
Hampir dua hari Lucky berkeliling, mobil nya masih terus melaju. Sesekali ia turun hanya untuk membeli makan dan minum,kemudian berjalan lagi, tanpa mandi dan mengganti pakaian nya.
Ponselnya berkali-kali berdering , namun tak di hiraukannya.
Termenung untuk sesaat,'
Ia baru menyadari , ' bahwa jauh di sana ada perempuan tua yang begitu resah mengharapkan kabar darinya, '
Lucky akhirnya melihat ponselnya dan menelpon kembali panggilan yang ia abaikan dari tadi.
" Hallo Ada apa Bii',? "
" Aku baik-baik saja Bii' . Bibi' gak perlu khawatir mikirin Aku,"
Lucky menyudahi kalimatnya dan melanjutkan perjalanan nya kembali.
π΄π΄π΄
Saat berada dalam perjalanan, ia merasakan ada kejanggalan .
Ia merasa tiba-tiba mobilnya berbelok arah dengan sendirinya, Lucky pun mencoba mengikuti arahnya , tanpa menentangnya .
Dan tiba-tiba ia sudah berada di sebuah desa yang terpencil .
Sepanjang jalan banyak ia dapati pohon jati dan kabut asap yang entah dari mana muncul nya asap-asap itu.
π΄
Kebetulan Lucky sedang mencari tolet, karena ingin buang air.
Badanya juga mulai gerah jadi sekalian sekalian ingin mandi.
Ia memperhatikan sekeliling mencari sebuah rumah untuk menumpang kamar mandi.
Baru terlihat dari kejauhan .
Lucky melihat sebuah rumah, dia pun segera menuju rumah itu , membelokan mobil nya dan di parkir di bawah pohon besar dan rindang yang berada di halaman rumah tersebut.
Ia lantas turun dari mobil nya dan berjalan menuju rumah yang lumayan besar itu . Rumah dengan bangunan tua, dan hampir seluruh permukaan rumah itu terbuat dari kayu jati.
"Wah kebetulan sekali nih , pintu rumah itu terbuka,"gumam Lucky.
"Tok..tok..,"Lucky mengetuk pintu rumah itu,
"Assalamualaikum" teriak Lucky.
"Permisi,"tegasnya kembali.
__ADS_1
"Waalaikumusalaam ."
Suara itu terdengar begitu dekat, namun tak terlihat ada orang di dalam ruang tamu.
"Ada apa anak muda?"memegang pundak Lucky dari belakang, Lucky pun segera membalikkan badannya.
"Hah..,"Lucky terkejut.
Ia melihat Bapak-Bapak dengan sarung dan baju koko serta sorban serba putih . terpancar begitu bersih.
" Maaf Pak,saya mau numpang ke kamar mandi, " sambil ketakutan melihat wajah Pria tua itu yang terlihat begitu misterius.
"Masuk saja,"ucap Bapak tua itu sambil menggulung lengan baju,
Sepertinya Beliau hendak berwudlu karena waktu Maghrib hampir tiba.
Lucky segera masuk ke dalam rumah itu,menoleh ke kanan dan kiri,begitu banyak pajangan lafad (Allah-Muhammad) .
Serta beberapa tulisan Arab, semakin ke belakang semakin luas pula ruangan nya, namun Lucky tidak menemukan kamar mandi .
Hanya ada tiga ruangan dan ruang makan serta dapur . Masing-masing ruangan terbagi begitu luas.
Ia pun terus berjalan lurus untuk menemukan kamar mandi . Akhirnya ia menemukan pintu keluar yang ada hampir dekat dengan dapur .
Lucky segera keluar, ' karena tak tahan lagi. '
Matanya di manjakan dengan pemandangan Masjid yang begitu indah dan lumayan besar dengan hiasan lampu-lampu unik yang terpancar begitu cerah .
Dan di sekitar Masjid itu , di kelilingi dedaunan cantik dengan beraneka ragam bentuk dan warnanya.
' Terlalu lama melongo.... '
"Aduh perutku udah sakit banget nih, sepertinya di dalam masjid itu ada toilet nya"Lucky tak tahan ingin buang hajat,sambil memegang perut dengan tangannya, Lucky berlari menuju Masjid itu,dan mencari toilet.
Beberapa saat setelah itu ,;
"Wah lega nih,"ucap Lucky sambil membuka pintu kamar mandi.
πΏ
Tiba-tiba ,: ia kembali terkejut,
Di depan pintu toilet , Lucky di kajutkan kembali oleh Pria tua berpakaian serba putih itu.
Beliau berdiri tepat di depan pintu sambil membawa sesuatu di tangannya, lalu menyodorkan tangannya kepada
Lucky .
__ADS_1
Sambil berucap,;
"Ini ... kamu mandilah . Lalu pake pakaian ini."pinta beliau.
Entah kenapa ,
Lucky seperti tak mampu berkata - Kata, mulut bungkam tak mampu membantah dan menolak pinta Beliau , Lucky seperti orang yang sedang terhipnotis .Dan akhirnya menurut permintaan Beliau lalu masuk kembali ke dalam kamar mandi
πΏπΏπΏ
Beberapa menit kemudian,;
Lucky telah selesai mandi dan keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang di berikan Bapak tua itu.
Pakaian putih seperti baju koko dan sarung hitam.
Namun Lucky tidak bisa caranya memakai sarung, ia pun masih terus memegangi sarung itu .
Sambil berjalan dengan posisi sarung yang sudah terpakai namun di bagian perut belum terbenahi.
"Pak...Pak,duh mana Bapak tua itu tadi,"Lucky memanggil-manggil Pria tua itu sambil menggenggami sarungnya.
"Ada apa." Ternyata Pria tersebut sudah berada di mihrab karena hendak mengumandangkan azan Maghrib.
"Pak,maaf saya tidak tahu cara memakai sarung nya,"Lucky menunjukkan bagian atas sarung itu.
"Kapan terakhir kali kamu memakai sarung?"tanya Pria itu.
"Saat saya masih sekolah dasar kelas empat mungkin . saat Idul filtri dan itupun yang memakaikannya Almarhum Mama saya,"jawab Lucky polos.
"Lihat saya" Pria itu berdiri, lalu membuka kembali ikatan sarung nya dan memakainya kembali untuk memberikan contoh pada Lucky .
Lucky pun mengikuti gerakan Pria itu , berkali-kali di coba .
"Alhamdulillaah" gumam Pria itu, sambil tersenyum.
Lucky terlihat tampan dan
lebih gagah dengan balutan baju koko dan sarung.
"Mana peci kamu,?"Pria itu bertanya pada Lucky,
"Ini Pak,"mengambil peci dari kantong baju kokonya.
"Pakailah dan duduk diam saja di situ,"Pria itu menyuruh Lucky duduk di salah satu sajadah yang berjejer panjang .
Lalu Pria itu kembali mengambil posisi untuk mengumandangkan azan Maghrib.
__ADS_1
πΏπΏπΏ