Hidden Crown Prince 2

Hidden Crown Prince 2
Bab 7. Kehadiran Miyong


__ADS_3

'Ratu Miyong' batin Jae Sung tak percaya.


Miyong turun dari tandu dan mendekati Jae Sung. Kawanan Jae Sung serentak memberi hormat pada Miyong, begitupun Jae Sung.


"Bisakah kita bicara?" tanya Miyong dengan suara tegas.


"Baik Ratu," ucap Jae Sung melangkah menjauh di ikuti oleh Miyong.


Seorang pengawal hendak mengikuti langkah Miyong.


"Kami saling mengenal, tunggulah disini." ucap Miyong menghentikan langkahnya sesaat dan melanjutkan kembali.


Beberapa meter masuk ke dalam hutan, Jae Sung berhenti.


"Ada apa Nona mencari ku?" tanya Jae Sung datar.


"Kau pasti tau dimana Yu Hwa berada kan? Katakan padaku kalau rumor itu tidak benar," ucap Miyong lirih.


Jae Sung menarik nafas berat, mungkin kenyataan ini akan lebih menyakitkan dari pada rumor yang Miyong dengar.

__ADS_1


"Namanya saat ini Ae Cha, dia adalah Asih dari Hwan Lee. Mungkin Nona tidak mengenalnya, tapi dendamnya dengan istana cukup dalam." ucap Jae Sung menjelaskan.


"Tidak, tidak mungkin Yu Hwa berkhianat." Miyong masih tak mampu menerima kabar buruk ini.


"Dia akan segera menikah dengan sekutu jepang, mereka tidak suka dengan gaya pemerintahanmu. Sudah bisa di pastikan bagaimana kuatnya benteng mereka," ucap Jae Sung menatap langit malam yang bertabur bintang.


"Tidak, ini tidak mungkin. Kenapa kau tidak menyelamatkannya, bukankah kau mencintainya?" ucap Miyong dengan mata berkaca.


"Aku yakin ini bukan kehendaknya, dia bukan orang seperti ini." lanjut Miyong.


"Ya, dia memang bukan orang seperti ini. Namun keadaan juga memaksanya untuk melakukan lebih." ucap Jae Sung melangkah menjauh melewati Miyong


"Kau belum menjawab pertanyaanku," Miyong mengehentikan langakah Jae Sung.


"Sepertinya cinta sudah tidak di butuhkan lagi saat ini," ucap Jae Sung kemudian melangkah pergi meninggalkan Miyong yang masih membatu.


Jae Sung naik ke kudanya dan memacunya, di ikuti oleh kawanan di belakang. Jangankan Miyong, dirinya juga tidak tau jalan untuk menyelamatkan Yu Hwa saat ini.


Kalau hanya untuk membawa kabur itu perkara mudah. Namun dia tidak tau sedalam apa rasa Yu Hwa terhadapnya, bahkan dia tidak bisa memaafkan pembunuh ibunya sampai saat ini. Apalagi Yu Hwa.

__ADS_1


Dia tak pernah tau atau bahkan melihat wajah orang tuanya, saat dia tau. Semuanya sudah hancur tak berbentuk, dan hal paling mengejutkan lagi adalah ... semua masalah tercipta karena keegoisan pria bodoh yang mengharapkan cinta wanita tersebut.


Dia baru sadar apa arti kata "ikhlaskan semua". dua kata yang selalu di ucapkan Pamannya dulu, harusnya dia mendengarkan ucapan Pamannya tersebut, jadi luka yang dia simpan tidak terlalu dalam.


Api yang berkobar memang harus di siram dengan air, karena saat kau menyiramnya dengan bensin, kau akan mendapatkan api yang lebih berkobar dan akhirnya akan melahap mu juga.


Sama seperti Jae Sung, dendam yang dia pelihara menjadi subur dan mendarah daging. Saat ini dia pun tidak bisa membedakan antara cinta dan dusta yang berada bersandingan.


"Apakah Tuan baik-baik saja?" tanya seorang prajurit Jae Sung.


"Aku baik-baik saja, beri tambahan pasukan ke istana. Untuk sementara aku tidak mau menemui tamu, siapapun itu," ucap Jae Sung turun dari kuda dan masuk ke kamarnya.


****


Yu Hwa duduk di tepi ranjang, dia tak menyangka Kakaknya akan setega ini. Menyerahkan adiknya untuk umpan.


Tak lama Hwan masuk ke dalam kamar Yu Hwa, dia melihat adiknya yang masih terjaga di malam yang sudah larut ini.


"Kau baik-baik saja?" tanya Hwan penuh perhatian.

__ADS_1


"Ya, aku baik-baik saja. Aku hanya menikah dengan iblis, sepertinya itu bukan hal yang buruk," ucap Yu Hwa tersenyum kecut.


"Ae Cha ... kau!"


__ADS_2