Hidayah Itu Bernama Cinta

Hidayah Itu Bernama Cinta
Dini Pulang


__ADS_3

Sudah seratus hari berlalu sejak suaminya meninggal Dunia .


Akhirnya Dini memutuskan untuk pergi , dan tinggal bersama kedua Orang Tuanya .


" Romo , Biyung , saya minta ijin untuk pulang ke rumah Orang tua saya . "


" Hmm... Romo tidak bisa melarang mu nak , Romo hanya bisa berkata ' Terima kasih ' atas kasih sayang yang kamu berikan untuk Almarhum Fahmi selama ini ."


" Din , apa Biyung boleh main - main nanti , jika Biyung merasa kangen dengan Hisyam ? "


" Tentu saja Biyung , Hisyam adalah milik kita bersama , kapanpun Biyung dan Romo merindukan Hisyam , silahkan datang . Pintu rumah saya terbuka lebar . "


" Kapan kamu akan berangkat ? "


" Nanti malam Romo , "


" Di antar siapa ? "


" Amar . Romo ."


" Saya hanya membawa mobil pemberian Mas Fahmi , dan mengajak Mbak Minah untuk membantu saya menjaga Hisyam ."


" Tapi rumah Fahmi ini adalah hak Hisyam . begitu juga sebagian pesantren . "


" Iya Romo , semoga nanti jika Hisyam telah tumbuh dewasa , mampu mengikuti jejak Abinya untuk mengembangkan pesantren . "


" Amien , Didik lah dia dengan ilmu agama yang telah kau kuasai nak ."


" InsyaAllah Romo , Biyung , saya permisi bersiap - siap dulu . "


" Bersiap - siap lah Din , bawa sini Hisyam ," " Ayo sayang main sama Eyang ." Ibu Almarhum Gus Fahmi mengangkat tubuh Hisyam dari gendongan Dini.


Dini pun berlalu untuk menyiapkan barang - barang bawaan nya , untuk perjalanan nya malam nanti


🌿🌿🌿


" Romo , Biyung , Dini berangkat dulu , maafkan Dini jika sikap Dini selama ini kurang berkenan di hati Romo dan Biyung ."pamit Dini sambil mencium tangan kedua mertuanya .


" Tidak nak , kamu anak yang baik , hati - hati di jalan ya ,"


" Masuk lah terlebih dahulu nak , sini biar Biyung gendong dulu Hisyam , "


Dini masuk ke dalam mobil , kemudian Biyung memberikan Hisyam kembali pada Dini , setelah posisi duduk Dini sudah nyaman .


" Amar , tolong kamu hati - hati menyetirnya , " tegas Romo .


" Iya Kyai , "


" Hati - hati di jalan ya nak . Hisyam da - da ."


" Iya Kyai , Bu , Assalamualaikum ,"


" Waalaikumsalam ."

__ADS_1


Mereka mulai berjalan menuju kota kelahiran Dini , Perjalanan yang lumayan jauh dan sedikit melelahkan .


🌷🌷🌷


" Abah , Abah , cepat Bah ," teriak Umik, sambil meletakkan sapu lidi sembarangan .


" Ada apa Umik , " saut Abah dari dalam ruang tamu sambil berjalan keluar rumah .


" Coba Abah lihat itu ,"ucap Umik sambil menunjuk sebuah mobil dari kejauhan .


" Itu mobil Dini Abah , "


" Mana Miik , "


" Itu Abah , tuh kan betul mobil nya mengarah kesini . "


" Oh iya Miik . "


Mobil warna putih itu berhenti tepat di depan Abah dan Ummik .Amar segera turun dan membukakan pintu untuk Dini .


" Bah cepat itu tolong Dini , gendong Hisyam bah , "pinta Ummik pada Abah.


Abah segera menggendong Hisyam dan membawanya masuk . Sementara Ummik masih menunggu Dini yang belum turun dari mobil , karena masih mengambil beberapa perlengkapan Hisyam .


" Ummik ," sapa Dini pada Ummik dengan senyum bahagia ." Dini kangen banget sama Ummik ," gemasnya sambil mencium tangan Ummik lalu memeluk tubuh Ummik .


