Hidayah Itu Bernama Cinta

Hidayah Itu Bernama Cinta
Melamar Ustadz Lucky


__ADS_3

"Tok... tok..., Assalamualaikum,"Lucky mengetuk pintu rumah Pak Kyai sambil mengucap salam.


"Waalaikumsalam,"Pak Kyai membuka pintu Dan menjawab salam Lucky.


" Ayo masuk lah, Ustadz Lucky,"


"Wah Pak Kyai saya jadi malu di panggil Ustadz,"Lucky tersenyum dan melangkah masuk ke dalam ruang tamu.


"Loh,betul toh Ustadz Lucky , kan semua orang iuga memanggil seperti itu?"


"Iya betul Kyai,hanya saja kalau Njenengan yang manggil, kok rasanya jadi malu,"


"Baiklah , supaya Ustadz Lucky tidak malu lagi , saya nyatakan mulai detik ini juga , bahwa murid saya yang bernama Lucky telah mendapatkan predikat sebagai seorang Ustadz ,"ucap Pak Kyai sambil tersenyum .


"Serius Pak Kyai? apa saya benar-benar layak mendapatkan predikat itu,?" canda Lucky agak serius.


"Loh...,ya layak dong!"


"Alhamdulillaaah,"ucap Lucky sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan nya.


"Jadi Pak Kyai memanggil saya untuk membicarakan tentang predikat ini,?"


"Oh tentu tidak,"canda Pak Kyai sambil tertawa lebar.


"Oh,"


" Tunggu sebentar ya Ustadz Lucky , saya masuk dulu ke dalam ."


"Monggo Pak Kyai ,"


Pak kyai minta ijin untuk masuk ke dalam sebentar dan menyuruh Lucky untuk menunggu .


Tak lama kemudian muncul Hafizah, wanita bercadar itu membawa dua gelas teh hangat,lalu meletakkan nya di meja, tepat di hadapan Lucky.


Lucky melihat dua gelas teh , seketika ia tersenyum - senyum sendiri,mengingat kenangan nya bersama Dini saat Dini berada di kampus.


Hafizah yang melihat Lucky tersenyum,ia menanggapinya dengan senang,ia berpikir bahwa Lucky juga tertarik pada nya, setelah itu ia berusaha memberikan isyarat pada Lucky dengan membalas senyuman nya, namun Lucky tak sedikit pun memalingkan wajah pada nya.


"Duduk lah nak,"ucap Pak Kyai yang tiba-tiba muncul dari dalam.

__ADS_1


Lucky tersadar dari lamunannya,dan memperbaiki posisi duduk nya kembali.


Hafizah duduk di antara mereka berdua.


"Ustadz Lucky,"


"hmm,iya Pak Kyai,"


"Saya punya permintaan pada Ustadz , bersediakah Ustadz Lucky menyanggupinya?"


"Apapun yang Pak Kyai ingin kan,saya akan berusaha untuk menyanggupinya,"


"Apapun itu permintaan saya,?"tegas Pak Kyai.


"Pasti,Pak Kyai."lugas Lucky.


" Baiklah ,"


" Ini ," Pak Kyai meletakan beberapa


surat - surat di dalam sebuah map coklat , Beliau meletakan di atas meja tepat di hadapan Lucky.


"Ada apa ini Kyai ," seketika hati Lucky merasa sedih mengingat kembali Almarhum Papanya yang menyerahkan seluruh hartanya atas nama Lucky sebelum meninggalkan nya.


"Saya menyerahkan seluruh harta saya untuk melamar Ustadz Lucky . "


" Maksud nya Pak Kyai, ?"


Pak Kyai tidak menjawab pertanyaan Lucky, justru berpaling dan menghadap ke arah Hafizah .


"Hafizah, apakah kamu bersedia Bapak nikahkah dengan Ustadz Lucky?"tanya Pak Kyai pada Hafizah, tanpa meminta kesepakatan terlebih dahulu kepada Ustadz Lucky.


Hafizah tidak menjawab,ia hanya tersenyum malu sambil menganggukkan kepalanya.


"Alhamdulillaah,"ucap Pak Kyai.


Lucky sangat kaget dengan semua perkataan Pak Kyai, hingga tak mampu berkata-kata.


Lucky tidak menyangka dengan semua keputusan Pak Kyai, namun ia tak mampu untuk menolaknya, karena ilmu agama yang ia miliki saat ini, melebihi apapun dalam hidupnya, ia begitu besar berhutang budi kepada Pak Kyai yang telah bersedia menolong nya dalam kegalauan hatinya saat itu dan dengan sabar mendidik nya .

__ADS_1


"Bagaimana Ustadz Lucky,kapan acara akan kita langsungkan?"


"hmm...hmm...it,it,itu---."Lucky tak mampu menggerakkan bibirnya.


Tak hanya itu , bahkan tubuh nya bergetar terlalu shok dengan segala yang ia dengar.


"Nggak papa Ustadz Lucky , tidak perlu buru-buru di jawab, yang pasti minggu depan adalah hari yang baik untuk memulai sebuah acara "


"Hmm,"Lucky hanya mengangguk saja.


"Apa ada saudara atau kerabat yang ingin kamu undang,?"


"Tidak Pak Kyai , "


" Tidak banyak maksud saya,"Lucky berucap sambil menghela nafas panjang.


"Hanya satu orang saja yang akan saya ajak untuk menghadiri acara ini."tambahnya.


"Oh ya?siapa?"tanya Pak Kyai penasaran.


"Ibu angkat saya, yang merawat saya dari kecil hingga saya dewasa,"


"Oh jadi kamu masih ada Ibu angkat?"


"Iya Pak Kyai,"


" Siapa Beliau , dimana ?"


" Beliau asisten yang ada di rumah saya , yang dengan setia dan penuh kasih sayang merawat saya hingga dewasa . dan selain karena Allah , saya yakin itu juga karena doa Beliau saya saat ini bisa berada di sini .


Mendengar penuturan Lucky hati Pak Kyai dan Hafizah begitu terharu melihat Lucky yang begitu menyanjung asisten rumah tangganya.


"Apa nanti Ustadz Lucky yang menjemput nya ? "


" Tidak Pak Kyai ,"


"Biar nanti adek-adek santri yang akan menjemput Beliau dengan mobil saya,"imbuh Lucky.


"Bagus itu, mulai besok kamu urus semua surat-surat nya,minggu depan mulai acara lamaran dan berlanjut acara pernikahan."

__ADS_1


"Iya Pak Kyai,"ucap Lucky datar.


__ADS_2