
Dini hanya menganggukan kepalanya saja menjawab pertanyaan pria itu .
"Alhamdulillah akad nikah telah selesai , selanjutnya.. ." ucap pembawa acara dengan microfon nya.
Acara terus berlangsung, hingga usai dan satu persatu tamu berpamitan untuk pulang.
🌻🌻🌻
"Woi..kalian mau tali tanganku berapa lama lagi ?"teriak Lucky,
Para Santri itu menoleh.
"Ayo cepat lepaskan saya , acara udah selesai itu ,"ucap Lucky pada para santri , yang dari acara berlangsung menjaga Lucky .
Mereka pun segera melepas kan ikatan tali itu.
"Kalian semua,"ucap Lucky sambil telunjuknya memutar menunjuk satu persatu wajah para Santri itu .
"kalian semua berdosa besar karena ikut dalam bagian pemaksaan pada seorang gadis , gadis yang di paksa untuk menikah ," ucap Lucky .
Wajah para Santri itu pun tertunduk lesu mendengar ucapan Lucky.
Setelah semua acara selesai, Abah meminta kepada keluarga pihak laki-laki untuk pulang hari itu juga dengan membawa Dini , tanpa harus bermalam , dengan dalih 'agar tidak ada lagi keributan yang tidak di inginkan.
Mereka pun setuju dengan pendapat Abah , kedua mempelai di minta masuk di dalam mobil pengantin, dengan sopir yang menyetir mobil itu.
__ADS_1
Sementara keluarga dan rombongan mengikuti dari belakang dengan beberapa mobil pribadi dan bus mini.
🌿🌿🌿
Lucky yang masih berada di tepi jalan depan rumah Dini, melihat mobil pengantin itu melaju keluar ,tak kuasa rasanya menatap wajah Dini dari jendela mobil yang di turunkan setengah, diapun berlari mengejar mobil itu.
"Dini.. Din.. Dini,lihat aku Din"teriakan itu terus terucapkan,sambil berlari mengejar mobil pengantin , sementara Dini hanya bisa menoleh ke belakang dengan tetesan air mata.
Dini tak canggung menoleh dan menangis ,tak ada lagi rasa malu menampakan kesedihan nya pada pria yang duduk di samping nya , seolah menegaskan padanya , bahwa hatinya sangat terluka atas pernikahan itu.
Karena terlalu jauh lucky mengejar, Lucky kelelahan dan terjatuh, tersungkur di tepi aspal jalan , lalu mobil para pengiring melintasi Lucky yang menunduk sambil mengepalkan tangan dan berkali-kali memukul aspal jalan itu , hingga banyak goresan di tangannya dan keluar darah dari lukanya .
Dini telah berlalu bersama suaminya,bahkan para mobil pengiring pun lenyap dari pandangannya.
Lucky berjalan pulang dan melintasi rumah Dini yang masih penuh dengan hiasan bunga.
"Bii', ambilkan minum , "
"Ya Allah mas,ada apa to kok marah-marah ," Bibi' kaget sambil berjalan mengambil kan minum dan memberikan nya pada Lucky.
" Loh mas , tangan nya kenapa ,"ucap Bibi' sambil memegang tangan Lucky.
"Kenapa to le..kok kusut semua begini,"sambil membelai punggung lucky dan mengelus-elus layaknya seorang Ibu pada anaknya, "hmm wajah nya juga kusut."
"Bibi' tau, Aku bersumpah Bii',suatu saat Aku akan mendapatkan Dini kembali entah bagaimana pun caranya!"ucap Lucky sambil tak kuasa menahan air mata nya.
__ADS_1
Lucky terlihat begitu sedih dan kecewa,tak mampu menahan lagi perasaan itu, akhirnya ia luapkan di dalam pelukan Bibi'.
"Oalah ngger-ngger,"ucap Bibi' sambil mengusap air mata Lucky.
"Aku mau pergi Bii' ucap Lucky sambil melepaskan pelukannya , lalu berdiri dari tempat duduk dan menuju kamar nya.
Mengambil tas ransel besar, lalu membuka pintu almari dan mengambil beberapa pakaian untuk di bawanya.
"Loh - loh , mas mau pergi kemana to,"sambil berusaha menenangkan Lucky yang berada dalam kegelisahan.
"Pokoknya aku harus pergi Bii',"Lucky tak menghiraukan larangan Bibi'.
"Pikirannya yang tenang to le, jangan di ikuti pikiran yang sedang kacau,"ucap Bibi' sambil terus memegang tangan Lucky.
"Sudahlah Bii, "melepas kan pegangan Bibi', "aku harus pergi Bii'...,"
"Nih Bibi' pegang kunci almari ku , berapapun yang Bibi' butuh kan, Bibi' ambil saja uang yang ada di almari ku."ucap Lucky sambil menyerahkan kunci itu.
"Terus mas Lucky apa tidak bawa uang?"
"Sudah Bii', sudah Aku masukin ke dalam tas."
Lucky berjalan menuju teras rumahnya , dengan meraih kunci mobil yang tergantung di paku tembok sebelah pintu,kemudian membuka bagasi mobil dan meletakan tasnya.
Pergilah Lucky dengan mengendarai mobilnya,entah kemana dia akan pergi tanpa tujuan yang jelas dan pasti.
__ADS_1
Mobil nya terus melaju,di otak nya hanya ada wajah Dini, terbayang saat siang tadi ia melihat wajah Dini yang menangis dan menoleh menatap wajah nya. saat berada di mobil pengantin , hati Lucky tak kuasa menahan kepiluan mengingat semua itu.