
Pagi itu sekitar pukul 4.30 warga sekitar stasiun KA Ketanggungan Barat di Brebes, Jateng mendadak dikejutkan oleh bunyi ledakan yang dahsyat. Semula banyak yang mengira bahwa ledakan tersebut adalah bom yang ingin merusak suasan Natal. Sebab waktu itu memang bertepatan dengan tanggal 25 Desember. Apalagi mereka baru dapat peringatan dari aparat agar waspada terhadap teror bom di hari Natal. Namun betapa kagetnya para warga begitu mengetahui bahwa suara ledakan itu timbul akibat adanya tabrakan dua buah kereta api.
Peristiwa kecelakaan yang merenggut puluhan nyawa itu hingga kini masih membekas di hati sebagian warga yang bermukim di sekitar lokasi kejadian. Sebagai tanda ikut berbela sungkawa dan antisipasi spritual agar arwah para korban tidak penasaran, mereka melakukan tahlillan selama 7 hari di depan kantor Stasiun KA Ketanggungan Barat.
Namun sejak peristiwa naas itu, warga sekitar jadi takut keluar rumah pada malam hari. Diakui Udin, seorang pedagang mie ayam yang mangkal di depan stasiun, sebelum peristiwa tabrakan itu warungnya selalu buka hingga pukul 22.00.
__ADS_1
"Sekarang setelah Isya sudah tutup. Sepi sih, dan tak ada anak-anak muda yang berani nongkrong di depan warung saya lagi. Jadi saya juga takut, apalagi sejak peristiwa itu banyak cerita yang menyeramkan", papar Udin.
Lokasi kejadian kecelakaan dua KA itu memang sudah cukup lama dikenal angker. Beberapa warga menuturkan kesaksiannya, bahwa beberapa hari sebelum terjadi tabrakan di tempat itu, sering terlihat seorang wanita cantik yang berjalan hilir mudik di sekitar stasiun. Paras wanita itu sangat cantik dan amat dingin, serta selalu mengenakan gaun warna putih.
Hampir setiap tahun, selalu ada saja korban kecelakaan di sekitar lintasan rel kereta itu. Korban yang dimaksud antara lain karena tertabrak kereta, tertabrak mobil atau motor. Bahkan pernah juga seorang wanita bunuh diri dengan menabrakkan dirinya ke arah kereta api yang sedang melaju di lintasan tersebut.
__ADS_1
Beberapa warga sekitar lokasi kejadian menuturkan bahwa di sekitar stasiun itu ada beberapa tempat yang cukup angker yang dihuni oleh dayang (hantu) yang suka menggagu. Salah satu tempat yang dianggap cukup angker adalah pasar yang berlokasi di seberang stasiun. Di lokasi ini memang terdapat sebuah makam tua yang tak dikenal. Konon, orang yang dimakamkan di tempat itu tidak pernah mengalami pembusukan, malah berubah menjadi karang.
Tempat angker lain yang dikenal warga sekitar adalah Tanah Gumbul yang berada di sebelah selatan tempat kecelakaan. Jika ditarik garis lurus, maka letaknya persis lurus dengan letak makam keramat di pasar tadi. Disebut Tanah Gumbul karena tak bisa ditanami apa-apa. Dengan kata lain, tanaman yang ditanam di atas tanah itu selalu mati. Di tempat ini waraga tak berani sembarangan.
Banyak orang lantas menghubung-hubungkan bahwa kecelakaan yang merenggut banyak korban jiwa itu ada campur tangan lain yang sulit diterima akal sehat, yaitu hal-hal yang bersifat gaib. Mereka biasanya memang setiap tahunnya selalu meminta korban jiwa. Hanya saja hingga kini tak pernah dimengerti warga, mengapa korban kali ini begitu banyak?
__ADS_1