
Seorang gadis sedang memacu kuda dengan cepat, dia sedang terburu-buru saat ini. Ibunya sedang sakit dan butuh penanganan cepat.
Sejujurnya dia sangat takut berkurang di tengah malam seperti ini, namun kembali lagi pada tujuannya.
Keadaan yang terdesak membuatnya mampu memberanikan diri sampai titik ini. Percayalah, ini baru ketiga kalinya dia menunggangi kuda.
Jaran antara desa yang dia tinggal dan kota lumayan cukup jauh, membutuhkan sekitar satu jam waktu tempuh.
Kini tiba saatnya dia melewati hutan lebat, jantung nya berdebar. Mulutnya komat-kamit berdo'a agar tidak ada apapun di tengah jalan.
Beberapa hari ini dia pernah dengar kalau ada kawanan bandit yang sering memalak di tengah hutan, dan tempat yang di maksud.mereka adalah hutan tepat di hadapannya saat ini.
Jiang Mi menghentikan laju kudanya, dia menatap jauh ke jalanan yang menuju dalam hutan. Sebenarnya jalan ini tidak panjang, kurang lebih hanya satu kilometer. Namun tetap saja yang namanya hutan tetap menyeramkan.
Jiang Mi menarik nafas dalam dan mencoba membulatkan tekat, dia memberanikan diri memacu kudanya dengan cepat melewati hutan.
"Persetan dengan semua bandit, yang jelas ibuku harus selamat malam ini." ucap Jiang Mi.
Detakan kaki kuda begitu cepat dan menggema ke seluruh penjuru hutan, membuat seseorang yang terbaring lemah membuka matanya.
Dengan susah payah dia bangkit dari tidurnya, tubuhnya terasa perih. Tubuhnya gemetar hebat menahan luka yang cukup dalam.
Bajunya sudah compang-camping akibat tebasan pedang, di tambah cairan merah kental berbau anyir yang melekat pada tubuhnya membuat kondisi orang tersebut sangat memprihatikan.
Langkahnya terseok-seok menuju jalanan hutan, berharap seorang yang menunggangi kuda tersebut mau menolongnya.
Hanya kurang beberapa meter lagi dia sampai di tujuan, suara detakan kaki kuda sudah hampir mendekat.
__ADS_1
"Aaa,"
Teriak Jiang Mi karena terkejut melihat sosok yang tiba-tiba keluar dari dalam hutan dan jatuh di hadapannya.
Reflek dia menarik pelana kuda dan akhirnya kuda tersebut berhenti. Jiang Mi tidak langsung turun, dia masih memantau kegelapan di sekitarnya.
Dia pernah dengar kalau para bandit akan mencegat orang dengan cara tertentu, seperti yang dialami saat ini. Ada orang pura-pura minta tolong dan pada akhirnya kudanya di rampas.
Sekian menit berlalu, tak ada tanda-tanda penyerangan. Begitupula orang yang tergeletak di hadapannya.
Karena suasana malam di hutan cukup gelap, dia tidak bisa melihat dengan jelas bagaimana kondisi orang yang tergeletak itu.
Rasa penasaran semakin menghantui jiwanya, Jiang Mi turun dari kuda. Dia mengambil dia batu besar dan perlahan mendekati orang yang sedang tergeletak.
Bau anyir mulai menganggu indra penciuman Jiang Mi, langkanya tiba-tiba terhenti.
"Astaga, jangan-jangan ini Gumiho." ucap Jiang Mi lirih.
Mata Jiang Mi terbelalak ketika melihat orang yang tergeletak dengan banyak luka tebasan pedang. Cairan berwarna merah segar mengalir dari luka tersebut, ada sebagian cairan yang sudah mengering.
"Astaga!" teriak Jiang Mi terkejut.
Dengan tangan bergetar Jiang Mi membalikkan tubuh pria tersebut. Tampak wajah pria yang penuh luka goresan.
Tanpa pikir panjang Jiang Mi mengecek urat nadi pria tersebut, dia tersenyum kecil saat mengetahui bahwa masih ada sedikit harapan.
Dia segera membantu pria tersebut bangkit, dan membawanya naik ke atas kuda.
__ADS_1
"Oke Tuan, semoga kau baik-baik saja" bisik Jiang Mi saat mendorong kaki pria tersebut ke atas kuda.
Dengan susah payah akhirnya pria tersebut dapat naik ke atas kuda meskipun dengan posisi alakadarnya.
Maklum Jiang Mi hanyalah wanita biasa yang tak memiliki cukup tenaga, sehingga dia hanya mampu menaruh pria tersebut dengan keadaan tengkurap di belakangnya.
Jiang Mi melanjutkan perjalannya menuju kota, kali ini dia tidak bisa terlalu cepat karena takut kalau pria tersebut terjatuh.
Berulang kali Jiang Mi membenarkan posisi pria ini, hingga akhirnya dia sampai di rumah tabib langganan nya.
"Fyuuhhh akhirnya sampai juga," ucap Jiang Mi lega.
"Ada apa gadis manis?" tanya pria paruh baya yang keluar dari rumah.
"Ibuku sakit paman, tolong kerumah ku yaa. Dia sangat membutuhkanmu," ucap Jiang Mi dengan nafas tersengal.
"Baik, lalu siapa dia?" tanya pria tersebut menunju ke arah pria di atas kuda.
"Dia terluka paman, tolong bantu dia. Biar aku yang membayar pengobatannya," ucap Jiang Mi.
"Aku suka ini, kau sangat beruntung tuan bisa bertemu gadis sebaik dia." ucap pria tersebut melangkah mendekati Pria yang masih berada di atas kuda.
"Sepertinya dia habis di keroyok,"
"Iya paman, kasihan sekali."
Pria paruh baya mengangkat tubuh lemas yang penuh luka dalam dan membawanya masuk ke rumah.
__ADS_1
Perlahan dia menaruh pria itu ke kasur, betapa terkejutnya pria paruh baya saat melihat wajah orang dengan penuh luka itu.
"Jae Sung!"