Hidden Crown Prince 2

Hidden Crown Prince 2
Bab 12. Bertemu Keluarga


__ADS_3

Jae Sung tak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini, Ternyata masih ada Pamannya yang masih hidup.


Parman segera menutup pintu dan duduk di samping Jae Sung, dia memeluk keponakannya yang sudah lama dia cari.


Sejak dia mendengar adik bungsunya menjadi selir kesayangan Raja, membuatnya tidak tenang. Di tambah menyusul kabar bahwa dia di usir setelah melahirkan anak perempuan.


Dia sudah mencari di manapun, Namaun hasilnya nihil. Dia hanya menemukan kabar kalau adik dan kakaknya sudah tewas mengenaskan.


Dia hanya tau nama anak adiknya, adalah Jae Sung.


"Kau bisa mengenaliku paman?" ucap Jae Sung tidak percaya.


"Melihat mu saja aku tau kalau kau adalah adik kesayanganku." jawab Paman Yang dengan senyum merekah.


"Aku sudah lama mencari Paman," sahut Jae Sung.


"Oiya, dari mana kau mengenaliku?" tanya Paman Yang di tengah kekeh nya.


Sejenak Jae Sung terdiam, dia kembali teringat bagiamana Pamannya saat itu tewas begitu saja dan kenyataannya dalang di balik semua adalah ...


Orang tua Yu Hwa ...

__ADS_1


Kenyataan yang perih dan harus dia telan bulat-bulat. Entah ini musibah atau anugerah baginya.


"Sepertinya kau lapar, makanlah makanan itu selagi hangat. Aku mau bersih-bersih dulu." ucap Paman Yang melangkah pergi.


Jae Sung menatap kepergian pamannya dengan tatapan nanar, harusnya dia tidak membangkang apa kata Ibunya.


Kalau dia memilih menjadi Tabib, bukan petarung. Mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini, memang penjelasannya hanya ada di belakang.


Apa boleh buat, nasi sudah menjadi bubur. Saat ini dia sudah mengetahui siapa dalang dari pembunuhan Ibunya, dan semua keputusan ada di pedangnya.


Bila dia membunuh Ibu suri, sama saja dia membunuh Ibu Yu Hwa. Dan itu sama saja mengibarkan bendera perang kepada kekasihnya sendiri.


Kenapa harus ada pengorbanan di setiap keputusan besar yang di ambil. Ini sangat menyebalkan.


****


"Kau masih tidak mau makan!" ucap Hwan, menggedor keras pintu kamar Yu Hwa.


Masih tak ada jawaban, hal ini membuat amarah Hwan semakin menjadi saja.


Dengan kekuatan penuh Hwan mendobrak pintu kamar Yu Hwa. Matanya segera tertuju pada seorang gadis yang meringkuk di atas kasur sambil menempelkan keningnya di lutut.

__ADS_1


"Ae Cha, sadarlah ..." bentak Hwan.


Tak ada jawaban, Yu Hwa masih menunduk. Tak ada pergerakan sedikitpun darinya.


"Ae Cha!" panggil Hwan sekali lagi dengan suara melengking.


"Aku bukan Ae Cha, aku Yu Hwa!" jawab Yu Hwa tak kalah melengking.


"Kau Ae Cha, satu-satunya adik yang harus aku lindungi dan mencapai cita-cita bersama." ucapan Hwan dengan dada kembang kempis.


"Maksudmu, membunuh orang! Bahkan itu tidak pernah terbesit di dalam otakku," Sahut Yu Hwa sengit.


"Tutup pintunya, biarkan dia tidak makan. Agar dia sadar! Siapa yang harus dia pihak." ucap Hwan berbalik badan dan menutup pintu keras.


Yu Hwa menarik nafas panjang, berusaha menenangkan dirinya sendiri. Hidupnya sudah hampir sempurna saat Jae Sung berada di dekatnya.


Meskipun dia bukanlah pelayan kelas atas, adanya Jae Sung sudah mengubah hidupnya. Namun semua harus sirna secepat ini.


Saat ini Yu Hwa hanya mampu meratapi nasibnya, dan entah kapan bisa menikmati masa indah itu lagi ...


"Harusnya aku mengatakan, aku sangat mencintaimu sebelumnya ... setidaknya aku bisa pergi setelah kau tau betapa aku mencintaimu."

__ADS_1


__ADS_2