
Tujuh hari telah berlalu, hampir setiap malam para santri bertahlil untuk mendoakan Almarhum Pak Kyai.
Tahlil itu berlangsung berturut-turut hingga empat puluh hari, tahlil itu berakhir di jam sepuluh malam .
Acara Tahlil itu di jadikan Lucky sebagai alasan untuk tidur di dalam pondok,di kamar kecilnya yang ia pakai tidur sebelum menikah dengan Hafizah .
Sementara Hafizah setiap malam membuka pintu rumah nya , berharap Lucky datang .
Namun kenyataannya Lucky tidak pernah datang , Hafizah pun berusaha untuk mengerti , dia berfikir Lucky lelah dan tertidur di pondok . Hafizah pun menutup kembali pintu rumah nya.
πΈπΈπΈ
Lucky lebih memilih untuk tidur bersama dengan Bibi'
" Tidur sini lagi mas , ?"
" hmm ,"
" Sana mas , temui dia , sudah sebulan lebih mas Lucky tidak tidur di rumah nya ."
" Aku belum bisa Bii' , "
" Bagaimana pun juga , mas Lucky tetap harus menemui nya ."
" Sudah sana mas , Bibi' mau tidur sendiri , berisik setiap hari mendengar mas Lucky mendengkur ."Bibi' mendorong tubuh Lucky dan menutup pintu kamar itu.
Bibi' belum sempat di antar pulang, jadi masih tidur di pondok .
Hampir setiap hari Lucky hanya tidur beralaskan tikar di bawah ranjang tempat Bibi' tidur.
Lucky pun terpaksa mendatangi Hafizah , langkah nya begitu pelan dan berat , hatinya menyimpan banyak keraguan , belum siap untuk jujur mengingat Hafizah masih dalam kesedihan.
" Tok... tok..,"
Mendengar suara ketukan pintu hati Hafizah begitu berbunga-bunga , membayangkan malam pertama yang telah ia nantikan selama tiga puluh hari lebih .
Hafizah segera keluar dari kamar nya dan Langsung membuka pintu ruang tamu .
"Ustadz,"senyum yang begitu semringah menghiasi bibir Hafizah , sambil menatap wajah Lucky .
" Assalamualaikum Hafizah , "
" Waalaikumsalam Ustadz,"
Lucky masuk ke dalam , Hafizah langsung menutup pintu dan mengikuti langkah Lucky.
" Acara tahlilan sudah selesai kah Ustadz ? " tanya Hafizah.
"Hmmm , "
" Hari ini yang terakhir ? terus berlanjut di seratus hari ya Ustadz ?"
" Iya betul ,"
" Mau saya buatkan kopi Ustadz ? "
" Tidak perlu . "
__ADS_1
" Akan saya rapikan tempat tidur , agar Ustadz bisa segera beristirahat ,"
Hafizah jadi salah tingkah , tak mampu menyembunyikan rasa bahagia nya .
" Berhenti ."ucap Lucky menghentikan langkah Hafizah.
Hafizah pun terhenti dan berbalik badan .
" Duduklah Hafizah."pinta Lucky .
Hafizah segera duduk berhadapan dengan Lucky , deg - degan rasanya , duduk berhadapan dengan Lucky .
" Ada yang ingin ku sampaikan padamu ,"
" Monggo Ustadz ,"senyum Hafizah sambil mengangguk.
" Apa kamu tau tujuanku pertama kali datang ke pondok ini ,? "
Hafizah menggelengkan kepalanya .
"Perempuan bernama Dini ---"
Lucky mulai menceritakan masa kecilnya bersama Dini.
kemudian berlanjut tentang kedua Orang Tua nya yang telah pergi meninggalkan nya. Serta segala kehidupannya.
Hingga kisah cinta nya bersama Dini.
" Dia memang telah berumah tangga dengan Pria lain , tapi saya belum bisa melupakan nya."
Mendengar semua penuturan Lucky , senyum nya menghilang , air mata Hafizah tiba - tiba menetes , Hafizah tak sanggup lagi mendengar kan penuturan Lucky, kemudian Hafizah berdiri dari duduknya dan berjalan masuk ke dalam kamar.