" Amar , Mbak Sinem , tolong semua di bawa masuk , setelah itu kalian beristirahat ya ? " ucap Dini sambil berjalan menuju ruang tamu dengan merangkul Umik.


" Oh iya lupa , Abah tinggalin Dini , soalnya... Abah sudah tergila-gila ini sama pangeran yang sangat tampan ."


" Hmm , Abah ." tangan Dini langsung meraih tangan Abah dan mencium nya.


🌿🌿🌿



Sekarang Dini akan melanjutkan kehidupan nya bersama putra kecilnya yang lucu dan menggemaskan itu .


Menetap di kota kelahiran nya , ia berencana untuk melanjutkan kembali rencana kuliahnya yang sempat terhenti .


Dan setelah beberapa bulan , Dini mendapatkan ijin dari Abah untuk kuliah . Sementara Hisyam di rawat oleh Ummiknya yang di bantu Mbak Sinem dan Amar .


Dini kuliah sambil bekerja sebagai guru TK .


🌷🌷🌷


Hampir satu tahun lebih , Dini berada di rumah nya .


Menjalani kesehariannya dengan semangat baru , tempat baru , lingkungan baru .


🌿🌿🌿


Saat itu Dini sedang menyuapi anaknya , dengan berjalan - jalan di sekitar komplek , lalu duduk di taman .

__ADS_1


Hisyam yang sudah bisa berjalan , minta turun dari kereta dorong nya , lalu berlari - lari di taman itu .


" Miiik... Miik..." panggil Hisyam pada Dini , sambil memberikan sebuah kertas .


" Iya Hisyam , apa ini nak , Hisyam dapat dari mana , " jawab Dini sambil menerima selembar kertas dari Hisyam .


" Nana , nana , "ucap Hisyam dengan mengarahkan tangannya pada suatu tempat .


" Iya nak , terimakasih Hisyam , sana lari - lari lagi , "


Dini meletakan kertas itu sembarangan , sekelebat ia melihat ada nama Lucky di dalam kertas yang sudah lecek itu .


Dini lantas mengambil kembali kertasnya , lalu membacanya . betapa kagetnya Dini , benar sudah itu adalah kertas undangan .


Sebuah undangan pengajian . di sebuah kota yang letak nya tidak terlalu jauh dari tempat nya tinggal .


Namun Dini masih ragΓΉ , " benarkah Lucky menjadi Ustadz , ? " hampir tiga tahun berlalu , Dini pun mencoba untuk klarifikasi pada satpam yang Ada di rumah Lucky .


" Selamat siang Pak , "


" Iya Bu selamat siang ,"


" Maaf Pak apakah betul undangan ini , " ucap Dini sambil memberikan kertas itu pada Pak satpam .


" Iya Bu betul , beberapa hari yang lalu saya mendapatkan paket dari Mas Lucky , Dan meminta saya untuk membagikannya .


" Oh begitu , baik Pak . Terimakasih ."


Dini pun segera membelokan kereta dorong Hisyam , lalu pulang ke rumahnya .


Dini berniat untuk menghadiri pengajian itu . Karena pengajian itu berlangsung pagi hari , mau nggak mau Dini harus berangkat malam hari .


🌿🌿🌿


" Tok ... tok ... "


" Bu Dini !! "


" Amar , ayo antar saya , "ucap Dini sambil berbisik .


" Kemana Bu , "


" Ini ." Dini menunjukan kertas itu pada Amar .


Amar segera membacanya , seketika lamunan Amar teringat akan sesuatu , nama dalam kertas itu , mengingatkannya pada lelaki yang ia amankan saat pernikahan Dini Dan Almarhum Gus Fahmi berlangsung , namun Amar menepisnya " mana mungkin , "


" Ayo kamu bersiap - siap , saya akan gendong Hisyam . "


" Baik Bu Dini , saya akan segera ke depan . "


Mereka pun berangkat dengan diam - diam karena malam telah larut . Dan semua sudah tidur .


🌿🌿🌿

__ADS_1


__ADS_2