mendorong Dini untuk duduk di sofa .
" Kamu suka sama pemuda berandalan seperti itu ," teriak Abah sambil mengarahkan telunjuknya ke arah luar . " Lalu untuk apa Abah masukan kamu ke pesantren , jika hanya untuk mengenal laki - laki seperti Lucky . "
Dini tidak menjawab pertanyaan Abahnya , ia hanya diam dan menunduk sambil menangis .
" Sudahlah Abah , " " Ayo nak masuk kamar mu sana ," Ummik memeluk Dini dan menyuruh Dini untuk masuk ke dalam kamar .
Dini masuk ke dalam kamar dan menatap wajah Lucky dari jendela kamarnya .
Sementara Ummik berusaha menenangkan hati Abah yang masih di selimuti rasa emosi .
Sementara Lucky masih terus berteriak memanggil nama Dini .
Mendengar suara Lucky yang terus memanggil - manggil nama Dini . membuat Abah semakin emosi .
Akhirnya Abah berdiri dan berjalan menuju kamar mandi , lalu mengambil seember air , kemudian membawa air dalam ember itu keluar dan ...
BYUURR ...
" Pergi kamu dari sini ." teriak Abah dengan menyiram badan Lucky , lalu menyuruh Lucky untuk pergi .
Karena basah kuyup , Lucky pun terpaksa melangkah pergi dan pulang ke rumah nya .
๐ฟ๐ฟ๐ฟ
" Loh mas , kenapa basah kuyup begini ? " ucap Bibi' mendekati Lucky yang berdiri di depan pintu .
" Lah , terus Bibi' mau diem aja ngelihatin aku basah gini ? sana Bii' ambil handuk ,"
" Iya Mass...."
๐บ๐ฟ๐ฟ
Sejak kejadian hari itu , Dini di larang keluar dari rumah oleh Abahnya , pintu ruang tamu di kunci , dan kunci nya di pegang oleh Abah .
๐บ๐ฟ๐ฟ
Siang itu ,
"Miik..besok ada tamu , tolong sekarang kamu siap - siapkan jamuannya , karena tamu akan datang pagi . " ucap Abah .
__ADS_1
" Oh ya Miik , tamunya ada tiga ," tambah nya ,
Saat itu Ummik sedang melipat - lipat baju , sementara Dini sedang duduk menyetrika .
" Din , kamu selesaikan semuanya ya ? Ummik mau belanja dulu ."
Ummik pun segera pergi untuk berbelanja .
๐ผ๐ผ๐ผ
Keesokan harinya ...
Pagi - pagi sekali Ummik sudah sibuk , Dini dengan cepat membantu Ummik nya usai sholat subuh , dan selang beberapa menit kemudian , suara mobil berhenti tepat di depan rumah .
๐บ๐ฟ
" Assalamualaikum " tiga orang datang dengan pakaian layak nya seorang 'Kyai' dengan berpakaian jubah , di ikuti pemuda tampan mengenakan baju Koko dan sarung , ada satu perempuan yang usianya hampir seusia Ummik .
'siapa mereka ' gumam Dini bertanya - tanya di hati kecilnya.
๐ฟ
Dengan lantang Abah segera menjawab salam nya..
" Waalaikumusalaam , silahkan - silahkan , " jawab Abahย sambil mempersilahkan para tamunya untuk duduk .
" Itu siapa sih Ummik ? " tanya Dini pada Ummik yang mengintip dari ruang tengah sambil membuat minuman ,
" Ummik juga tidak tau Din , "
" Dini.. " panggil Abah
" Miik , Abah panggil Dini tuh , tapi Dini malu Ummik , " ucap Dini dengan wajah yang cemberut .
" Sudah , kamu ikuti saja apa kata Abah kamu , dari pada nanti Abah marah lagi loh.. " senyum Ummik sambil bercanda .