"Tok... tok ... Hafizah,"
" Hafizah Maaf kan saya , saya hanya ingin bicara jujur , agar tidak terlalu lama memendamnya . Dan menyiksa batinmu ."
"Saya mohon Ustadz , ijinkan saya untuk sendiri dulu ,"teriak Hafizah dari dalam kamarnya dengan suaranya yang serak karena menangis.
Malam pertama yang ia nantikan hanyalah sebagai isapan jempol semata.
Tidak pernah sedikit pun ia menyangka akan semalang itu nasib pernikahannya.
Selama ini ia berpikir bahwa Lucky juga sangat mencintai nya.
Lengkap sudah penderitaan nya , belum sembuh kesedihan yang melandanya karena kepergian Orang Tua nya ,kini giliran luka yang di goreskan oleh Lucky.
Hafizah menangis sambil membungkukkan tubuhnya nya di kasur , hinga ia tertidur .
π₯π₯π₯
Pujian sebelum subuh mulai terdengar nyaring dari pondok.
Membuat Hafizah terbangun dari tidur nya , bercermin untuk membenahi kerudung dan cadarnya.
' Mataku sembab 'gumamnya dalam cadar hitam.
__ADS_1
Melangkahkan kakinya untuk membuka pintu kamar , mengarah ke ruang tamu untuk membuka jendela ( kebiasaan nya setiap petang )
Tiba-tiba Hafizah di kejutkan dengan pandangan nya ke depan .
" Astagfirullahaladzim ,"ucap Hafizah sambil membungkam mulutnya.
" Ampuni hamba Ya Allah ,"sambil melangkah mendekati Lucky yang tertidur lelap di kursi ruang tamu.
karena ia ketiduran , hingga lalai dengan Lucky.
Hafizah hendak membangunkannya untuk sholat subuh.
Saat tangan nya akan menyentuh lengan Lucky , ia tarik kembali tangannya.
" Ya Allaah , betapa berdosanya aku , telah membiarkan suamiku tidur di ruang tamu.
Ya Allah Jika ini adalah ujian kesabaran untuk pernikahan hamba , hamba rela Ya Allah ... Hamba akan sekuat tenaga menepis rasa kecewa ini . hingga Ustadz Lucky bisa membuka hatinya untuk hamba. "
Hafizah bersimpuh di samping wajah Ustadz Lucky , menikmati ketampanannya.
" Ustadz... Ustadz, " Hafizah membangun kan Ustadz Lucky dengan menepuk-nepuk lengan nya.
" Eh ," Lucky kaget dengan sentuham tangan Hafizah , lalu mengangkat lengannya ,
Hafizah segera menurunkan lengannya dan menundukan pandangannya.
" Sudah mau subuh ya ,"ucap Lucky sambil mengangkat tubuh untuk duduk.
" Enggeh Ustadz ."
" Setiap malam aku akan pulang untuk tidur , agar tidak ada yang memandang , bahwa kita tidak satu ranjang ,"
"Hmm,." jawab Hafizah
" Terlebih untuk kehormatanmu sebagai seorang wanita yang berstatus menikah ."
Hafizah pun segera berbalik badan dan hendak membuka jendela.
" Hafizah, kemarilah . Coba lihat mata kamu ,"
" Matamu sembab , kompreslah dengan air hangat . Lain kali jangan menangis lagi . Bersabarlah Hafizah . Saya tidak sanggup melihat mu menangis ."
" Assalamualaikum ," Lucky berlalu dan menuju pondok .
" Waalaikumusalam ,"
πΏπΏπΏ
Lucky menuju pondok , datang ke kamarnya untuk melihat Bibi' .
" Bi' ," Lucky mengetuk kamarnya.
" Mas , jeeh .... semalam habis berduaan sama mbak Hafizah ya , sampai kusut gitu mukanya . "
" Apa to Bii' , ayo Bii' sholat subuh dulu , "
" Iya Ustadz Lucky yang ganteng ," canda Bibi'.
__ADS_1