
Akhirnya pernikahan itupun di gelar , acara yang cukup meriah.
Dengan bunga-bunga yang menghias penuh teras rumah Dini , dan ini lebih meriah dari pernikahannya sebelumnya bersama Almarhum Gus Fahmi.
Lucky yang telah duduk hampir sepuluh menit di hadapan penghulu , bersebelahan dengan Abah , karena nantinya Abah lah yang akan menikah kan Lucky dan Dini .
Warga sekitar tak banyak yang tau tentang keberadaan Hafizah , itu karena Hafizah tidak pernah keluar dari rumah Lucky . Yang tamu undangan ketahui , bahwa Lucky adalah pria yang masih lajang .
πΊβοΈ
Dari tempat duduknya ,mata Lucky menatap tajam wajah Hafizah , yang berdiri di dekat tiang tenda , Hafizah pun menatap wajah Lucky dari kejauhan , mata Hafizah terlihat bahagia , membuat Lucky semakin kagum pada Hafizah .
" Akan ku bahagiaakan hidup mu Hafizah," ucap Lucky dalam benaknya . dengan melempar senyuman termanis nya pada Hafizah .
Namun tiba-tiba , mata Lucky perpaling dari wajah Hafizah , ketika Dini muncul dari balik tirai yang menghiasi pelaminan itu , mata Lucky melirik ke arah kanan .
Berganti menatap wajah Dini yang terlihat begitu menawan dengan sentuhan kebaya putih , serta hijab yang indah menghias kepalanya , dengan mahkota berwarna silver penuh permata , dan tanpa bercadar .
Dini berjalan pelan menuju meja tempat nya akan mengikat janji suci pernikahan dengan Lucky.
" Kamu terlihat cantik Din . " bisik Lucky .
Dini tersipu malu dengan bisikan Lucky .
Ijab qobul telah di ucapkan , Namun seketika , setelah ucapan itu terlontar dari mulut Lucky , Hafizah langsung teringat akan suasana pernikahan nya dengan Lucky kala itu , dimana hari itu adalah hari terakhir Bapaknya pergi meninggalkan nya .
__ADS_1
Hafizah enggan menyaksikan pernikahan itu , ia pun meneteskan air mata nya lalu pulang ke rumah Lucky .
Dan saat Hafizah berlari , hal itu di perhatikan oleh Ummik , membuat Ummik ikut menangis melihat wajah Hafizah penuh air mata , sayang sekali Ummik tidak bisa mengejar Hafizah untuk menenangkannya , karena acara pernikahan sedang berlangsung .
βοΈβοΈβοΈ
Hafizah sampai di rumah Lucky , dan segera masuk ke dalam kamar . Menangis hebat , mengingat almarhum Bapak nya.
" Mbak , apa Mbak Fizah , baik - baik saja ? tanya Bibi' dari luar kamar .
" Enggeh Bi' baik . " saut Hafizah .
βοΈβοΈβοΈ
Lucky baru menyadari , jika Hafizah sudah tidak terlihat lagi. Sejak ia mengucapkan ijab qobul .
Ia baru menyadari , bahwa tindakan nya menikahi Dini itu salah , dan bisa mengakibatkan Hafizah bersedih . hatinya mulai tak tenang , memikirkan kehancuran hati Hafizah .
" Kenapa nak , kamu terlihat gelisah ? kamu mencari Hafizah ? " lirih Ummik , yang berada tepat di samping Lucky . Di atas panggung pelaminan.
" Betul Ummik , dari tadi saya tidak melihatnya , apa Ummik tau dimana Hafizah ? "
" Dia pulang ke rumah mu sejak tadi , "
" Alhamdulillah , semoga dia baik - baik saja . "
__ADS_1
πΊβοΈπΏ
Hari mulai malam , tamu undangan sudah terlihat sepi , para pegawai EO mulai membereskan beberapa perlengkapan .
πΊβοΈβοΈ
" Kita sholat isya' dulu Din . " ajak Lucky , berlalu mengambil air wudhu .
Mereka pun sholat isya' berjama'ah .
Setelah itu , Lucky menunaikan kewajiban nya pada Dini . Tapi sayang nya , Lucky tidak melakukan nya dengan fokus , dalam hatinya ia ingin sekali segera pulang untuk menemui Hafizah .
Rasanya dia begitu menyesal , tersiksa dalam perasaan bersalah nya , karena malam pertama itu seharusnya menjadi hak dan milik Hafizah .
" Mau kemana Mas Lucky ? kenapa -buru , " tanya Dini yang masih berada di tempat tidur nya .
" Aku harus segera pulang menemui Hafizah Din . " jawab Lucky dengan membenahi kancing baju kokonya.
" Tidak bisa besok kah Mas ? ini sudah malam . "
" Tidak bisa Din , sekarang juga aku harus menemui nya . "
" Baiklah . " jawab Dini sedikit kecewa .
Dini tak mampu meluapkan emosi nya , bagaimana pun juga , dia merasa beruntung telah di nikahi oleh Lucky .
__ADS_1
Dini menepis rasa kecewanya itu dengan sebuah senyuman , sebelum Lucky melangkah pergi, lalu meraih tangan kanan Lucky dan mencium nya .
βοΈβοΈβοΈ