
Lucky tak sanggup menahan kesedihannya, dia begitu bingung,di satu sisi ia belum bisa melupakan Dini, disisi lain ia tak sanggup menolak permintaan Pak Kyai.
"Pelajaran yang sangat berharga untuk ku,"gumamnya.
"Dulu aku pernah kecewa pada Dini yang tak mampu menolak keputusan Abah nya."Gumamnya lagi.
Lucky pasrah dengan segala jalan NYA, berusaha dan belajar untuk ikhlas.
πΏπΏπΏ
Lucky mulai mengurus segala sesuatu yang di perlukan untuk persiapan pernikahan nya.
Lalu meminta beberapa santri pondok untuk menjemput Bibi'di kediaman nya, menggunakan mobil milik nya,agar Bibi' mau di ajak dan percaya bahwa semua atas permintaan Lucky .
" Ini alamat nya, STNK , dan ini untuk makan kalian bertiga untuk beli bensin juga ."
" Ini kebanyakan Ustadz, saya kembali kan separuh, kebanyakan ini Ustadz." sambil memberikan nya pada Lucky.
"Sudahlah kalian bawa saja sisahnya bagi bertiga dan jika ada fakir di jalan jangan lupa untuk berbagi dengan mereka."
"Enggeh Ustadz Lucky , kami berangkat dulu , "
" Iya hati - hati di jalan ya ?"
Mereka bertiga bersalaman dengan Lucky dan mencium tangan Lucky, kemudian berangkat lah mereka.
πΏπΏπΏ
"Iki to omahe Ustadz Lucky kui,"
"Bioh.. gede banget yo omahe?'
"Ojo nganti awak dewe kesasar."
"Lah nek omahku gede koyok ngene,ra ngarah metu soko ngomah,"
"Lah iyo, ngunu kui kok yo Ustadz Lucky betah bubuk neng pondokan cilik ."
__ADS_1
"Wes ojo ngomong wae,ndang di pencet wi bel e,"
ketiga santri itu begitu terkejut melihat rumah Lucky yang begitu besar, mereka pencet bel yang ada di depan pagar.
Dan beberapa menit kemudian ada bapak - bapak dengan pakaian satpam keluar dari dalam rumah.
"Cari siapa mas?"tanyanya dari dalam pagar.
"Saya cari Bi' Minah Pak,"
"Loh kok anda pakai mobil nya Mas Lucky?tanya satpam itu sambil memperhatikan mobil Lucky yang di parkir di tepi jalan.
"Iya Pak kami di utus Ustadz Lucky untuk menjemput Bi' Minah."
"Ustadz Lucky?? maksudnya Mas Lucky begitu,?"
"Iya betul Pak,"
Kemudian satpam itu masuk dan memanggil Bi' Minah.
Sedikit drama saat tiga santri menjemput Bibi',
"Enggak . saya enggak mau ikut sama kalian."
Setelah beberapa santri itu mencoba untuk menjelaskan dan merayu Bi' Minah, Akhirnya Bi' Minah pun mau ikut bersama mereka bertiga.
Menempuh Perjalanan yang cukup panjang, hingga Bibi' kelelahan dan sesekali tertidur .
"Lama sekali mas sampeknya? ucap Bibi'
"Sebentar lagi sampai Bi'."jawab mereka.
" Bibi'tidur lagi aja."
Beberapa menit kemudian, mereka telah sampai, namun Bibi' tertidur sangat pulas, mereka bertiga meninggalkan Bibi' di dalam mobil,lalu menemui Lucky.
"Assalamualaikum,"
"Waalaikumsalam,loh--."tanpa bertanya pada mereka Lucky segera berlari menuju mobil nya,lalu membuka pintu nya.
__ADS_1
Karena melihat Bibi'sedang tertidur pulas, Lucky pun pelan-pelan menggendong Bibi' dan di bawa ke dalam pondok lalu di baringkan di kasurnya.
Semua santri sangat heran melihat perlakuan istimewa Lucky kepada Bibi', mengingat Bibi' hanyalah seorang asisten rumah tangga saja.
Perlakukan Lucky menyita perhatian semua santri .
Lucky duduk di samping Bibi', menunggu nya terbangun.
"Lucky,"Pak Kyai memanggil.
Mendengar Pak Kyai memanggil, Lucky segera berdiri dan sedikit mendorong Beliau agak keluar.
"Iya Pak Kyai,"ucap Lucky lirih takut suaranya membuat Bibi terbangun.
"Apa itu Orang tua angkat mu?"
"Orang tua aangkaat,"seru para santri mendengar ucapan Pak Kyai.
Pak kyai heran dengan sikap para santri yang melongo saat Pak Kyai mengucapkan Orang Tua angkat.
Begitu juga dengan para santri yang bingung dengan ucapan Pak Kyai, karena yang mereka tau dari ketiga santri yang menjemput Bibi', bercerita ., bahwa Bibi'adalah asisten rumah tangga Ustadz Lucky.
"Nggeeer .." " Mas Lucky, Ya Allah,"ucap Bibi' yang terbangun karena mendengar suara para santri, sambil memegang wajah Lucky kemudian memeluk nya.
"Mas kamu kok tambah ganteng gini le, Bibi' seneng banget lihat kamu seperti ini,"
Seketika Lucky duduk bersimpuh dan mencium kaki Bibi' sambil menangis lalu berkali-kali mengucap kata maaf.
Karena mengingat semua sikap dan perilaku nya yang selama ini telah menyusahkan Bibi'.
Membuat semua santri begitu terharu, begitu juga dengan Pak Kyai dan Hafizah yang juga ikut menetes kan air mata. menyaksikan drama permintaan maaf Lucky pada asisten rumah tangganya yang telah di anggap sebagai Orang Tua nya.
" Sudah lah le .. berdirilah,"Bibi meraih pundak Lucky.
" Bibi' sudah memaafkan semua kesalahan Mas Lucky ."
Lucky berdiri dan memeluk Bibi dengan erat .
" Terimakasih Bi' ,"
__ADS_1