Hidden Crown Prince 2

Hidden Crown Prince 2
Bab 6. Nikah Paksa


__ADS_3

Jae Sung segera mengambil selembar kain yang sudah dia siapkan untuk menutupi sebagian wajahnya.


Perlahan dia membuka pelukan Yu Hwa dan mengacungkan pisau kecil tepat di leher Yu Hwa.


Hwan sudah siap dengan pedang yang dia genggam erat,


"Lepaskan dia," ucap Hwan.


"Dia terlalu merindukan Jae Sung, sampai berpikir aku adalah dirinya. Bukankah Jae sung sudah mati sejak dua tahun lalu?" ucap Jae Sung sambil tertawa terbahak.


Yu Hwa melotot, dia tak percaya dengan semua ucapan pria yang menyekapnya. Dia tak mungkin salah mengenali orang.


"Katakan kalau kau bohong, kau Jae Sung kan?" bisik Yu Hwa.


"Coba tebak, siapa aku sebenarnya." ucap Jae Sung.


Yu Hwa tersenyum kecil, tanpa harus dua memohon jawaban, dia sudah tau bagaimana membuktikan kebenaran.


"Bawa aku pergi," ucap Yu Hwa singkat.


Tak ada jawaban dari Jae Sung, dia melepaskan Yu Hwa dan berlari di tengah kegelapan.


"Cari dia sampai ketemu," ucap Hwan memberikan aba-aba kepada anak buahnya.


Sebagian orang membatu Akeno yang terkapar, sedangkan beberapa orang yang lain mengejar sosok yang baru saja menyekap adiknya.

__ADS_1


"Bagiamana ini bisa terjadi?" tanya Hwan menatap Yu Hwa penuh selidik.


"Kakak mau kerja sama dengan pria lemah seperti ini? Bahkan dia tidak bisa menjaga dirinya sendiri kak!" jawab Yu Hwa menggelengkan kepalanya.


"Dia akan menjadi suamimu sepekan lagi, jadi berusahalah menerimanya," ucap Hwan melangkah melewati Yu Hwa.


"Apa! Sejak kapan Kakak mengatur kehidupanku?" sahut Yu Hwa.


Hwan tak menghiraukan kata perotes dari adiknya, baginya saat ini balas dendam adalah tujuan utamanya.


Melihat Kakaknya yang pergi begitu saja membuat Yu Hwa yakin, pasti ada sesuatu yang ingin di ungkap oleh Jae Sung tadi.


Bila tidak mengapa dia harus muncul, sedangkan kata pelayannya dia sudah berkeliaran disini sejak lama.


****


Kuda Jae Sung dan rombongannya sudah melewati batas kota tempat Yu Hwa tinggal, namun mereka menghadapi kendala.


Ada sebuah rombongan berhenti menghadang jalan Jae Sung. Rombongan mereka cukup banyak, Jae Sung mengamati satu persatu orang tersebut.


"Apa ada masalah Tuan?" tanya Jae Sung, kepada di hadapannya.


"Kami mencari Bandit yang bernama naenghyeol, apakah kau mengenalnya?" tanya pria tersebut.


Kawanan Jae Sung tertawa terbahak ketika mendengar ada seorang yang mencari ketuanya. Padahal setiap orang akan menghindarinya bila mendengar namanya.

__ADS_1


"Nyalimu besar sekali Tuan, untuk apa kau mencari Jae Sung?" tanya salah satu anak buah Jae Sung.


"Sepertinya saya salah orang, baiklah terima kasih," ucap Pria tersebut memacu kudanya.


"Berhenti," ucap Jae Sung dengan suara dingin.


Jae Sung menatap mata pria tersebut, seketika pria itu tau siapa orang yang berada di hadapannya ini. Tatapan dan hawa dingin yang menyelimutinya saat ini ...


"Ja-di kau?" ucap Pria itu tidak percaya.


Pria tersebut menjadi pucat pasi, tangannya gemetar hebat. Baru ini dia menatap mata dingin seorang pembunuh yang haus darah.


Julukan tersebut tersebar saat peristiwa satu tahun silam, dimana beredar kabar kalau seorang bandit bisa melawan puluhan orang seorang diri.


Di tambah lagi, dia tak akan memberi ampun pada siapa pun yang menghina atau bahkan melecehkan wanita.


Mulai saat itu, para wanita merasa dilindungi secara tak langsung. Karena saat Naenghyeol melakukan aksinya, musuhnya akan di pajang di perkampungan.


"Ka-mi ingin minta bantuan," ucap pria tersebut terbata.


Jae Sung melempar pandangan ke kawanannya, mencari tau apakah mereka setuju atau tidak.


Jae Sung merupakan pemimpin yang mengutamakan suara pengawalnya, bila mereka tidak setuju maka Jae Sung akan menyetujui hal itu.


"Kalian minta tolong apa?" tanya Jae Sung mendekati pria tersebut.

__ADS_1


"Kembalilah ke istana," ucap seorang yang keluar dari tandu.


__ADS_2