
Lucky keluar dari rumah Dini dengan tergopoh-gopoh, berjalan di tengah malam untuk pulang ke rumah nya , dimana dalam rumahnya ada seorang wanita shalihah yang begitu setia menyayanginya sepenuh hati .
" Brakk..." suara pintu ruang tamu terbuka dengan keras , namun tak satupun orang yang mendengar , karena semua telah tertidur pulas malam itu .
Tanpa mengetuk pintu kamar Hafizah , Lucky langsung masuk ke dalam kamar Hafizah , mendekati Hafizah yang tertidur pulas dengan busananya yang menyelimuti penuh tubuhnya , namun tidak bercadar.
Namun Lucky begitu terkejut saat melihat wajah Hafizah.
Karena ini adalah pertama kalinya Lucky melihat wajah Hafizah.
" MasyaAllaaah..." ucap Lucky sambil menatap wajah Hafizah dengan matanya yang berkaca-kaca penuh haru.
Seketika ucapan Lucky membuat Hafizah terbangun dan terperanjat.
" Astaghfirullaaah..." ucap Hafizah sambil menarik hijabnya untuk menutup wajahnya , kemudian duduk .
" Kenapa kamu tutup wajahmu dari pandanganku Hafizah? bukankah aku ini muhkrimmu ? " tanya Lucky.
" Maaf ," jawab Hafizah.
" Maaf untuk apa Hafizah?buka tangan mu dan tatap wajahku Hafizah."pinta Lucky.
Hafizah pun perlahan membuka tangan nya yang menutupi wajahnya.
" Kamu begitu cantik Hafizah, sungguh aku sangat menyesal telah mengabaikan mu selama ini."ucap Lucky dengan satu tetesan air matanya.
" Tolong Ustadz , jangan berkata begitu , saya ikhlas dengan keadaan ini ." jawab Hafizah penuh haru menatap wajah Lucky.
" Maafkan aku Hafizah, maafkan aku." ucap Lucky dengan memegang kedua lutut Hafizah dan menundukkan kepalanya di pangkuan Hafizah.
" Sudahlah Ustadz , jangan seperti ini, percayalah Ustadz, saya baik-baik saja." saut Hafizah dengan menyentuh kedua tangan Lucky lalu menggenggamnya.
__ADS_1
" Ijinkan aku menghabiskan malam ini untuk bersamamu ."
" Maksud Ustadz bagaimana?"
" Malam ini aku akan menunaikan kewajiban sebagai seorang suami kepada mu ."
" Tapi Ustadz , bagaimana dengan Dini? "
" Aku telah melakukan kewajiban ku padanya,"
" Bukankah seharusnya Ustadz masih bersamanya dan menemaninya ? "
" Tidak Hafizah , kamulah yang lebih berhak untuk ku dampingi , karena kamu adalah istri pertama ku ."
" Baiklah Ustadz , jika itu sudah menjadi keputusan Ustadz."
" Berbaring lah kembali Hafizah , kamu diam saja , biarkan aku yang akan bergerak untuk membuat mu merasakan kebahagiaan ."
" Enggeh Ustadz."
Kewajiban sebagai suami istri itu akhirnya terlaksana , mereka berdua saling merindu walaupun bertahun-tahun tak pernah terpisahkan.
Mereka saling menyadari bahwa hati mereka begitu tulus mencinta.
☘️☘️☘️
Petang itu...
suara ayat-ayat suci Al-Qur'an mulai terdengar dari masjid komplek perumahan , Hafizah mulai membuka matanya dan menoleh ke arah Lucky.
Hatinya merasa berbunga-bunga, sesuatu yang ia harapkan selama ini terwujud dalam bentuk kasih sayang yang tulus dan begitu membahagiakan dalam jiwanya.
__ADS_1
" Maass..., Mas Lucky. "lirih Hafizah membangunkan Lucky.
" Tidak biasanya kamu memanggil ku seperti itu ?"balas Lucky dengan mengerutkan keningnya.
" Maaf Ustadz jika berkeberatan dengan panggilan saya ."jawab Hafizah kembali canggung.
"Siapa bilang aku keberatan dek Fizah, malah seneng aku."ucap Lucky terbangun dari tidurnya , lalu mengelus kepala Hafizah.
Hafizah pun tersenyum malu-malu dengan menundukkan kepalanya.
"Bergegaslah ambil air wudhu Mas, dan segera pergi ke masjid." pinta Hafizah pada Lucky.
" Aku ingin sholat di rumah saja dan berjamaah sama kamu dek ," jawab Lucky.
" Tidak Mas, Mas masih punya tanggung jawab untuk kembali ke rumah Dini."pinta Hafizah dengan nada sedikit memaksa.
" Aku sudah menunaikan kewajibanku , tidakkah boleh aku meluangkan waktuku sebentar saja disini ? Tanya Lucky.
"Bukan tidak boleh Mas Lucky singgah , tapi setidaknya jaga perasaan Dini dan Orang tuanya Mas , kembalilah Mas." ucap Hafizah sambil menundudukan wajahnya .
"Apakah kamu ikhlas Hafizah?" tanya Lucky sambil kedua tangannya memegang pundak Hafizah.
" Saya ikhlas Mas , bukankah itu yang menjadi impian Mas Lucky selama ini ? Apapun yang membuat Mas Lucky bahagia, InsyaAllah saya juga ikut bahagia."
Ucapan Hafizah itu membuat Lucky terharu, Lucky pun lalu memeluk Hafizah.
"Oh Hafizah... Kamulah yang terbaik , mataku telah di butakan oleh cinta ." ucap Lucky terharu.
"Pergilah Mas... "
Hafizah mengulurkan tangannya dan memegang jemari Lucky kemudian mengangkat nya lalu menciumnya dengan penuh hormat.
__ADS_1
Lucky pun perlahan membalikan badan lalu mengayunkan kalinya dengan pelan , kemudian membuka pintu kamar dan berdiri sejenak sambil memegang gagang pintu lalu menolehkan wajahnya dan mengucapkan salam .
Lucky telah berlalu untuk pergi menemui Dini yang Ia tinggalkan begitu saja setelah malam pertama di hari pernikahan mereka .