" Din.. Dini " suara Abah kembali memanggil ,
" Iya Abah ," jawab Dini .
Dini akhirnya keluar , namun dengan memakai cadar , sambil membawa nampan minuman untuk di berikan pada tamu .
Pandangan Abah tersorot pada wajah Dini , menatap Dini penuh kecewa , sementara dari belakang Dini , ada Ummik yang mengikutinya dengan tersenyum pada Abah untuk memberi kode agar tidak marah pada Dini yang memakai cadar.
" Nah ... ini anak perempuan saya satu - satunya, " ucap Abah pada tamunya .
Dini langsung menunduk dan mencium tangan Perempuan itu dan hanya menganggukan kepalanya pada dua Pria yang duduk di samping Abah nya .
Dini dan Ummik pun ikut duduk dan berbincang bersama , saling menceritakan dan memuji anak mereka masing - masing .
๐บ๐ฟ
__ADS_1
" Bagaimana ? Apa kita bisa tentukan tanggal nya sekarang juga ? " ucap Abah di tengah - tengah obrolan mereka .
" Sebentar Pak Muchsin , saya tanyakan dulu pada anak saya ," jawab tamu itu , mereka bertiga pun lantas saling berbisik .
tik ..tok tik. .tok .. jarum jam berjalan .
Dan tidak butuh waktu lama untuk mereka bisa menjawab pertanyaan Abah , mereka pun mengutarakan hasil kesepakatan nya .
๐ท
" Alhamdulillah Pak , anak saya bersedia , untuk tanggal nya saya serahkan saja pada Pak Muchsin ," jawab tamu itu .
Dini masih bingung mendengar arah perbincangan itu .
" Dan untuk seserahan yang saya bawa ini , semoga tidak mengecewakan . "
Sambil menunjuk kan beberapa bawaan mereka yang berjejerย , dan diletakan di meja ruang tamu , ada sekitar 6 kemasan cantik.
" Oh tentu saja tidak mengecewakan Ustadz ," saut Abah.
ย " Baik pak Muchsin saya rasa cukup sampai di sini dulu pertemuan kita ini , saya menunggu kabar berikut nya . Karena perjalanan saya lumayan jauh Pak , jadi saya mau pamit dulu ," ucap Pria tua berjubah itu , sambil berdiri dan berjabatan tangan dengan Abah dan juga Ummik .
Sementara Dini hanya diam dan terus menunduk kan pandangan nya .
Setelah tamu - tamu itu pulang , Dini langsung membereskan gelas - gelas untuk di letakkan di dapur .
๐บ๐ฟ
" Dini , duduk sini dulu sebentar , "ucap Abah meminta Dini untuk duduk di sofa ruang tamu .
" Kenapa kamu tadi harus bercadar ? , untung saja mereka mau walau tidak melihat wajah kamu , " Abah menegur Dini dengan nada kesal .
" Maksud nya Abah ?" jawab Dini , yang masih belum menyadari , jika dia telah di jodohkan .,
" Minggu depan kamu akan menikah dengan anak dari teman Abah tadi ." ucap Abah ,
ย " APA ? " Dini terkejut.
" Tapi kan Dini mau kuliah dulu Abah ,"
Hati Dini rasanya sakit , karena Abah tidak mengajak nya untuk berdiskusi terlebih dahulu .
" Kamu harus nurut apa kata Abah , bawa itu semua pinangan dari calon suamimu ." ucap Abah sambil menunjuk meja ruang tamu yang terlihat sangat penuh oleh beberapa bingkisan itu .
Namun Dini tidak menghiraukan perkataan Abah , Dini segera masuk ke dalam kamar sambil menangis .
๐ท๐ท๐ท
" Baca terus cerita nya , semakin masuk pada bab berikutnya , semakin dalam ceritanya ."
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian untuk like , komen & share "
__ADS_1
terima kasih
๐ฅฐ๐ฅฐ๐ฅฐ๐ฅฐ